Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 45


__ADS_3

SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤


SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA..


DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE.


@ARCELLAQUEENZIEG


@ARCELLAQUEENZIEG


@ARCELLAQUEENZIEG


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


DI TUNGGU YAA!!!


BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA.


KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR



"Arka! Gerald nya bangunin suruh makan!" Ucap mami


"Tuan muda sudah makan tadi bu, dan meminta saya untuk memberitahu siapapun jangan ada yang menganggu istirahat tuan muda"


"Ck! Kalian ini ya!! Bangunin tidur dari kemarin sampai sekarang sore! Makan malam dulu baru tidur lagi"


"Bangunin kata saya, kamu gak dengar Arka?"


"Ba..baik bu"


Arka terpaksa masuk dan membangunkan tuannya,


"Lo mau gue hajar?" Gumam Gerald seraya memperbaiki posisi tidurnya karna merasa terganggu dengan kehadiran Arka.


"Ibu bilang anda harus bangun tuan muda"


"Ck!!" Gerald membuka matanya pelan seraya menatap tajam Arka.


"Bilang mami gue bakal turun setelah mandi"


"Baik tuan"


"Oh ya, bagaimana keadaan di markas?"


"Tidak terjadi apa-apa tuan"


Sebenarnya Arka itu cuti hari ini namun karna nyonya rumah ini tengah mencari Gerald karna tak kunjung bangun alhasil mami Lauren menghubungi Arka untuk segera datang.


Karna yang punya akses masuk kamar Gerald selain Gerald ya Arka sekertaris kepercayaan anaknya itu.


"Lo?"


"Ya tuan?"


"Bukannya lo gue suruh cuti?"

__ADS_1


"Ah iya tuan nyonya menghubungi saya"


"Ohh hoamm, lo lanjut aja gue udah bangun"


"Baik tuan"


"GERALD KANE OURANOS!!" Sedikit berteriak mami Lauren masuk ke dalam kamar karna menunggu Arka tak kunjung keluar.


"Oh astaga! Apa mami membangunkan kamu?" Merasa tak enak setelah melihat raut wajah ngantuk anaknya.


"Maafin mami karna membangunkan kamu sayang, tapi kamu harus malam malam"


"Its okey ma, Gerald mau mandi dulu. Mami duluan aja ke bawah"


"Okey tapi jangan tidur lagi ya?"


"Iya ma"


Mami Lauren keluar kamar di ikuti Arka, Arka kena omel mami Lauren karna membangunkan Gerald padahal yang meminta Gerald di bangunkan dia sendiri yasudahlah namanya juga ibu-ibu kan.


Tak berselang lama, Gerald turun dan menunggu jam makan malam seraya menonton tv.


Breakingnews hari ini baru di tayangkan, media baru saja mendapatkan kabar tentang anak di bawah umur di perkosa oleh sebelas remaja, enam remaja masih jadi buronan dan lima lainnya sudah di amankan.


"Bukannya itu teman-teman kamu ya dek?" Tanya sang papa,


"Ck, kenapa pada gak di sensor mukanya!" Ucap papa nya lagi.


Gerald menghubungi Arka yang baru saja pergi,


"Minta mereka takedown semua berita dan trending hari ini" Arka menepikan mobilnya,


Sepertinya Gerald sudah mengetahui kejadian di dekat markas padahal sebisa mungkin dirinya menutupi.


"Baik tuan"


"Apa kalian tidak becus sehari tanpa gue? Gak bisa nge handel hal begini?"


"Maaf tuan"


"Urus hal ini dulu baru lo cuti" perintah Gerald lalu dirinya mematikan panggilan.


Gerald sebenarnya hendak pergi menyusul ke markas tapi mengingat kata mami nya ada yang perlu di bicarakan, alhasil Gerald menahan diri sampai mami nya memberitahu apa yang ingin di bicarakan itu.


"Papa udah minta sekertaris untuk takedown semua berita bahkan di semua trending"


"Makasih pa" Gerald beranjak dari sofa lalu berjalan menuju halaman belakang untuk nyebat.


Sekali duduk di gazebo sudah tiga batang Gerald habiskan, andai mami nya belum turun bisa-bisa Gerald mengambil sebatang lagi.


Setelah melihat ada mami dan kakak nya, Gerald langsung kumur-kumur lalu masuk ke dalam.


"Harusnya dinner di restoran tapi mami gak mood" ucap Lauren.


"Ayo makan dulu" ucap Gilbert sang suami


Mereka menikmati makan malam sesekali berbincang, selesai makan mami nya mengeluarkan sebuah kita.


"Apa itu mi?" Tanya Rizell,


Gerald dan Rizell yang penasaran langsung membuka kotak hadiah itu,



"WHAT THE????" Kaget Gerald,

__ADS_1


"SERIUS MI?" Kaget Rizell juga


"Ah mi?? Come on???" Gerald bukan tak senag cuman mengingat usia maminya saat ini takut beresiko jika hamil.


"Mami gapapa sayang mami kuat" ucapnya menenangkan Gerald.


"Papa gimana sih ah!!" Gumam Gerald


"Bibit unggul ini Ger kamu jangan gitu"


"Oke fine, selamat mami sehat-sehat kalau mau apapun kabarin Gerald atau papai atau Rizell" maminya tersenyum senang.


"Punya adek baru iiii senang bangettt" ucap Rizell


"Cowok cewek mi?" Tanya Rizell


"Masih belum keliatan tapi feeling mami cowok"


"Wahhh semoga Rizell gak gila" ucapnya seraya melirik Gerald.


Mereka benar-benar merayakan kehamilan Lauren, Gerald langsung menghubungi Arka setelah dinner selesai. Meminta Arka menambah maid dan memintanya untuk membawa sekertaris mami nya besok menemui Gerald sepulang sekolah.


Harusnya ini pekerjaan papa nya cuman Gerald yang di suruh karna kata Gilbert papa nya belajar jdi kepala rumah tangga itu bagus.


...🌚🌚🌚...



"Mampuss! Gerald dateng" ucap Rian


"Kalo tau begini gue ikut Nata Relga balik" ucapnya lagi


Di markas cuman ada Rian, Mahen dan anggota yang lain hanya beberapa karna memang sudah malam dan besok mereka harus beraktivitas.


"Katanya lo hibernasi" tanya Mahen saat Gerald duduk di hadapan nya.


"Hibernasi kntl!" Kesal Gerald lalu mengambil rokok Mahen sebatang dan menghisapnya.


"Lo mau nge ekspose muka lo? Biar dunia tau?"


"Di luar kendali gue itu"


...PRANGGG ...


Meja kaca itu pecah d tendang oleh Gerald,


"LO BOLEH BERTINGKAH GIMANAPUN TAPI LIAT SEKITAR GBLG!!"


Mahen diam, Mahen tau nyawa nya akan sangat terancam jika keberadaannya saat ini ketahuan oleh permaisuri pertama atau musuh-musuhnya yang lain.


Indonesia adalah negara teraman karna di semua jalur masuk dan keluar terjaga oleh keluarga Gerald dan yang lain untuk menyembunyikan Mahen atas permintaan permaisuri kedua.


"Gue kelepasan"


"Ger santai, kita juga gak tau bakal masuk ke dalam video pad.." Rian ingin menenangkan malah dia yang jadi tenang anteng gak berani berucap


"Diem lo!" Perintah Gerald.


"Gue marah kek gini juga demi diri lo pada basat! Lo pada mikir gak!! Kenapa gak sekalian lo bunuh aja mereka hah!"


"Maunya gitu"


"Ck! Untung beberapa saat gue minta lo jangan banyak tingkah! Urus tugas lo aja" Gerald mematikan rokok lalu pergi.


Mahen membersihkan tangannya yang terkena serpihan kaca untungnya tidak luka, para anggota lain yang menyaksikan kemarahan Gerald hanya bisa diam namun setelah Gerald pergi baru mereka membantu Mahen dan Rian membersihkan ruang tengah.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2