Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 53


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEšŸ–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Dua hari kemudian,


"Segitiganya kena ya Ger?" Tanya Nata saat baru tiba di bengkel tempat mereka biasa memperbaiki motor-motor mereka.


"Hmmm"


"Yaudah beli baru lagi aja Ger" saran Nata,


"Lo kira gampang?" Dengan nada ketus Gerald menjawab.


Motor sport Gerald ini limitid edition, semua yang ada di motor Gerald ini sangat langka dan mahal maka itu cukup sukit untuk mendapatkan kerangka atau aksesoris motornya.


"Ya tinggal lo hubungin aja lagi om Bram nya biar bikin lagi"


"Ck, lo brisik mending lo pulang sebelum Eden nyariin lo" kesal Gerald.


"Hari ini gue libur ya anj, seminggu full simulasi meninggal"


"Nih makan! Lo brisik basat!" Gerald menyuaoi temannya itu roti yang entah punya siapa ada di atas meja.


Gerald duduk seraya menatap motornya yang sudah tak bisa di pakai untuk sementara karna segitiga atau stang motornya itu patah atau retak karna menabrak pembatas jalan dan terpental ke dinding.


"Btw Ger, gue haus nih. Caffe depan lah" ajak Nata.


Mereka hanya berdua saja di bengkel ini karna yang lain ada kesibukan masing-masing, alhasil Gerald di satukan dengan bocah tengil satu ini.


"Beliin gue rokok dulu" ucap Gerald.


"Okey! Duitnya?"


"Duit lo lah"


"Dih lo lebih kaya dari gue ya anj"

__ADS_1


"Trus?"


"Duit lo lah! Buru" Gerald memberikan selembar uang lima puluh ribu ke Nata, Nata langsung pergi mencari warung. Sebenarnya Naa bisa saja pergi sendiri cuman ya dia ngapain sendirian nongkrong di caffe? Kalau ada Gerald kan biar di kira ada teman gak bolep.


Setiba nya Nata setelah membeli, rokok yang di beli Nata lempar ke arah Gerald.


"Mending lo hub bos aja" ucap montir tersebut


"Ck, males sok sibuk tu orang" Gerald malas sekali menghubungi om Bram,


"Biar dia tau kalo barangnya buat motor lo, jadi cepet dia pesannya"


"Yaudah nanti gue hubungin om nya"


"Gak gue lanjut ya ngerjainnya? Soalnya kan barang gantinya belum ada" Gerald mengangguk.


Benar-benar sial, dia balapan kadang tidak sampai separah ini motornya kalau jatuh. Tapi kenapa cuman oleng dikit dan itu tidak terlalu kencang malah bisa separah ini segitiga motornya sampe patah.


"Ger lama cok!"


Gerald dan Nata pun pergi ke seberang, caffe biasa mereka santai tapi sekarang sudah jarang sih.


"Gimana proyek baru yang baru lo usulin ke bokap lo? Jadi?" Tanya Nata ke Gerald saat memesan.


"Masih jadi pertimbangan"


"Selamat datang kak, mau pesan apa?" Ucap perempuan itu.


"Mixed berries, lo apa Ger?" ucap Nata


"Ad.. loh km?" Sontak Gerald dan Nata yang tadinya tak fokus ke perempuan itu karna melihat menu menatapnya.


"Anjir? Lo yang bikin motor Gerald ancur kan?" Mata perempuan itu membulat kaget.


"Cortadito one shoot" ucap Gerald santai,


"Ak..aku mau min.." ucapannya di potong oleh Gerald.


"Take away" ucap Gerald perempuan itu langsung tersadar.


"Pembayaran mau cash apa mbanking atau scanne ka?"


"Cash"


"Mixed berries satu, cortadito one shoot satu ya kak? Ada tambahan lagi?"


"Gak ada"


"Okey, tak.."


"Di sini aja minumnya gak take away" sahut Nata yang langsung d tatap bingung oleh Gerald.


"Kenapa?" Tanya Gerald.


"Ada meeting dadakan dari bokap gue, tadi kan udah gue ngajaknya nongki bukan balik sekalian lah"


"Yaudah, tambahan apa lo?"


"Spaghetti carbonara satu, kentang goreng satu" ucap Nata.


"Ada lagi kak?"


"Nasi goreng seafood satu, spaghetti carbo nya satu, chicken beef nya satu trus akua botol nya satu"

__ADS_1


Naura menyebutkan semua pesanan mereka setelah Gerald membayar, Naura hendak meminta maaf setelah Gerald membayar namun Gerald langsung menyusul Nata yang sudah lebih dulu duduk.


"Muka lo kusut banget Ger"


"Lo tau gue ya basat pake nanya" kesalnya


Andai yang membuat rusak motor Gerald itu laki-laki mungkin orang itu sudah berada di ICU karna di hajar habis oleh Gerald, Gerald paling sensitif jika urusan motor ataupun mobil miliknya kalau rusak akrna orang lain.


Apalagi motor itu, motor pertama yang Gerald beli setelah membantu papa nya bekerja. Membeli dengan uang gajih nya sendiri.


"Trus mau lo apain tu cewek? Rusak di balas maaf mah gblg namanya" Nata mengompor-ngompiri Gerald.


"Nanti" oke Gerald mungkin sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan terhadap Naura,


"Gue zoom dulu deh" Nata menghidupkan ipad nya dan mulai mendenagrkan semua yang di bahasa. Gerald hanya bermain game seraya nyebat.



Naura yang mengantarkan pesanan, di lihat dari raut wajahnya seperti habis menangis. Beberapa rekan kerjanya memperhatikan Naura karna mereka kasihan apalagi tadi di dapur Naura malah menangis.


"In..ini kak" ucapnya gagap seraya meletakkan semua pesanan mereka berdua.


"Kak?" Panggil Naura,


"Kenapa?" Tanya Nata karna Gerald sedari tadi sangat tidak peduli.


"Eh? Bukan maksudnya kakak yang ini" Gerald menoleh.


"Kenapa?" Tanya Gerald


"Kak, a..aku Naura Arsylla. Aku mau minta maaf! Bawa ke bengkel deh kak motornya nanti aku yang bayar biaya perbaikannya" Nata yang tadinya gokus mendengarkan kembali mendongak menatap Naura.


"Lo yakin sama ucapan lo?" Tanya Nata ragu.


"Iya kak! Tapi tunggu aku gajihan kak"


"Gimana Ger?" Gerald kembali melirik karna dia tak peduli dengan pembicaraan perempuan ini.


Gerald melirik Naura sekilas lalu melirik Nata seraya berucap,


"Gimana apa?"


"Mau tanggung jawab katanya" seraya menyunggingkan semirk nya.


"Nata? Saya sedang menjelaskan apa anda mendengarkan?" Ucap papanya,


"Anj" gumam Nata,


"Maaf pak, iya saya mendengarkan"


"Fokus!" Ucap papanya.


"Baik pak"


"Gue bukan orang susah, gue bisa bayar sendiri" ucap Gerald dengan nada ketus karna kembali mengingat tentang motornya yang rusak.


"Aku serius ka! Aku bakal tanggung jawab"


"Gajih lo gak bakal cukup buat bayar biasa perbaikan motor gue, jadi mending gak usah nurunin harga diri lo! Tabung aja duit lo buat diri sendiri" pedas, ucapan Gerald bisa di bilang terlalu kasar.


Mata Naura sudah berkaca-kaca, kenapa hidupnya se sial ini se menderita ini? Naura hendak berlutut namun Gerald yang kaget langsung menahan nya.


"Maksut lo apa anj!!" Suara Gerald cukup keras sampai-sampai pengunjung yang tadinya cuman melirik sekilas langsung memperhatikan mereka.

__ADS_1


...šŸ–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENšŸ–¤...


__ADS_2