
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEđź–¤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARđź–¤...
Bocor, keadaan Gerald dan yang terjadi dengan Gerald bocor ke media entah siapa yang mengirimkan informasi tersebut walau sempat di tangani untuk media tv tapi tidak untuk hastag trending di twitter.
Dan sedari berita itu tersebar, banyak papan ucapan cepat sembuh untuk Gerald berada di depan rumah sakit dan rumah mereka di tambah beberapa kali para petinggi negara ingin menjenguk Gerald namun tak ada yang bisa masuk ke dalam karna tak ada yang di perbolehkan.
“Gerald kenyang mah!!” Gerald sedari tadi di paksa untuk makan ini itu yang di sediakan mamah nya.
“Oke oke maaf ya”
Saat di ruang operasi Gerald membutuhkan empat kantung darah untungnya golongan darah Gerald sama dengan papa dan kakak nya walau begitu para bodyguard juga mendonorkan untuk Gerald siapa tau kurang kata mereka.
“Ma, Gerald mau ngomong berdua sama papa boleh?” Mamah Lauren menatap Geral seraya mengelus pucuk kepala anaknya lalu mengecupnya.
“Boleh sayang”
Mamah dan Rizell keluar, di luar ada teman-teman Gerald. Bukan di luar tepatnya di ruangan sebelah seperti ruang tunggu khusus keluarga desainnya seperti ruang keluarga di rumah.
“Ketangkap semua?” Tanya Gerald tanpa basa-basi.
“Tujuh yang hidup sisa nya mati di bunuh John”
“Keberadaan Mahen gak aman”
“Ya memang, jadi apa tindakan kamu?”
“Papa tau organisasi mana mereka?”
“Blackdie”
“Sama dengan yang di Malay?”
“Sepertinya”
“Ck! Sepertinya mereka melupakan Aquila”
“Sudah kamu putuskan?”
“Ya, mereka membuat Gerald seperti ini tak mungkin Gerald diam saja kan?”
“Bagus, darah di balas darah”
“Jadi tolong kerjasama anda bapak Gilbert”
“Harus membawa semuanya?”
“Anda kira generasi sekarang begitu lemah?”
__ADS_1
“Siapa tau”
“Hanya tim inti dan beberapa orang pilihan yang ikut”
“Terserah kamu, Jangan khawatirkan istri dan anak perempuan ku”
“Yaa” Gerald berekspresi julid memang papa nya ini agak kurang akhlaknya padahal kan dia juga perlu di khawatirkan bukan cuman mamah dan kakaknya saja.
...⚫️⚫️⚫️...
“Pertemuan pertama kita berdarah banget jadi kepo nih kalo pertemuan terakhir malah meninggal” sahut Ayas
“Kurang ajar mulut lo Yas Ayas” sahut Relga
“Brisik” ucap Gerald yang awalnya mau tidur namun tiba-tiba enam curut ini malah datang ke ruma sakit saat membaca grub chat yang mana mamah Lauren meminta mereka menjaga Gerald di rumah sakit.
Padahal Gerald sudah kekeh tidak perlu ada yang menjaganya toh rumah sakit sudah di jaga banyak bodyguard yang cosplay jadi pengujung.
“Ketimbang ngomong aja di bilang brisik” cibir Ayas
“Yas? Lo semua keluar atau gue yang keluar” ucap Gerald
“Ya keluar aja lo” Gerald menutup matanya menahan diri untuk tidak melempar Ayas dari lantai tujuh.
“Nat lo kalo gak mau gue lempar keluar ajak temen-temen lu keluar!” Oke sekarang Nata yang jadi tumbalnya.
“Ayo anak-anak bunda kita ke ruangan sebelah saja” ajak Nata.
“Gak ah males gue udah enak duduk di sini” Nata menatap Ayas lalu melirik ke arah Gerald kikuk.
“Yas ke sebelah ada ps5” ucap Mahen
“Okey berangkat” memang pawang Ayas ya Mahen sepertinya.
Mereka pun keruangan sebelah, banr kata Mahen di ruangan ini ada ps5. Ps5 milik Mahen yang sengaja di bawa ternyata olehnya untuk menemani nya nanti malam.
Gerald pun beristirahat, Gerald gak mau tidur tapi reaksi obat yang di berikan sebelumnya baru saja bereaksi alhasil matanya benar-benar di buat ngantuk oleh obat itu.
Sekitar dua jam Gerald tidur, ruangan sebelah heboh saat melihat Rizell datang selain membawa makanan yang banyak hal yang membuat heboh adalah dia menyetir sendiri ke rumah sakit.
Gerald yang sudah bangun itu menoleh ke arah sumber suara yang sangat di kenalinya,
“Rasa apa?”
“Lotus”
“Sama siapa lo ke sini?”
“emmm hehe ini” memperlihatkan kunci mobil ke arah Gerald.
“Mobil? Sendiri?” Rizell mengangguk.
“Siapa yang bolehin?”
“Diri gue sendiri lah”
“Zell? Astagaa”
“Gue kan bisa nyetir trus juga gue punya mobil! Sayang banget gak di pake!!”
“Papa mamah mana?”
“Ke Depok”
“Kenapa gak sama supir? Lo tau kan di luar lagi gak aman Zell”
“Tapi kan gue udah sampe dengan selamat!”
“Ya lo kalo gak selamat gimana? Heran udah di bilang kalo kemana-mana tuh bawa supir!!”
“Sekali doang juga!”
“Penjaga lo mana?”
“Gak tau”
__ADS_1
“ARKAA!!!” Teriak Gerald,
“Lo kenapa deh!! Gue juga gak papa kan gak perlu di besar-besarin!!”
“Ya tuan?”
“Siapa yang bertugas jaga Rizell?”
“GERALD!! GUE YANG SALAH KENAPA MALAH NYALAHIN ORANG!!!”
“Anj di sebelah pertengkaran bro” ucap Rian
“Sutt lo mau kena amuk juga?” Tanya Relga
“Si Gerald Masih posesif?” Tanya Alexa
“Kek gak tau Gerald aja lo kalo dah nyangkut si Rizell” sahut Rian
“Lo diem” ucap Gerald ke Rizell,
“Grub B tuan”
“Lalu? Dimana mereka?”
“Akan saya cari tau tuan”
“Mereka di rumah gue kasih obat tidur!” Jawab Rizell,
“Oke tiga puluh cambuk dan kurung mereka jangan di beri makan selama seminggu!” Perintah Gerald.
“Ger?”
“Ah jangan tiga puluh tapi lima puluh”
“GERALD KANE OURANOS!!!” Teriak Rizell seraya menangis.
“APA-APAAN SI LO HAH!! MEREKA GAK SALAH GUE YANG SALAH!! GUE CUMAN MAU NYETIR SENDIRI MAU BEBAS WALAU SEBENTAR GER GUE BUKAN BURUNG DI DALAM SANGKAR!!! GUE ENGAP TAU GAK SIH!!! ENGAPP GER!!"
“Gue cum...”
“GUE JUGA TAU DI LU....”
“Lo berdua lagi sama-sama gak dalam kondisi baik, tenangin diri masing-masing dulu baru bicara lagi” Alexa merangkul Rizell,
“Jangan sentuh orang-orang gue! Lo sentuh mereka gue gak akan segan-segan lakuin apapun yang lo benci” ucap Rizell sebelum menarik Alexa pergi dari ruangan Gerald.
“Hukumannya gak jadi” ucao Gerald, Arka mengangguk lalu undur diri.
Beberapa saat hening sampai Mahen dan Nata masuk ke dalam ruangan
“Rizell ke mall sama Ayas Alexa Relga Rian dan bodyguard” Nata memberitahu Gerald,
“Hmmm”
“Jangan terlalu di posesif Ger, gak baik” ucap Nata lagi,
“Ya”
“Kalo lo tau salah minta maaf jangan batu”
“Ya”
“Walau gak ada bodyguard juga kan yang lain pasti mantau juga, Rizell gak mungkin keluar kalo emang orang rumah gak dapet ijin dari bos”
“Hmmm”
“Boleh gue pukul gak si Hen temen lo ini?”
“Pukul aja mumpung masih jadi pasien” sahut Mahen
“Gak jadi deh” ucap Nata.
Gerald diam karna otaknya sedari tadi merasa bersalah karna membuat Rizell menangis apalagi saat melihat dessert di atas meja yang di bawakan oleh Rizell untuknya perasaan bersalah ini semakin menjadi.
...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...
__ADS_1