
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
"Kak, a..aku Naura Arsylla. Aku mau minta maaf! Bawa ke bengkel deh kak motornya nanti aku yang bayar biaya perbaikannya" Nata yang tadinya gokus mendengarkan kembali mendongak menatap Naura.
"Lo yakin sama ucapan lo?" Tanya Nata ragu.
"Iya kak! Tapi tunggu aku gajihan kak"
"Gimana Ger?" Gerald kembali melirik karna dia tak peduli dengan pembicaraan perempuan ini.
Gerald melirik Naura sekilas lalu melirik Nata seraya berucap,
"Gimana apa?"
"Mau tanggung jawab katanya" seraya menyunggingkan semirk nya.
"Nata? Saya sedang menjelaskan apa anda mendengarkan?" Ucap papanya,
"Anj" gumam Nata,
"Maaf pak, iya saya mendengarkan"
"Fokus!" Ucap papanya.
"Baik pak"
"Gue bukan orang susah, gue bisa bayar sendiri" ucap Gerald dengan nada ketus karna kembali mengingat tentang motornya yang rusak.
"Aku serius ka! Aku bakal tanggung jawab"
"Gajih lo gak bakal cukup buat bayar biasa perbaikan motor gue, jadi mending gak usah nurunin harga diri lo! Tabung aja duit lo buat diri sendiri" pedas, ucapan Gerald bisa di bilang terlalu kasar.
Mata Naura sudah berkaca-kaca, kenapa hidupnya se sial ini se menderita ini? Naura hendak berlutut namun Gerald yang kaget langsung menahan nya.
"Maksut lo apa anj!!" Suara Gerald cukup keras sampai-sampai pengunjung yang tadinya cuman melirik sekilas langsung memperhatikan mereka.
__ADS_1
"****!!!" Umpat Nata yang ikutan kaget.
"Aku minta maaf kak hikss aku salah maafin aku! Aku bakal tangung jawab hikss"
"Tutup!!" Nata memberi kode ke bodyguard nya untuk menutupi mereka agar tidak banyak mata yang melihat.
"Aku hikss bakal lakuin hiks apa aja kak maafin aku hikss"
"Ck!!! Ribet" gumam Gerald yang mana membuat perempuan itu semakin menangis.
Manager caffe itu datang ikut menenangkan dan meminta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi karna karyawannya.
"Lo mau bayar biaya kerusakan?" Tanya Nata karna Gerald tak mau bersuara sama sekali karna dia kesal malu dan marah jadi satu saat ini.
"Iya kak"Naura sudah sedikit tenang.
Oh ya, temapt mereka duduk di tutup kain hitam sekeliling mereka agar tidak ada yang dapat melihat.
"Lo tanya aja biaya yang harus lo keluarin di bengkel seberang, karna Gerald bawa motornya ke bengkel itu"
"Parah banget ya kak?" Ucapnya seraya sesegukan dan dia tau dari rekan kerjanya kalau bengkel di seberang itu hanya di datangi para kelas atas atau sultan-sultan.
Uang yang di kelaurkan paling sedikit sepuluh juta kalau barangnya premium atau limited yang di beli.
"Cabut!" Ajak Gerald karna dirinya sudah sangat badmood.
Manager yang sedari tadi ikut mendengarkan agak panik, bagaimana tidak salah satu anak orang terkaya se Indonesia ini kurang nyaman bersda di caffe nya.
"Ini gimana? Duh gue lupa lagi zoom" gumam Nata
"Grizelle minta jemput" bohong Gerald.
"Yaudah bentar, btw tumben banget"
"Brisik" Naura hendak menahan namun para bodyguard itu menghalangi.
Alhasil makanan yang mereka pesan belum ada tersentuh sama sekali oleh mereka akibat ulah Naura, beberapa saat kemudian caffe kembali seperti aebelumnya walau ada yang mmebicarakan dan mengenali Gerald dan Nata.
"Kamu mau bikin usaha saya hancur?" Tanya manager tersebut yang tengah berada di ruang kerjanya bersama Naura.
"Bukan kak, saya minta maaf kak! Saya benar-benar gak bisa berpikir jelas karna memang saya sangat bersalah sudah bikin kakak yang tadi jatuh dan saya mau tanggung jawab"
"Kamu tau gak dia itu dari keluarga mana! Astaga kamu ini baru pertama kerja sudah begini"
"Saya benar-benar minta maaf ka" ucap Naura.
Naura di minta pulang lebih awal untuk menennagkan diri, untung saja dirinya tidak di pecat bisa-bisa dia akan jadi gembel selama di sini.
...🌚🌚🌚...
"Gerald pulang" ucap Gerald.
"Kusut banget mukanya?" Tanya mami
"Kesel mi" ucap Gerald seraya memeluk mami nya.
"Cerita sama mami, tapi abang mandi dulu" Gerald menatap mami nya bingung.
"Bang?"
"Iya kan Gerald nanti jadi abang buat adeknya"
"emmm, sehat-sehat ya cil dalam perut mami. Jangan banyak tingkah lo, gue bantai ntar kalo lo dah lahir" ucap Gerald membuat maminya tertawa.
__ADS_1
"Mandi dulu, baru curhat sama mami" Gerald mengangguk lalu mengecup pipi maminya dan pergi ke kamarnya.
Tak butuh waktu lama, Gerald turun ke bawah untuk menghampiri maki nya yang tengah santai di ruang tengah.
"Jadi kenapa bang?" Tanya mami nya langsung.
"Gerald sedih ma, pacar Gerald masuk rumah sakit" ucapnya yang duduk di bawah sofa seraya memeluk kaki maminya.
Rambut Gerald d elus sang mami membut Gerald merasa tenang, mami nya memang yang terbaik.
"Abang punya cewek?" Gerald mengangguk.
"Trus gimana keadaan nya? Mami harus jenguk. Rumah sakit mana bang?"
"Tempat om Bram, prah Ma banget malahan"
"Ko? Bram punya rumah sakit?"
"Iya punya, hati Gerald sakit banget ma!"
"Wait mami gak bisa mikir deh bang, ko mami baru tau Bram punya rumah sakit? Gak ada tuh berita nya atau desas desus nya"
"Mami mah gitu, maksut Gerald yang rumah sakit itu tuh ya bengkel punya om Bram"
...PLETAKKK...
Dahi Gerald di sentil maminya, hampir dirinya senang kalau anaknya yang selalu bikin istighfar setiap hari punya pacar, tapi endingnya bikin kesal.
"Pacar kamu itu motor kesayangan kamu itu?" Gerald mengangguk.
"Cape mami sama kamu bang" Gerald mendongak menatap maminya.
"Mami gitu banget jawabnya! Gak mood cerita deh"
"Yaudah bagus, mending kamu pake ini deh bang bagus keknya"
"Apaan tuh?"
"Heheheh pake ya bang"
"Iii gak mau ah gak mau!!" Saat Gerald melihat isinya.
"Demi ade kamu lok ini bang"
Oke Gerald mengalah, Gerald mengenakan costum yang di beli mami nya entah sejak kapan yang jelas kenapa harus dirinya yang selalu menjadi korban?
...CEKREKK...
"Ganteng banget sih anak mami"
"Ah mami mahhh"
...CEKREKK...
"Ma hapus iih" rengek Gerald.
Namun sekali foto langsung di up story tanpa caption dan dengan asal potret entah blur atau tidak yang penting masuk story.
"Mereka Rian nanti liat ma"
__ADS_1
"Diem kamu bang!!" Ucap maminya tegas dan Gerald langsung diam secara pasrah
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...