Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 24


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEšŸ–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Gerald berpesta sendirian melawan orang-orang yang terkurung di dalam ruangan ini bersama dengan dirinya, sedangkan para sahabatnya di luar sudah mulai panik.


"GER LO DIMANA!!!"


"BNGST JANGAN MATI GER"


"WOI BNGST GERALD!!"


"NGOMONG ANJ NGOMONG"


"MANEH JANCOK!!!"


"Jalan ke arah gue sekarang! Ambil delapan belas kepala yang gue lempar!!" Perintah Gerald setelah hampir membunuh para sahabatnya karna khawatir.


"GAK PENTING BNGST!! Lo keluar anj" umpat Nata


"ADA ORANG DI DALAM!!!"


"KITA TIDAK BISA MASUK IDIOT ADA BOM!!"


"LIMA MENIT!!! PERGI DARI SINI!!!"


"BOM NYA AKAN MELEDAK!!!"


"Ger?? Keluar bego!!" Perintah Rian


"Anj kemana lagi tu anak!!"


"Kepala mereka sudah gue lempar semua!" ucap Gerald,


"Sekarang lo keluar" perintah Mahen.


"Permainan belum selesai" gumam Gerald seraya merakit ulang pistol dan senjata api yang ada di ruangan ini.


"Syalan!" Mereka langsung kembali ke temapt anak buah mereka berada mengambil semua senjata yang sudah di sediakan.


"PINTUNYA TERKUNCI!!"


"SYALAN!!"


...DOORR ...


...DOORR...


Mereka langsung menoleh dan mengarahkan pistol yang ada ke sumber suara.


"GERALD KNTL!!! LO SENDIRIAN BABI" ucap Relga

__ADS_1


"SIAPA ITU!!!"


"Berapa orang?" Tanya Gerald


"Lima puluh orang kurang lebih yang ada di dalam termasuk lo kayaknya" Nata memberitahu, karna saat mereka masuk tadi Nata sempat menghitung sekilas seraya bersembunyi.


"KELUAR LO!!"


"WOI"


"Periksa ke atas"


"Bodh hanya memeriksa saja takut!!"


...JLEGGG...


Lampu yang tadinya menerangi mereka walau sangat redup pun mati, seakan tengah bermain game pada umum nya Gerald tersenyum senang.


"KELUAR KALIAN!!"


"SIAPA ITU!!"


"KELUAR BDOH!!"


Gerald bersiul menambah ketegangan para pembunuh bayaran, pembunuh bayaran? Sepertinya mereka ini gadungan karna sedari tadi begitu lemah.


"KITA DI POSISI" Mahen memberitahu kalau mereka sudah ada di dalam rumah juga.


"Kalian sepertinya sangat meremehkan Aquila wild" gumam Gerald yang masih berada di lantai dua amun memperhatikan orang-orang itu yang berkumpul di lantai satu secara bergerombol seperti orang idiot yang menunggu kematian.


"TUNJUKKAN DIRIMU!!"


"AQUILA WILD? KAMI SANGAT MENGHORMATI PEMIMPIN PARA MAFIA TERSEBUT!!"


"HMMM? WOW" Gumam Gerald membuat mereka merinding bahkan para sahabatnya juga apalagi di tambah para sahabatnya itu melihat ruat wajah Devils Gerald.


"Itu Gerald gak kesurupan kan ya?" Tanya Relga dengan berbisik.


"Rel lagi serius ini gblg!" Kesal Nata,


"Perstan dengan kata hormat, kalian seperti idiot yang takut kematian" ucap Gerald,


"KALIAN SIAPA!!!"


"KITA TIDAK TAKUT SAMA KALIAN!!"


"ARGHHHH TOLONG!!!"


"Kalian bisa minta tolong juga ternyata" kini suaranya di sebelah kanan membuat mereka menoleh dan siaga.


"Maaf menganggu tuan muda, radar mendeteksi puluhan mobil mengarah ke sini" John memberitahu,



"Ger?" Panggil Mahen seraya menatap ke arah atas yang mana Gerald tersenyum padahal Mahen tengah menunggu jawaban dari dirinya.


"Giliran lo pada" ucap Gerald.


Gerald tersenyum kala melihat teman-temannya dengan kacamata inframerah yang tengah bergukat dan membunuh hampir lima puluh orang tanpa kesalahan itu.


"500meter!!"


"Ah sepertinya kalian kurang menikmatinya"


"200meter"


"Arghhhhhhh!!"


"Mereka mengenai ranjau"


"John, mulut lo brisik" ucap Mahen


"Maaf tuan muda"


Peredam suara memangsangat membantu agar tak berisik sebenarnya kurang puas jika tak ada suaranya tapi ya begitulah mereka harus sedamai mungkin melakukan misi ini.


"90meter!!" Bukan John yang memberitahu tetapi Dante tangan kanan Relga.

__ADS_1


Gerald turun di sambut tos an oleh para sahabatnya, mereka pun berjalan ke halaman belakang yang sudah di sambut dengan mobil yang tersusun.


"Kejam" gumam Rian saat Nata menjadikan salah satu kepala orang itu bola.


"Huekk bau darah" Relga berlagak seperti seorang anak manja.


Mereka pergi meninggalkan markas organisasi tersebut,


"Gak jadi lo ledakin?" Tanya Nata.


"Gimana Hen?"


"Tunggu mereka tiba" Relga mengangguk.


"Btw ketuanya gak ada kan? Di kira-kira mereka bukan anggota elit karna muka mereka gak ada di berkas yang John bawa" Rian terlambat menyadarinya,


"Ada dua anggota elit mereka tuan" ucap Adin tangan kanan Nata,


"Gue gak liat tuh" ucap Rian


"Kepala mereka ada di bagasi mobil" ucap Adin lagi,


Mereka tidak satu mobil, mereka berkomunikasi melalui suara saja dan saat ini mereka pergi secara terpencar untuk mengecoh musuh mereka.


"Relga" panggil Mahen


"Siap bos!!"


Di waktu yang sama,


"BADJINGANNNNNN!!!"


"APA MEREKA SEMUA MATI"


"BODOH!!!"


"CARI MEREKA SAMPAI DAPAT!!"


"BDJINGAN MANA YANG MENG..." ucapannya terhenti karna di tarik anak buahnya,


"BOS ADA BOM!!!"


...DUARRR...


...DUARRR...


...DUARRR...


...BRUGGG...


Rumah mewah sekaligus markas itupun hancur di hadapan sang ketua atau pemilik rumah itu, andai anak buahnya telat menyadari ada bom di sana mungkin ketua itu akan menjadi korban dalam ledakan tersebut.


"ARGHHHHHHH BNGSTTT!!!"


"BRNGSKKK!!"


Setelah melihat semua anak buahnya terbunuh lalu melihat markas miliknya hancur di depan mata,


"Bos" salah satu anak buahnya menemukan surat di kotak surat depan,


Entah firasat atau apa anak buahnya itu mengecek kotak surat, bukan firasat melainkan keanehan pada kotak surat tersebut karna awalnya berada di dekat jalan kini berada tak jauh dari bangunan yang rubuh sekitar lima meter.


"PERINGATAN PERTAMA" hanya itu saja dan sebuah tanda yang sangat di kenali semua orang di dunia bawah yaitu tanda AW dan semua mafia yang ada bahkan organisasi manapun sangat tak ingin mendapatkan tanda tersebut.



Aquila wild memang sangat di takuti karna memang skala mereka begitu besar dan sangat berpengaruh terhadap dunia bawah. Orang yang mendapatkan tanda itu artinya mereka sangat spesial dan angat di sukai para pemimpin AW.


"Aquila wild? KEBODOHAN APA LAGI YANG KALIAN LAKUKAN!!!"


"Tarik orang yang mengejar!!" Perintahnya,


"Baik bos"


Peringatan pertama saja sudah begitu kejam bagaimana jika oeringatan terakhir? Jangan di bayangkan karna bakal sangat kejam dari peringatan pertama.


...šŸ–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENšŸ–¤...

__ADS_1


__ADS_2