
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR🖤...
Gerald menggendong Rizell yang sudah tertidur lelap, menuju kamar sang kakak. Gerald tau tangannya kembali berdarah sebisa mungkin dirinya menahan dan tidak meninggalkan noda di pakaian Rizell.
"Good night my world" ucapnya lalu mengecup kening Rizell.
Buru-buru Gerald pergi setelah memastikan tak ada noda darah di pakaian Rizell, Gerald langsung menghubungi Arka untuk mengobati tangannya.
"Jadwal gue besok apa?"
"Kosong tuan, besok anda bisa istirahat" Arka sengaja mengosongkan jadwal Gerald karna bos nya ini seakan robot yang ngepush semuanya langsung.
"Besok jangan ada yang nyari gue atau ganggu gue kecuali emang penting. Gue bakal bilang orang rumah juga"
"Baik tuan"
"Terima kasih" ucapnya setelah Arka mengibati lukanya.
"Dimana obat tidur gue?" Arka memberitahu kalau obatnya ada di laci samping tempat tidur.
"Yaudah istirahat, lo gue kasih cuti seminggu"
"Eh? Yang benar aja tuan?"
"Nikmatin waktu lo, kalau kurang bilang aja. Masalah kerjaan minta Mahen handel dulu"
"Baik tuan"
__ADS_1
Gerald meminta Arka pergi, dia meminum ibat tidur yang ada di laci lalu merebahkan tubuhnya.
Coba saja perlama waktu mereka di Spanyol mungkin bukan tangan saja yang terluka tapi nyawa Gerald sudah tak tertolong.
Kenapa? Karna Gerald terlalu ngepush dirinya untuk selalu ada dan bisa melakukan semuanya demi orang yang dia sayang,
"Gue masih muda tapi ko berasa tua banget ya" gumamnya sendirian.
"Handel sana sini"
"Gak kebayang kalo gue tetiba meningal gegara kecapean"
"Kalo gue meninggal gimana ya?"
"Ending tanpa pemeran utama dong?"
"Keknya gue udah harus bagi warisan buat orang-orang terdekat gue terutama Rizell"
"Bahangin aja dah tetiba gue meninggal trus si Rizell nikah nih sama Eden apa gak bangun gue dari kubur"
"Hahaha apaan dah otak gue, gue tau si Eden serius sama Rizell cuman gue masih belum rela aja dan Eden kayaknya juga belum bisa lepas dari sifat redflag nya"
"Ck, mending tidur pikiran ngawur begini mabuk kagak"
Gerald memejam kan matanya, tidur dengan gelisah karna memang mencoba tidur walau reaksi obatnya belum makanya jadi gelisah.
...🌚🌚🌚...
Basecamp Aquila,
Mereka berkumpul setelah sekian lama tidak bertemu dengan angek-antek mereka.
"Ceh ileh baru ingat pulang bang?"
"Gimana bro? Aman?"
"Tembak dalam gak bang?"
"Si bos mana nih ilang'"
"Muka pada kusut padahal abis linuran gajelas lo pada"
Seperti itu kira-kira percakapan mereka saat bertemu ketua inti aquila. Pertanyaan yang berbobot hingga yang tidak berbobot mereka respon.
Hanya Rian dan Relga saja sih Mahen dan Nata cuman diam, bagaimana mereka tidak diam. Semua kerjaan yang harusnya Arka handel setelah balik dari Soanyol di linpahkan ke mereka berdua.
Walau ada sekertaris mereka tetap saja pekerjaan ini memerlukan tanda tangan mereka sebagai wakil kanan dan kiri menggantikan Gerald.
"Kata anak-anak di sekolah ortu kita pada di panggil" Rian memulai pembicaraan.
"Kenapa?" Tanya Nata
"Apa yang kenapa?"
"Kenapa bisa di panggil bege!"
__ADS_1
"Ya menurut lu aja anj, satu bulan cuman beberapa hari aja kita masuk sisanya inin kek anak yang punya sekolah aja"
"Kan emang?" Ucap Relga
"Lah iya ya"
"Lo urus Rel, bonyok jangan sampe ke sekolah bukan nya apa mereka udah pada sibuk jangan bikin tambah sibuk gegara kita" ucap Nata.
"Aman, gue dah hubungin kepsek nya"
"Masalah sekolah dan anak-anak lo berdua handel, masalah kerjaan gue dan Nata sampe Gerald balik"
"Atur Hen, semua mah ke handel sama kita" Mahen mengangguk percaya dengan ucapan Rian dan Relga.
Mereka bolos, iya bolos selalu dan akan selalu seakan sekolah itu milik mereka. Ia si memang orang tua mereka yang suka kasih sponsor apapun d sekolah dan memang ada saham keluarga mereka juga.
...🌚🌚🌚...
"WOY MALING WOY!" Mereka sontak yang berada di dalam basecamp berlari keluar mendengar teriakan seperti itu.
"BANG KENAPA BANG?" Tanya salah satu anggota ke warga,
"Itu tuh entah anak mana bang! ketahuan lagi anu-anu cewek di rumah kosong sana!!"
"Wah gak beres!!"
"Kejar anj!" Perintah Relga seraya berlari mengikuti warga yang mengejar.
"SAMPAI DAPAT!! Kalo gak dapet lo pda yang abis!!" Perintah Nata.
"Bang trus cewek nya gimana?" Tanya Mahen yang tak ikut lari
"Sama ibu-ibu di sana bang masih d rumah kosong" Mahen menganggguk.
"Panggil Eden, heran gue ada aja manusia idiot kek gini" gumamnya seraya memerintah John menghubungi kepolisian.
Warga sini tau tentang markas aquila bahkan mereka sangay senang ada aquila di daerah sini jadi jalan menjadi aman tidak seperti dulu sebelum ada aquila tempat ini dijadikan titik temu tawuran antar komunitas ataupun sekolah tak sedikit yang menjadi korban makanya banyak rumah kosong yang terbengkalai karna orang-orang pada takut jika terjadi tawuran atau kerusuhan lagi.
"Pastiin dapat!" Perintah Mahen ke anggotanya lalu Mahen pergi ke tempat yang di beritahu seraya menunggu pihak kepolisian.
Perempuan itu meringkuk ketakutan sambil sesegukan karna menangis, perkiraan umurnya mungkin masih duduk di bangku kelas 2 SMP.
"Mang" tegur Mahen karna ada mamang dan istrinya.
"Eh den baru keliatan"
"Iya mang, ini kronologinya gimana mang?"
"Kata si neng nya tadi dia tuh dari Jogja di ajak cowoknya ke Jakarta karna ada lowongan kerja gitu den, mereka baru aja tiba trus ketemuan nih ceritanya sama temen si cowoknya tadi di ajakin ke rumah kirain teh rumah temen si cowok taunya rumah kosong"
"Anak-anak pulang ngaji denger ada yang teriak mnta tolong nyamperin ke warung mamang tadi trus ya karna ada anak-anak sekolahan juga di warung mereka ngecek lah sama mamang bener aja neng nya mau di pake sama lima cowok udah di ikat segala"
"Pada ketangkep gak mang?"
"Ketangkep dua noh di sana di dalam masih takut di amuk masa jadi para warga sekitar masukin ke dalam"
__ADS_1
Mahen melirik ke arah yang di tunjuk mamang itu,
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...