Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 5


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEđź–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARđź–¤...


...‼️BANYAK BAHASA YANG GAK BOLEH DI TURU ATAU DI TERAPKAN YA!! BIJAK DALAM MEMBACA‼️...



“Geral, papa mau bicara” Gilbert dan sang istri tiba di rumah sakit setelah Geral memberi kabar kalau kakaknya di temukan pingsan dan di bawa ke rumah sakit.


“Ya” Geral mengikuti papa nya di belakang, teman-temannya melirik ke Geral mereka tau kalau Geral dan papa nya sejak masuk SMA tidak akur.


Kenapa bisa? Iya karna Geral sering berulah di sekolah mmebuat orang tua di panggil tak sekali dua kali sudah sangat sering andai sekolah itu bukan milik kakek Geral mungkin Geral sudah di DO dari sekolah.


Alasan Geral berkelahi kalau bukan karna mereka membicarakan hal jelek tentang Rizell atau merencanakan hal jelek untuk mencelakai Rizell, Gerall yang tau pun langsung menghajar mereka selain itu juga emosi Geral kadang setipis tisu salah bicara sedikit dapat menyinggung harga dirinya dan pasti di ajak Geral berkelahi orang itu.


“Maafkan papa”


“Kenapa?”


“Maaf papa tak memakai mata papa dengan baik, harusnya papa percaya dengan ucapan kamu”


“Ck, kan emang minus mata papa, tapi yasudah lah Geral juga salah”


“Papa benar-benar minta maaf dan papa sadar tindakan papa selama ini salah”


“Oke mobil baru ya?”


“Geral”


“Iya pa”

__ADS_1


“Ck, pesan aja nanti papa bayar”


“Gitu dong baru papa Geral” Geral tersenyum senang.


“Ck! Papa juga mau tau apa yang terjadi ke kakak kamu!! Malah bicara mobil”


“Belum tau pasti pa, teman Geral udah pada coba buat cek cctv tapi gak di bolehin”


“Badjingn!! Papa yang bakal urus. Berani-beraninya mereka menyentuh anak ku!!!”


“Kalau papa yang urus, Geral gak dapat bagian dong” Geral menendang-nendang angin.


“Bagian apa?”


“Eksekusi lah apalagi”


“Papa bakal serahin ke kamu bagian itu” raut cemberut Geral langsung berubah menjadi senyuman.


“Tapi jangan sampai mati”


“Hmmm oke setidaknya kaki atau tangannya harus di amputasi”


“Ck, anak setan”


“Dude? Kalo Geral anak setan berarti papa setan nya?”


“Geral” papa nya memijit pelipis melihat tingkah laku Geral.


Geral dan papa nya ini sebenarnya sebelas dua belas, mereka salah satu keluarga yang tak boleh di sentuh selain karna kaya mereka juga selalu menjadi hal yang paling di takuti siapa saja.


“Hubungi Davian minta dia mengumpulkan bukti” perintah sang papa.



Bapak dan anak ini memiliki pribadi yang sama sangat brutal tapi jika bersama orang yang di sayang sisi brutal itu seakan hilang hanya ada pribadi yang penuh kasih dan cinta.


“Eksekusi nanti malam” gumam Geral seraya duduk di kursi yang di duduki teman-temannya.


“Bokap lo yang urus?” Tanya Mahen.


Teman-temannya ini juga tau kalau papa Geral ini tak sepenuhnya tutup mata dengan kelakuan Geral, karna setiap Geral berkelahi semuanya tang tadinya hendak di bawa ke jalur hukum menjadi damai walau kadang papa Geral kurang percaya dengan alasan yang di berikan.


Bagaimana mau percaya orang Geral suka memberikan alasan tak masuk akal seperti,


“Dia yang mulai duluan”


“Geral lagi duduk di tendang kaki nya”


“Sikut dia nyenggol bahu Geral”


“Tali sepatu Geral di injek sampe Geral mau jatoh”


“Dia nantangin ya Geral terima lah”


“Gak ada alasan ngehajar sampah kaya mereka”

__ADS_1


“Kesel aja liat muka nya sok ganteng”


Begitulah alasan yang di buat Geral selama dua tahun belakangan ini, jarang juga Geral ketahuan berkelahi karna lebih dulu di ancam Geral.


Kenapa teman-temannya tak memisahkan? Karna mereka juga kesal kalau Rizell di ganggu makanya mereka membiarkan Geral mukuli sampah itu.


Intinya papa Geral gak sepenuhnya salah dan Geral pun juga,


“Saran warna mobil bagus hitam abu-abu atau putih” tanya Geral


“Njing beli mobil baru lagi lo?” Tanya Relga


“Lagi apaan udah mo enam bulan gue gak beli ya anj”


“Serah lo Ger serah” ucap Relga.


“Mau mobil apa emang?” Tanya Rian


“Gak tau dah, hampir ada semua gak si gue”


“Anj yang begini halal buat di hajar gak si sombong banget” ucap Mahen.


“Pukul aja Hen gue bantu doa” ucap Rian


“Adek di panggil kakak” ucap Lauren mamahnya.


“Gue masuk dulu” teman-temannya mengangguk


Geral masuk ke dalam, ada mamah papa kakek dan nenek Geral juga Rizell sebagai pasien. Rizell masih terlihat murung tak seperti biasanya membuat Geral kesal jika melihat kakaknya seperti ini.


Selama mereka di sekolah tak pernah ada yang membuat kakak nya menangis atau menganggu kakaknya namun karna sekarang mereka berada di tempat yang berbeda membuat Geral susah memantau siapa saja yang menganggu sang kakak.


“Abis lo dapet gue anj, mau lo cewek kek cowok abis liat aja” batin Geral.


“Grizelle” Rizell menatap sang adek dengan tatapan sedih dan penuh ketakutan.


Baru pertama kali dirinya di bully seperti ini, kalau melihat Geral berkelahi Rizell biasa saja tapi kalau seperti ini Rizell benar-benar takut apalagi orang itu sempat mengancam akan membunuh dirinya kalau melaporkan ke polisi.


Rizell memeluk sang adek sambil menangis, oh sial tolong segera temukan pelaku agar Geral bisa menghajar mereka semua dan memberikan foto mereka yang sekarat ke Rizell agar tidak ada lagi ketakutan yang membuat Rizell menangis.


“Gue di sini”


“Hikss mer..mereka hikss gue takut hikss”


“Kenapa takut hmm? Lo punya gue kan? Lo mau kaki nya apa tangannya” tanya Geral


“Geral” tegur sang kakek


Kakeknya tak masalah jika Geral memotong kaki atau tangan pelaku asal jangan berbicara sekasar itu di depan nenek, mamah dan kakaknya karna mereka terlalu bersih buat para pria di Ouranos. Maka itu sebaiknya sebisa mungkin jangan membicarakan hal sekasar itu di hadapan mereka.


“Kat hiks kata mereka gak hiks boleh lapo hikss lapor polisi”


“Lo tenang aja oke? Gue bakal buat mereka sujud di kaki lo atau perlu jilat kaki lo”


“Emang bisa?”

__ADS_1


“Apa yang gak bisa gue lakuin? Lupa lo gimana mereka yang bikin lo nangis waktu disekolah sujud minta ampun sama lo?” Rizell ingat tentu saja ingat.


...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...


__ADS_2