
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEš¤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
Dalam perjalanan Rizell bercerita random dan bernyanyi, Gerald bahagia melihat kakak nya bahagia. Gerald harap tidak ada yang membuat kakak nya menangis atau menyakiti kakaknya, jika ada maka orang itu harus berhadapan dengan Gerald.
"Tadi lo udah hubungin orang seblak nya kan?"
"Udah, gue booking dua puluh porsi"
"Suka-suka lo, sekarang mending lo tidur"
"Lo tau aja gue ngantuk" Gerald tersenyum.
Menggunakan mobil pajero sport mereka melaju dengan kecepatan rata-rata, Gerald menyetir seraya menahan nyeri di tangan nya untung saja tidak mengeluarkan darah jadi Rizell tidak akan tau.
Sekitar tiga jam perjalanan mereka tiba di tempat yang di tuju,
"Ger masa gue kentut" bisik Rizell seraya tertawa
"Jorok banget lo mah"
"Kelepasan, tapi tadi bukan sekarang" Gerald melirik ke belakang,
"Untung sepi"
"Jangan gitu Ger malu tau"
"Hahhaha lucu banget kakak gue"
Banyak yang melirik ke arah mereka entah dengan tatapan iri atau sebaliknya, seakan keduanya pasangan kekasih begitu serasi dan physical touch Gerald yang yanga perhatian ke sang kakak.
"Pak saya yang tadi ada telpon, yang dua puluh porsi"
"Neng Gzell ya? yang di telpon tadi kan?"
"Grizell pak" rakat Gerald, Rizell langsung menyikut pinggang Gerald.
"Iya pak, yang makan di sini seblak komplitnya 3, sisanya di bungkus kuahnya di pisah ya pak"
"Baik neng"
Mereka memilih tempat duduk, Gerald merasa risih banyak yang mencuri pandang menatap Rizell ataupun dirinya.
__ADS_1
"Oh iya, mami katanya mau ngomong sama kita"
"Ngomong apa?"
"Gak tau katanya penting"
"Kapan ngomongnya?"
"Gak tau, kita kan masih di Bandung"
"Halo aunty cantik" seorang anak kecil sekitar usia tiga atau empat tahun menghampiri keduanya.
"Haii ganteng, kenapa hmm?"
"Aunty, aunty lagi apa?"
"Lagi nunggu makan, kamu ke sini sama siapa?"
"Sama mami papi, aunty aunty siapa namanya"
"Oh astaga!! Mami nyariin tau kamu mah jangan jalan-jalan. Aduh mba maaf ya anaknya emang friendly banget" Rizell terkekeh seraya berkata
"Gapapa ka, adeknya lucu mo aku bawa pulang aja rasanya"
"Bawa aja kak gapapa hahaha" mereka bercanda.
Tak terasa waktu berlalu begitu saja makanan mereka sudah habis kini saat nya Gerald dan Rizell untuk membagikan seblak di pinggir jalan untuk yang belum makan, seblaknya gak terlalu pedas cuman level satu.
"Ger, gue pen pipis" bisik Rizell
"Yaudah ke wc dulu" gumam Geral pelan
"Temenin, jagain gue takut" Gerald mengangguk.
Mereka ke toilet terlebih dahulu, benar-benar seperti pasangan goals Gerald yang selalu menemani dan membantu hal sepele yang Rizell lakukan.
"Udah?" Rizell mengangguk.
"Duh mas gak ini"
"Lah? Masa saldo nya masih ada perasaan" ucap Gerald seraya menahan malu.
"Gak bisa mas"
"Apanya yang gak bisa? Papa blokir black card lo?"
"Itu black card punya gua pribadi bukan yang dj kasih papa"
"Itu mas bukan maksudnya ini loh"
"Apa nya mas? Yang jelas dong" Gerald sedikit kesal karna menahan malu masa black card nya gak bisa.
"Limit belanjaan nya terlalu dikit ini mas, makanya gak bisa. Mas kasih nya kartu hitam begini buat bayar yang cuman berapa digit nol nya ya nda bisa toh mas"
Rizell dan Gerald saling tatap lalu menggeleng, salah Gerald juga kenapa dirinya memberikan black card harusnya card yang lain kan ada.
"Astaga, sorry mas ini pake yang satunya aja" memberikan card yang lain.
Merasa di tatap Gerald melirik ke arah tempat duduk para pembeli yang tengah fokus mendengarkan pembicaraan mereka sedari tadi.
"Ck, jadi artis noh lo" bisik Gerald.
"Ger jangan mulai" Gerald terkekeh lalu mengacak-acak rambut Rizell.
"Ger iiihhh!!"
Mereka memasukkan makanan tadi ke dalam mobil, sebelum pulang mereka akan berkeliling kota Bandung terlebih dahulu seraya membagikan seblak yang mereka bawa.
Selesai membagikan kini mereka menuju pulang, sekarnag sudah sekitar jam 22.35 wib, memang cukup lama karna mereka tadi ke gramed dan tempat lainnya.
"Ger, gue ada pertanyaan radom lo harus jawab"
__ADS_1
"Apa?"
"Misalkan lo punya cewek trus lo tuh sayangg banget sama dia, trus tiba-tiba gua sama dia sama-sama dalam bahaya. Lo pilih nolongin siapa dulu?"
"Pertanyaan konyol"
"Jawab elah!! Lo mah udah janji harus jawab"
"Ya elo lah, se cinta-cintanya gua sama pacar gua, gua tetap utamain lo! Gapapa gua kehilangan dia tapi gua gak mau kehilangan lo dan mami gak boleh! Gak akan gue biarin lo ninggalin gue"
"Dihh berat banget jawaban lo"
"Jangan mancing gue Grizelle" Gerald memang sensitif jika membahas hal seperti ini.
Dirinya benci dengan hal seperti itu karna akan terus terbayang setiap saat dan akan membuat Gerald benar-benar takut.
"Eh ada lagi pen nanyaa"
"Kalo pertanyaan lo gajelas lagi gua gak mau jawab"
"Enggakk!! Ini serius lo harus jawab"
"Hmmmm"
"Ikan itu punya keringat gak si?" Gerald melirik ke Rizell sekils.
"Gue tinggal di tol keknya sabi sih" gumam Gerald.
"Dihh gue serius nanya loh"
"Pertanyaan lo ada yang lebih ber bobot gak?"
"Pembelajaran itu mah! Jawab dong"
"Gak tau gue, gue anak IPS bukan IPA"
"Lah? Masa lo IPS?"
"Iya, udah malam mending lo tidur deh nanti gue bangunin kalo dah sampe"
"Gak mau! Gue mau nemenin lo aja"
"Idupin lagu dah" pinta Gerald
"Lagu apa ya?"
"Suka-suka lo deh"
Rizell menyetel lagu angkot yang tengah trend,
"Zell! Ah yang bener lagu nya!!"
"Ini udah bener! Ayas kasih playlist ini gua baru tau ternyata se kane itu!!"
"Gak! Ganti lah kek apaan dah"
"Diem deh lo nyetir aja"
"Grizelle"
"Fine! Mau lagi apa lo" kesal Rizell
"Yang apa kek serah asalkan jangan dangdut tadi"
Akhirnya mereka mendengarkan playlist yang sedang ramai di dengar, awalnya Rizell bernyanyi sampai beberapa saat tak lagi tersengar suaranya ternyata Rizell tertidur,
Gerald menepikan mobilnya sebentar lalu memperbaiki posisi tidur Rizell agar lebih nyaman,
"Ck, cantik banget kakak gue!" Gumam nya pelan agar tak membangunkan Rizell.
...š¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENš¤...
__ADS_1