Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 7


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEđź–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARđź–¤...



Rizell tak memaafkan para perempuan dan laki-laki itu karna mereka hampir melecehkan dirinya, Geral tentu senang Rizell tak memaafkan maka itu eksekusi tahap dua berlanjut.


“Udah biarin aja gue cuamngak maafin tapi gak harus lo bunuh juga mereka”


“Siapa yang mau bunuh coba, liat aja nanti malam”


“Mau lo apain?”


“Apan gimana? Gak di apa-apain”


“Geral”


“Itu si Relga sama Rian cuman kirim video doang”


“Video apa?”


“Lo gak boleh liat masih kecil”


“Heloww gue tua dari lo setahun ya kalo lo lupa”


“Video mereka main”


“Gila!!! Ko bisa”


“Ya bisa lah” Rizell tau sifat adeknya apa yang di inginkan pasti bakal di dapatkan apapun rintangannya.


Oh ya Rizell sudah pulang dan sekarang sudah di rumah, untuk pelaku yang mukanya agak retak dan hidungnya patah di bawa ke rumah sakit milik keluarga dan sudah di tanganin.


Tinggal memberi pelajaran ke para perempuan itu saja, video nya sudah tersimpan dan tinggal di sebarkan apalagi tiga orang itu sangat terkenal di kalangan mahasiswa karna muka cantik mereka.


“Gimana keadaan kamu kak?” Tanya mamah sambil membawa nampan berisikan makanan untuk Rizell


“Udah gapapa ma”


“Dek, di cari kakek di bawah” Geral mengangguk.


Geral turun untuk menemui kakeknya, tak ada di bawah ternyata ada di halaman belakang tengah menikmati secangkir kopi dan pemandangan danau yang ada di belakang rumah.


“Kakek manggil Geral?”


“sudah datang, iya kakek manggil kamu. Lusa kamu ada waktu?”

__ADS_1


“Kenapa?”


“Kamu bisulan? Gak bisa duduk?” Geral bingung namun dirinya langsung duduk.


“Kenapa lusa?”


“Kakek mau minta temanin kamu ke Malaysia”


“Ngapain? Ketemu opa?”


“Kakek lagi serius”


“Ya langsung ke inti nya aja kenapa si”


“Pengen jalan ke sana aja”


“Malaysia ya, kenapa gak ke Thailand aja”


“Biar sekalian cek lokasi buat bikin anak perusahaan”


“Aduh kakek mah udah tua kerja mulu healing kek healing”


“Itu juga healing namanya”


“Kenapa gak sama kakak aja?”


“Sama kakak kamu sudah sering, kamu ini yang susah sekali menemani kakek!”


“Geral temenin tapi bikinin hotel ya”


“Ngelunjak”


“Iya apa enggak”


“Motor atau mobil aja gimana?”


“Mobil udah ada banyak yang baru juga masih belum datang beberapa, saham aja deh gimana? Tapi 20%”


“Kalo kaya gitu saham sama Pajero baru”


“Istighfar Ger istighfar” ucap sang kakek mmebuat Geral terkekeh.


“Yaudah atur aja, pake pesawat pribadi kita kan? Geral malas harus ngantri-ngantri”


“Iya suka-suka kamu, berangkat lusa”


“Bertiga aja nih kita?”


“Ajak teman kamu juga boleh”


“Yaudah nanti Geral coba ajak”


Geral pun menyeruput kopi milik kakeknya tanpa ijin sudah biasa memang kelakuan Geral agak kurang ajar namun hal itu yang menbuat kakkenya tersenyum.


...🌑🌑🌑...


“Lo udah liat trending hastag twett gak?”


“Well gila banget mainnya”


“Liar banget kalo main ya”


“Omongannya sok suci banget”


“Denger-denger mereka ngunciin Grizelle di kamar mandi ujung kan”


“Iya anj katanya”


“Cowok Grizell dateng kemarin”


“Iya gue sempet di tanyain ada liat Grizelle gak gitu, gue gak berani natap mukanya serem cok gak bersahabat”

__ADS_1


“Oh yang lo ceritain di chat itu”


Mereka membahas kejadian kemarin, Grizelle tak masuk ijin masa oemulihan padahal sudah pulih hanya saja Rizell malas ke kampus malah meminta mamah nya menemani perawatan.


Di waktu yang sama, sekolahan Geral mengadakan pertandingan sahabat antar sekolah seberang dadakan katanya yapi kali ini mereka sekolah Geral yang ke sekolah lawan untuk tanding futsal.


“Lo ikut kek Ger, biar menang” ucap Rian


“Gue ikut berasa main sendiri”


“Udah sana, gue tunggu di kursi penonton sampe kalah gak usah ikut lo semua liburan” ucap Geral mengancam teman-temannya agar segera mulai pertandingan.


“Anj ancaman lo jelek banget” ucap Relga,


Yang main cuamn rian dan Relga sisanya dari kelas lain sednagkan Nata dan Mahen tak ikut mereka duduk bersama dengan Geral di kursi penonton.


“Gimana? Puas lo” tanya Geral ke Nata,


“Biasa aja, udah besar”


“Anj pembahasan lo pada” umpat Mahen, sesaat Mahen tak paham namun seketika Nata menjawab smeua langsung terjawab dan kemana arah pembicaraan keduanya.


“Besok kan berangkat?” Tanya Nata,


“Bisa kan lo?”


“Di tanggung kan?”


“Kesadaran diri aja si”


“Ck, oke berangkat lah”


Liam menit pertandingan sudah di mulai, Relga dan Rian terus menerus mencoba mencerak gol namun selalu meleset.


“Hii, gue Theresia Azren” mengulurkan tangannya ke Geral.


Geral tak sadar karna terlalu memperhatikan permainan teman-temannya, liat saja jika ini kalah habis anak futsal nanti saat latihan di buat Geral.


Nata dan Mahen melirik, Geral setan mungkin itu yang ada di benak keduanya karna mediamkan tangan perempuan yang sedari tadi ada di depannya.


“Woi Su” Nata menyikut lengan Geral.


“Apa” Geral melirik ke Nata lalu ke depan karna ada yang menutupi pandangannya.


“Siapa lo?” Tanya Geral sedikit kaget tapi mencoba biasa saja.


“Eh? Gue Theresia Azren. Boleh kenalan kan?”


“Oh ya boleh, gue Natala” Nata langsung menatap heran ke Geral,


“Nama lo bagus cocok sama muka lo ganteng”


“Makasih” gumam Nata pelan,


“Udah kan? Lo bisa minggir gak? Gue lagi nonton nih” Theresia kikuk lalu mengangguk.


Beberapa orang yang ada di dekat mereka menahan tawa dan senyum kala melihat Theresia di cueki bakan tak di pedulikan. Theresia Azren primadona sekolah lawan katanya yang gak pernah di tolak oleh siapapun tapi di hadapan Geral malah tak di tolak.


“GOL” teriak penonton dari sekolah Geral,


Para anggota futsal sudah ketar-ketir kalau mereka kalah sudah pasti ketua tim atau tangan kanan pelatih akan menghukum mereka dan akan menberikan latihan berat setelah ini.


Geral itu walau suka berantem prestasinya banyak dan selalu juara kelas cuman kebaikannya itu tertutup oleh keburukan itu sendiri bahkan sudah kelas 12 ini saja terakhir sebelum naik kelas itu Geral juara satu dan nilai tertinggi.


“Bang, gue cabut dulu. Kalo mereka kalah kabarin aja biar sore nanti abis”


“Oke Ger” ucap coach.


“Eh lo, ambil video mereka main yang bagus nanti gue kasih duit” ucap Geral sebelum pergi.


...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...

__ADS_1


__ADS_2