
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
Gerald mengetahui lokasi Mahen setelah 24jam nonstop meminta tim cyber meretas semua data dan cctv di setiap negara yang Gerald tentukan karna feeling Gerald tujuan Mahen di antara beberapa engara tersebut.
"Swiss? Lalu kamu akan menyusulnya?" Tanya sang kakek.
"Enggak, biarin mereka berdua yang jelas Mahen dalam radar kita. Gerald udah minta tim algojo buat ke sana"
"Atur senyaman kamu Ger, asalkan kalian masih hidup" sahut grandpa.
"Rizell kemana?" Tanya Gerald saat menyadari tidak ada melihat keberadaan kakaknya.
"Pergi sama Eden" sahut kakeknya,
"Kemana?"
"Biarin aja kenapa sih kamu mau ngikutin mereka kalau tau?" Gerald mengangguk jujur sebenarnya dia ingin mendatangi mereka berdua cuman kakek nya bilang seperti itu yasudah lah.
__ADS_1
Hubungan Eden dan Rizell itu memang masih sahabatan, walau saling suka dan nyaman tidak ada satupun dair mereka yang mencoba meresmikan hubungan mereka.
"Untuk saat-saat ini kalian itu harus fokus ke Lauren, hamil di usia begini sangat menjadi beban, bukan berarti bayi itu beban maksut ayah usia dia itu loh" ucap kakek menjelaskan.
"Iya yah, makanya semua aku prioritaskan ke Lauren" ucap papa Gilbert.
"Mahen sudah besar kita harus percaya dengan dirinya kalau dia bisa menjaga diri, kita di balik bayangan saja jika genting baru kita membantunya" ucap Grandpa
"Iya grandpa" sahut Gerald.
Mereka berbincang sebagai laki-laki seraya bermain biliard, cukup lama baru Gerald keluar karna memang harus istirahat besok dia akan sekolah. Rizell sudah datang sedari tadi dan langsung masuk ke kamar untuk istirahat, tadi Eden sempat main segame dengan kakek juga papa Gilbert dan Gerald.
🌚🌚🌚
Gerald menggunakan mobil Rubicon miliknya untuk bernagkat sekolah, harusnya dia mengantarkan Rizell namun kata Rizell dia bolos kuliah hari ini untuk menemani mami Lauren di rumah.
Mobil Gerald memasuki gerbang sekolah, perhatian tentu tertuju ke arah mobilnya, walau tak hanya dirinya yang ke sekolah membawa mobil tetap saja rata-rata yang mereka bawa kalau tidak Pajero, Honda Civic, Fortuner, Brio dan berbagai macam mobil lainnya.
Gerald bukan pamer harta karna memang ingin memakai mobil Rubicon nya ini saja, jarnag sekali di gunakan dirinya biasa menggunakan Civic atau BMW. Lambo dan Ferrari nya saja jarnag dia gunakan aeperti pjangan saja di garasi rumah.
"Syalan kalo tau gitu gue bawa Rubicon gue juga" sahut Rian saat Gerald mendatangi mereka yang berada di parkiran yang sama.
Iya inti aquila janjian membawa mobil ke sekolah,
Nata membawa mobil Tesla miliknya,
Dan Relga membawa mobil Luxury.
Masing-masing mobil mereka parkir berdampingan sama seperti motor mereka biasa,
"Iya anj Rubicon gue gak berguna jarang di pake" sahut Nata
"Kita malah pda bawa mobil rendah dia malah yang gede" sahut Relga juga
"Ribet elah" ucap Gerald.
Mereka berbincang seraya menuju kelas, murid-murid masih saja memperhatikan para most wanted sekolah dan memang si paling ganteng ya mereka-mereka ini.
__ADS_1
"Lo udah tau Mahen di mana?" Tanya Nata
"Di Swiss lagi ketemu kakak nya" ucap Gerald santai.
"Ger? Yang bener aja anj?" Kaget Relga
"Serius cok? Sendirian?" Tanya Rian
"Kita gak nyusul? Takut mati tu anak" sahut Nata
"Aman, masih dalam pantauan"
"Yang bener aja lo Ger? Temen gue itu" ucap Relga
"Jangan mulai ya Rel" sahut Gerald yang membuat mereka langsung diam dan percaya dengan ap yang Gerald katakan.
Mereka berpisah karna menuju kelas masing-masing, karna kelas Gerald beda lorong lenih duluan mereka alhasil Gerald aendiri berjalan ke kelasnya.
"Ka Gerald!!" Panggil Naura, Gerald menoleh karna dirinya di panggil.
"Kalau tau ni anak yang manggil malas banget gue noleh" batin Gerald.
Gerald itu dendaman, apalagi orang yang bernai menyentuh miliknya termasuk motor Gerald ini.
"Itu kak ini aku bayar segini dulu ya kak" menyodorkan amplop.
"Gak perlu" ketus Gerald.
"Tapi gue serius kak bakal ganti"
"Nama lo Naura kan? Naura gue gak perlu uang lo bukan gue sombong apa gimana. Gue masih mampu buat bayar jadi gak perlu lo pusingin atau pikirin! Udah ya? Gue gak mah kasar sama cewek. Jangan ganggu gue lagi" ucap Gerald panjang lebar sebelum pergi.
"GUE BAKAL TANGGUNG JAWAB!!" Ucap Naura sedikit kencang.
Gerald tidak tau kenapa Naura bersikeras ingin bertanggung jawab. Di lihat dari aegimanapun Gerald tau dirinya belum terlalu mampu untuk bertanggung jawab.
"Mau lo apa si? Gue bilang enggak ya enggak!!" Gerlad yang sudah beberapa langkah pergi tadi kembali mendekati Naura.
"Gue juga gak mau kejadian kaya gitu makanya gue mau tanggung jawab!! Fans-fans lo neror gue! Gue cape, gue tau gue gak kaya gue tau gue gak sanggup ganti rugi! tapi sabar dong sabar jangan semuanya salahin gue!!" Naura berjongkok seraya menangis.
Oke, Gerald tau alasan Naura kekeh bertanggung jawab walau dia berulang kali sudah menolaknya. Ulah fans-fans Gerald yang meneror dia tau sebarbar apa fansnya jika sudah menyangkut Gerald sendiri.
Gerald menatap Naura yang berjongkok tepat di depannya, beberapa murid yang memang masih belum masuk kelas menyimak bahkan yang di dalam kelas juga mmikut memperhatikan mereka.
"Ikut gue!" Perintah Gerald,
__ADS_1
Jangan mengharapkan ke romantisan di Gerald, jangan pernah mengira Gerald akan menarik atau menggengam tangan Naura lalu membawanya pergi dari lorong sekolah itu.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...