Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 20


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEđź–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARđź–¤...



Gerald dan Rizell tak saling tegur mereka hanya diam-diaman seakan orang tak kenal. Oh ya Gerald sudah pulang dan hari ini akan berangkat bersama para inti Aquila Wild namun sebelum itu mereka akan rapat bersama apra petinggi terlebih dahulu.


“Gak hadir?” Tanya Nata ke Mahen,


“Gak tau” Mahen cuek saja sudah biasa hal ini terjadi jika ada pertemuan.


Keluarga Mahen itu sulit di ketahui dan sangat rumit menurut mereka, hanya keluarga sahabat dan orang tertentu saja yang mengetahui keluarga Mahen itu.


“Susah juga musuh keluarga lo terlalu bar-bar” ucap Relga,


“Lo takut Hen?” Rian sedikit meragukan tekat sahabatnya ini.


Di ruangan ini tak banyak selain Gerald dan antek-anteknya, ada juga papa Gilbert dan ayah dari Relga juga Nata sisanya akan ikut melalui video kecuali orang tua Mahen.


Ruang rahasia yang hanya di ketahui oleh beberapa orang saja terletak di bawah perusahaan Our company milik keluarga Ouranos, di setiap perusahaan milik orang yang ada di ruangan atau di video juga ada.


“Saya mau mereka” pinta Gerald membuka rapat ini.


“Tapi kita tidak bisa bertindak sembarangan, mereka juga bukan organisasi kecil” ucap Ricard Seoh ayah dari Rian


“Benar kata Ricard” sahut James Alta Aximus ayah dari Nata.


Jadi mereka di sini bicara formal tidak memandang keluarga jika dalam rapat seperti ini karena setiap orang yang ada di sini memiliki jabatan dan tanggung jawab masing-masing.

__ADS_1


“Kalau pendapat saya, mereka terlalu berani sampai melukai beberapa orang kita! Walau tidak ada yang berhasil mereka bunuh tapi tetap saja mereka terlalu lancang!” Kini Relga yang bersuara.


“Kalau mereka di biarkan maka kedepannya akan terjadi hal serupa” ucap Mahen


“Kita tidan bisa gegabah, semua harus di rencanakan!” Kalingga Prasetyo ayah Relga,


“Yang di katakan Kalingga benar! Kalian tidak bisa pergi tanpa rencana yang matang!” Ucap James


Note :


*Kalingga Prasetyo (ayah Relga)


*Ricard Seoh (ayah Rian)


*James Alta Aximus (ayah Nata)


*Gilbert Ouranos (ayah Gerald


Sorry banyak nama huhu.


“Rencana? Saya sudah punya. Dan saya tidak bisa menunggu sampai rencana yang kalian maksud itu selesai” Gerald sepertinya serius ingin menyerang blackdie lebih dulu.


Bukan menyerang lebih dulu tapi balas dendam karna blackdie lah ya g lebih dulu menyerang mereka,


“Apa rencana mu?” Gilbert bertanya,


“Bersiap, serang, dan menang” jawab Gerald santai.


“Itu bukan rencana tapi bunuh diri” sahut Kalingga,


Memang berpengalaman, ditambah aura Mahen tidka seperti biasa seakan Mahen itu orang yang berbeda bahkan yang lain pun juga. Suasana ruangan ini sangat pengap bagi mereka yang jarang mengikuti rapat ini.


“Rapat ini terlalu lama! Kalian terlalu memikirkan hal buruk! Jika ada yang keberatan bisa keluar” Gerald berucap dengan santai tapi penuh penekanan.


Orang yang berada di dalam sini harus dapat menerima keputusan yang sudah di buat bersama kecuali mereka yang tidka menerima atau ragu bisa pergi dari ruangan ini.


Karna menurut Gerald, rapat di adakan untuk melakukan serangan balik bukan untuk merencanakan tindakan yang mereka ambil.


“Tidak ada yang keluar? Berarti kalian menyetujui apapun keputusan kami” ucap Gerald.


“John, data” pinta Mahen.


John memberikan beberapa berkas yang menunjukkan latar belakang balckdie dan informasi dulu dan sekarang milik blackdie,


“Kalian tak akan pergi berlima saja kan?” Tanya Ricard,


“Menurut anda?” Tanya Nata balik,


“Mereka terlalu banyak untuk kalian yang hanya berlima! Setidaknya bawa lima puluh orang untuk berangkat” ucap Ricard


“Kita tidak harus membasmi mereka semua, kita hanya pergi lalu mengambil kepala ketua mereka dan beberapa orang yang ada untuk peringatan” gumam Mahen sambil mengecek berkas yang di berikan.


“Beberapa orang? Berapa memang yang kalian mau?” Tanya Gilbert

__ADS_1


“Tiga puluh mungkin” gumam Rian


“Anak setan” sahut Ricard


“Ya, anda setan nya” jawab Rian balik,


“Hadrian Seoh”


“Calm down pa” ucap Rian seraya terkekeh.


“Setidaknya dua puluh kepala atau lebih agar para organisasi tau dan tidak akan bertindak sembarangan lagi” ucap Nata.


Mereka terus membahas sampai tak terasa sudah tengah malam berada di ruangan itu mulai dari jam tujuh malam smapai jam setengah dua belas.


Selain membahas tentang blackdie mereka juga merencanakan penyerangan dan membahas beberapa hal lain, keberangkatan du tunda menjadi besok malam awalnya Gerald menolak namun tak jadi mengingat yang di katakan itu ada benarnya.


...⚫️⚫️⚫️...


Mereka sudah pulang ke rumah masing-masing untuk siap-siap besok siang berangkat, oh ya Gerald juga berdebat dengan ayahnya di jalan pulang perihal Rizell di perbolehkan menyetir sendiri.


Ayahnya sudah memerintahkan beberapa bodyguard bayangan untuk Rizell dan juga sang ayah merasa kalau terlalu ketat menjaga Rizell mengingat dia anak pertama dan merasa sekaan burung di dalam sangkar.


Tengah malam, Gerald tak bisa tidur dirinya seperti tengah gelisah entah apa yang membuatnya gelisah dirinya juga tak tau.


“Mau kemana tuan? Sudah tengah malam” Tanya satpam saat Gerald mendorong motornya dari garasi ke gerbang depan sengaja tak dinyalakan takut Rizell bangun.


Karna kamar Rizell tepat di atas garasi walau di lantai tiga terap saja bakal terdengar mengingat kejadian dimana Rizell meneriaki inti aquila karna geber-geber.


“Beli rokok”


“Biar saya saja tuan, sudah mal..”


“Sekalian nyari angin mang” satpam pun tak bisa membantah lagi lalu mengangguk dan membukakan gerbang.


“Gue baliknya pagi”


“Tuan mau kemana?”


“Markas, lo nanya sekali lagi gue pecat” satpam itu hanya mengangguk diam.


Gerald pergi melajukan motornya setelah mendorong agak jauh dari gerbang, tujuannya mencari warung atau toko yang masih buka untuk beli roko. Padahal roko nya masih banyak entah kenapa pengen saja beli.


Setelah membeli roko, Gerald ke markas utama dimana ada beberapa anggota yang memang bergabtian jaga markas dan emang gak pulang.


“Lah bang? Sendiri?” Gerald mengangguk.


“Aman kan?”


“Aman bang, mau minum bang?”


“Gue bisa ngambil sendiri, lo pada lanjut aja gue ke atas dulu”


“Eh? Oke oke bang”

__ADS_1


Mereka sedikit kaget mendengar Gerald berbicara lebih dari lima kata biasa dia sangat cuek ya kadang juga memang bisa berkata panjang cuman mereka anggota kan jarang bersama Gerald.


...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...


__ADS_2