
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
"Eh lo pada tau gak? Si Ale punya anak"
"Hamidun kayaknya"
"Mana gak ada bapaknya"
"Cantik sih anaknya tapi ya ups banget nih"
"Bodynya masih bagus lagi"
"Bisa kali ya"
Rizell, Ayas dan Ale sedang berada di taman kampus seraya menikmati angin dan menunggu kelas berikutnya.
"Lo gak marah?" Tanya Rizell dengan muka polos nya.
Rizell? Polos? Hahaha iya dia polos.
"Ngapain harus marah? Mereka gak tau apa-apa wajar kan gitu?"
"Halah kek kita gak tau isi otak lo aja" sahut Ayas.
Ale menyeringai lalu terkekeh, di otak Ale tengah memikirkan peralatan atau senjata mana yang harus dia gunakan untuk membalaskan apa yang dia dengar saat ini.
Waktu berlalu begitu saja, selesai kelas Rizell memilih untuk ke perpustakaan kampus karna ada buku yang ingin dirinya baca. Sayangnya Ale dan Ayas tak bisa menemani alhasil dirinya sendiri saja.
"Lo kenal Alexandra anak ekonomi gak?"
"Oh tau gue, anak-anak kampus gue rame bahas dia punya anak kan?"
"Iya anj gila sih mana pede banget bawa ke kampus"
Rizell duduk tepat di belakang mereka berdua, Rizell sudah menahan diri sejak kemarin dimana saat Ale mengajak Leo ke kampusnya.
__ADS_1
Ale masih belum menemukan babysitter untuk Leo, dan Ale tak mungkin selalu merepotkan orang tua Rizell.
"Mba, suaranya bisa di pelanin gak? Brisik soalnya" ucap Rizell, ucapan Rizell di abaikan mereka malah kesal karna di tegur.
"Datang-datang malah ngatur" kalimat itu terus berulang dari mulut mba belakang Rizell dan mereka juga masih membahas tentang Ale
...BUGGG...
Kepala mba nya menghantam meja, Rizell benar-benar sudah tak bisa menahan diri lagi. Orang-orang yang ngejudge tanpa tau yang sebenarnya itu manusia tolol, seburuk itukah? Aib ya kalau bawa anak kecil ke kampus?
"LO DARI TADI DI DIEMIN MAKIN NGELUNJAK YA!" Rizell masih menjambak kencang rambut orang itu, orang-orang yang ada di ruang baca itu langsung fokus ke arah Rizell dan mba-mbanya.
Satpam dan juga staff perpustakaan juga berdatangan.
"Lepasin gak!!"
"LO TAU APA SI SAMA HIDUP ALEXA? LO YANG KASIH DUIT SAMA MAKAN DIA YA?? SE SUCI APA SI LO SAMPE BISA NGOMONG KEK GITU?"
"Jangan berantem di perpustakaan!!"
"JAWAB!!" Teriak Rizell seraya mengencangkan cengkramannya pda rambut orang itu.
"Mba lepasin mba kasian!!"
"Neng lepasin neng kasian itu"
"JAWAB!! SESUCI APA SI LO MBA?"
"Lepasin bngst!!"
...BUGGG...
"Astaga!!"
"PISAHIN DONG PAK!!"
"MBA KASIAN MBA" entah kenapa para staff dan satpam tak berani menyentuh tubuh Rizell untuk memisahkan nya.
"Jawab!!" Ucap Rizell.
"Lo ngomongin orang, ngejelekin orang! Padahal kehidupan lo lebih hina, gak malu lo? Kelamin lo tuh bernanah, kerjaan open bo doang bangga malu mba malu" perempuan itu semakin menangis entah menangis karna sakit atau malu mungkin dua-duannya.
"Hikss tolong hikss sakit tolong"
Rizell melepaskan cengkramannya,
"OH ASTAGA!!" Ayas dan Ale seakan berfirasat kalau Rizell akan berulah mereka yang sudah pulang tiba-tiba memilih putar balik.
"RIZELL!!"
"Kita ketemu di pengadilan!! Gue bakal laporin lo" ucap teman mba nya.
"Oke sana huss lo berdua bau busuk" ucap Rizell.
"LO BERULAH APA RIZELLL!!" Ayas menarik mundur Rizell.
"Maaf ya bu pak, ini kartu nama saya kalau ada kerusakan atau apapun bisa hubungin ke sini aja" ucap Ale berulang kali meminta maaf.
"Mampus kalo gini mah" ucap Ayas
"Kita permisi ya bu pa, sekali lagi kita minta maaf"
"Ada-ada saja anak muda jaman sekarang"
__ADS_1
"Mba mas yang ngerekam tadi tolong di hapus ya kalau emang gak mau keseret masalah ini" ucap Ale.
"Buru elah lama banget!!" Ucap Ayas karna Rizell terllau lama membereskan barang-barangnya,
"Racun cobra sama kodok Dendrobatidae kayaknya cocok" gumam Rizell,
"Iya nanti kita bikin sekarnag kita pergi dulu dari sini" ajak Ayas.
Mereka pun pergi dari perpustakaan, Ayas sedari keluar sudah mendumel kesal bagaimana tidak. Mereka senang Rizell melawan orang-orang itu dengan diri sendiri tapi tidak begini karna ini terlalu bar-bar bahkan di luar nalar cewek.
...🌚🌚🌚...
"Astagfirullah" ucap sang papa karna Rizell tak berani pulang malah menyusul papa nya ke kampus.
"Ya abisanya kesel banget Rizell!!"
"Hubungin Eden bilang kalau kita mau ke polres"
"Kenapa harus ke Eden?"
"Suratnya bakal di antar ke rumah kalo gak kamu cegat dulu, kamu mau mami tau hmm?"
"Oh iya ya, tumben papa pinter"
"Grizelle" panggilnya.
"Hahahha sorry pa" papanya hanya menggeleng.
Sebenarnya papa nya tau kalau Rizell bertengkar sebelum Rizell datang, pengawal bayangan Rizell memberikan laporan kalau Rizell bertengkar dan papa nya yang awalnya mendengar benar-benar kaget ingin segera ke tempat Rizell tetapi dirinya urungkan.
Ingin melihat apa tindakan yang di ambil sang anak, namun di luar perkiraan BMKG anaknya terlalu baik.
Mereka pun ke polres untuk memenuhi panggilan kepolisian, di sana ada korban, orang tua korban dan beberapa teman nya.
Rizell hanya bersama papa, sekertaris dan pengacara papa nya saja. Bokap korban kaget karna melihat siapa yang datang, berbeda dengan nyokapnya sudah memasang wajah siap tempur.
"DIA YANG BIKIN KAMU KAYA GINI?" Seraya menunjuk Rizell,
"Iya mi"
"Bu tolong jangan tunjuk-tunjuk ya" ucap Eden, dirinya sudah menahan kesal sedari keluarga korban Rizell ini datang.
Dia kaget saat teman kantornya memberitahu kalau ada yang membuat laporan penganiayaan pelakunya adalah Grizelle Kale O, awalnya dia tak percaya namun setelah menghubungi Rizell dan benar saja gadis pujaannya itu habis gelut.
"Bapak jangan mihak pelaku dong!! Ini hidung anak saya kaya gimana! Saya gak mau tau dia harus di tangkap"
"Pa, mami beneran gak tau kan ya?" Bisik Rizell di sela nyokap korban koar-koar.
"Kayaknya"
"Rizell males kalau mami ikutan bakal makin panjang"
"Ya berdoa aja kamu"
"Gini ya rasanya jadi Gerald kalo abis berantem, asik juga ternyata"
"Heh" tegur sang papa agak kencnag membuat semuanya yang ada diam karna kaget.
"APA!! BAPAK GAK TERIMA?! CUMAN MINTA MAAF SAMBIL SUJUD SMEUANYA UDAH BERES AJA GAK MAU!!"
"Apa maksud anda!" Tanya Gilbert papa Rizell,
Keasikan bicara dnegan putrinyay Gilbert jadi tak mendengarkan apa komplain an nyokap korban itu pantas saja muka Jaeden sedari tadi merah menahan amarahnya.
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...