Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 59


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Rizell mengunci mobil Gerald, Naresh dan Gerald saling bekerjasama awalnya tadi Gerald ingin menghajar Naresh karna dia yang lebih dekat dengan Rizell namun Rizell memberitahu kalu Naresh itu teman barunya dan Naresh yang membantunya sedari tadi.


Salah satu orang ingin memecahkan kaca mobil Gerald, Rizell yang tiba-tiba panik langsung mengambil pistol yang ada di dalam dan mengarahkan ke jendela.


Ornag yang melihat pistol itu seketika panik dan mundur ke belakang dengan cepat, para bodyguard dan inti aquila datang ke lokasi benar-benar cukup ramai bahkan papa Gilbert ikut datang memakai helikopter.


"APA PUTRIKU BAIK-BAIK SAJA?" Tanya papa Gilbert dengan pengeras suara.


"GERALD KANE !! DIMANA KAKAK KAMU?" Gerald dengan raut wajah kesalnya menatap sang papa yang saat ini berada di atas mereka menggunakan helikopter.

__ADS_1


"TURUN PASTIIN SENDIRI" teriak Gerald entah terdengar atau tidak


Anggota Jupiter di amankan pra bodyguard, heboh warga sekitar tentu menyaksikan untungnya bodyguard-bodyguard ini dengan cepat menutupi lokasi dengan kain hitam pekat agar tidak ada yang melihat.


"Aman Ger?" Tanya Rian


"Rizell gimana?" Tanya Nata


"Zell buka" Rizell membuka pintu badannya gemetar tentu Gerald langsung memeluk sang kakak.


"ASTAGA PUTRIKU!! TURUNKAN AKU SEGERA TURUNKAN!!!" Ucap papa Gilbert yang melihat wajah putrinya pucat,


"Lo siapa?" Tanya Relga ke Naresh.


Naresh hanya mengangguk dirinya tak terlalu paham bahasa Indonesia karna memang baru beberapa hari di Indonesia,


"GRIZELLEE!!" Eden baru saja tiba dirinya sednag berada di tol ingin pergi ke Cibubur namun mendapati notif itu dengan segera dirinya putar balik dan melajukan kecepatannya agar segera tiba.


"Gimana keadaannya?" Tanya Eden


"Bang lo minggir dulu, mending lo urus noh yang bikin Rizell begini" ucap Nata ke abangnya


"Ini tuan"


"Sini sama papa sayang" papa Gilbert memeluk putrinya lembut seraya meminta putrinya mengatur nafas dan memberikan oksigen kaleng ke sang putri.


"Sumpah kita gak ngira mereka bak.." Gerald memberi kode ke Relga untuk diam.


"Mereka semua sudah di amankan" lapor swkertaris papa nya,


"Tindak lanjut, tidak ada ampun karna mereka berani membuat putriku seperti ini"


"Baik bos"


Mereka segera mengamankan dan pergi pulang, semakin laam di sini akan semakin tidak menguntungkan bagi mereka.


Rizell tidur di pangkuan papa nya, Gerald menggunakan mobilnya dan papa Gilbert bersama Rizell di dalam mobil Rizell. Naresh tak ikut dan tadi Gerald sudah bertukar nomor dan say sorry juga makasih ke Naresh.


Awalnya Gerald tak mau memberikan nomornya namun papa nya bilang berikan saja, dan Gerald memebrikan nomor Arka bukan nomor dirinya.

__ADS_1


🌚🌚🌚


Setiba di rumah untungnya mami sudah tidak panik dan kaget, hampir membuat keadaan mami Lauren tidak baik-baik saja. Andai tidak ada nenek dan grandma mungkin mami sudah pingsan,


"Kakak tidur bang?" Tanya mami Lauren pelan saat masuk ke kamar Rizell yang mendapati Gerald berdiri di sofa.


"Iya ma, mami gak istirahat juga?" Tanya Gerald balik.


Oh ya teman-teman Gerald pulang karna memang Gerald meminta untuk tidak ada yang meributkan hal ini dulu apalagi emosi Gerald terhadap geng Jupiter masih di ubun-ubun.


Eden sudah menindak lanjuti semuanya, dia tak akan membiarkan siapapun menerima hukuman yang ringan, berani sekali mereka membuat perempuan kesayangannya seperti itu sampai-sampai Rizell pucat seperti itu.


"Mami istirahat aja" pinta Gerald


"Kakak kamu gak kenapa-kenapa kan Ger? Mami takut mental dia keganggu karna selalu berada di kondisi seperti ini"


"Mami aja gak tau, kalau Rizell benar-benar serius dalam segala hal termasuk pertarungan. Dia sendiri bisa menghabisi puluhan musuh nya dengan otak genius nya itu" batin Gerald.


"Gerald bisa pastiin kakak gak akan kenapa-kenapa ma"


"Eden udah ni dak lanjutin masalah ini kan?"


"Udah, papa juga udah minta pengacara keluarga nanganin semuanya"


"Mereka kenapa jadi ngincar kakak?" Gerald menatap mami nya sebentar.


"Salah Gerald, Gerald gak bisa nolak permintaan kakak yang mau pinjam jaket leader Gerald, terus geng Jupiter yang lolos dari kejaran Eden malam sebelumnya ketemu kakak di caffe" Gerald menjelaskan semua yang dirinya ketahui setelah mengecek cctv dan mendengar penjelasan Naresh.


"Mami percaya sama kamu" Gerald mengangguk.


Dia tak akan membiarkan para perempuan keayangannya terluka ataupun menangis, kalaupun mereka menangis dapat Gerald pastikan orang-orang yang membuat mereka seperti itu akan bertemu dengan kematian lebih cepat aebelum waktu yang di tentukan oleh Tuhan.


"Kamu juga istirahat, besok kamu sekolah kan?" Gerald memgangguk.


Seperti maminya dari kamar Rizell, Gerald berjalan ke arah balkon untuk menghisap sebatang rokok miliknya,


"Jupiter, Mahen, Rizell. Jangan sampai semua ada hubungannya" gumam Gerald seraya menyesap rokoknya.


... 🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2