
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEđź–¤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARđź–¤...
...‼️BANYAK BAHASA YANG GAK BOLEH DI TURU ATAU DI TERAPKAN YA!! BIJAK DALAM MEMBACA‼️...
Mereka berlima berada di salah satu club malam yang ada di Malaysia, Gerald sudah memberikan wejangan untuk tidak menyewa perempuan nanti saat mereka di club.
Namun, sekarang apa yang terjadi?? Relga dan Rian sedang merangkul dua perempuan di kiri kanan badannya.
Geral risih bukan apa, jika kedua setan ini membawa perempuan maka bakal ada perempuan lain yang ingin join dengan mereka sudah sering hal seperti ini terjadi jika mereka di club.
“Sesuai perjanjian kan?” Tanya Nata
“Mereka yang bayar” ucap Mahen
“Kuras” ucap Gerald seakan memberi perintah untuk menguras habis dompet para setan berdua ini karna melanggar amanat Gerald.
Lihat saja nanti setelah keduanya sadar bakal frustasi karna setengah uang yang ada di rekening mereka di pakai habis. Walau sebenarnya uang itu di transfer ke rekening milik bersama anggota inti AW.
Gerald dan yang lain tak setega itu, ya walau benar-benar akan setengah uang mereka di pakai nantinya.
“Alexa sama Ayas katanya bakal balik ke Indo” Nata berucap sedikit berteriak
“Kapan?” Tanya Mahen yang juga berteriak karna suara musik membuat mereka harus seperti orang gila teriak dan meneriaki.
“Nanti nunggu kita balik dari Belanda”
“Pekerjaan mereka udah selesai?”
“Kayaknya, gue tanya pada gak jawab”
“Ck, sikopat gila” ucap Mahen,
Gerald tampak tak tertarik dengan omongan keduanya itu dirinya hanya menikmati chiken wings yang di pesannya tadi.
...⚫️⚫️⚫️...
__ADS_1
Relga dan Rian tengah duduk di depan tv setelah kena ceramah kakek dan hampir 500juta uang di rekening biasa mereka ludes,
“Elu si anj kan ajak-ajak gue!!!” Ucap Relga
“Anj gak tau diri padahal ide lu” kesal Rian
“Ya lu kenapa mau!!”
“Karna lu nawarin gblg!!!”
“Sagapung banget dasar lu!!”
“Bngst!! Lu sadar diri dong!!”
“Berantem aja udah berantem!! Di kamar kakek itu ada pistol kalau mau pakai” keduanya langsung menjadi batu.
“Sudah di bilang kita bakal ke Thailand malah mabuk sampai gak tau diri” mereka tak mengambil hati ucapan kakek karna memang kakek nya Gerald ini mulutnya terlalu pedas jika sudah marah.
“Mana ada kita mabuk ya kan Ri”
“Iya orang kita mah cuman tidur”
“IYA TIDUR!! TIDUR SAMA PEREMPUAN, MASIH MUDA SUKA SEKALI SAMA HAL BEGITU!!!”
“Mana ada tidur!! Orang cuman pelukan”
“Menjawab terus kamu ya, Relga Prasetyo”
“Ekhmm!! Siap salah kek”
“Tuan, pesawat sudah siap” ucap Gentala Resyan sekertaris sekaligus orang yang paling sibuk mengurus kakek.
“Berangkat sekarang” ucap kakek.
Mereka pun menuju bandara, Gerald dan yang lain sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil karna memang mereka tengah berada di loby duluan setelah sarapan tadi. Mereka bukan menginap di hotel tetapi di aalah satu apartemen milik kakek.
“Mampus” ucap Nata tanpa suara ke Relga dan Rian saat mereka bertatapan saat hendak masuk ke mobil.
“Bacot lo” kesal Rian
Mereka pun berangkat menuju bandara, Geral sudah mendapatkan mobilnya kembali dan untuk rumah yang di inginkannya tinggal deal-deal an saja walau begitu untuk dua rumah lainnya itu agak susah karna mereka tak mau menjual seharga 300 pling tidak katanya 500.
Maka itu Gerald mencoba mencari rumah yang cocok dengan seleranya lagi selagi masih di luar negeri, jika sudah pulang maka dia bakal langsung cek dan membeli rumah yang dia inginkan itu.
...CHITTTTT...
...**BRAKKKK...
...BRAKKKK** ...
...BRAKKK...
Mobil yang di tumpangi Mahen dan Nata menghantam pembatas jalan dan terbalik beberapa kali, sialan sepertinya jadwal mereka bocor.
“Bngst mereka kabur!!!” Ucap Rian
“Kejar-kejar!!!” Perintah Relga,
Mereka saling berhubungan dengan pesan suara yang memang sellau mereka gunakan jika dalam perjalanan agar memudahkan berkomunikasi jarak jauh.
“LO PUTAR BALIK AJA ANJ REL RI KITA SEMUA LAGI GAK AMAN!!!” Ucap Mahen, Mahen hanya tak ingin hal buruk terjadi lagi jika mereka berpisah terlalu jauh. Dan juga lawan nereka belum di ketahui siapa.
“Cek kondisi Mahen dan Nata!!! Cari tempat aman” perintah Gerald,
__ADS_1
“Gue sama Mahen aman kecuali para bodyguard luka agak parah!!”
“Kakek gimana Ger?” Tanya Nata
“Aman, kita coba cari putaran buat ke temapt lo lagi. Sebisa mungkin keluar dari mobil sekarang”
“BNGST KITA DI KEJAR” ucap Relga,
“GUE BILANG JUGA APA BNGST!!! JANGAN SAMPAI KENAPA-KENAPA!!!” Perintah Mahen
“Tuan muda, mobil kita juga sepertinya di kejar” ucap Arka,
“Syalan!!”
“Yang penting kakek dulu Ger amanin kita udah keluar dari mobil juga di bantu pengendara lain” Ucap Nata
“Gentala sudah mengirim lokasi yang aman untuk kita, segera berkumpul di sana” perintah kakek.
“Baik kek” ucap mereka.
Gerald benar-benar marah, entah siapa yang mengirimkan orang untuk mencelakai mereka yang jelas ini sangat-sangat membuat Gerald marah. Gerald tak masalah jika dia terluka tapi jika orang yang penting di hidup Gerald terluka maka siap-siap menerima konsekuensinya.
“Karma di bayar lunas ini namanya” ucap Nata sambil terkekeh,
Keduanya di papah oleh beberapa bodyguard memasuki mobil, mereka bilang aman namun sebenarnya luka yang mereka dapat bisa di bilang cukup parah juga.
“Kita harus kerumah sakit” pembicaraan para bodyguard.
“Langsung ke lokasi yang Genta kirimkan” perintah Mahen
“Tapi tuan? Kondisi anda berdua cukup parah”
“Dokter kenalan bokap gue bakal datang jadi jangan khawatir” ucap Nata
“Tapi tuan?”
“Gue paling benci harus mengulang ucapan gue!!” Kesal Nata,
Nata dan Mahen tak peduli dengan kondisi mereka saat ini karna prioritas utama mereka adalah keadaan dan keselamatan kakek. Kakek Gerald itu sama saja seperti kakek mereka dan mereka sangat menyayangi kakek, memastikan keadaan kakek adalah hal yan benar-benar wajib mereka utaman sekarang.
“Ger persimpangan depan ada jalan tikus! Lo ambil itu kita yang bakal alihin mereka” ucap Relga
“Jangan gila” ucap Gerald
“Keselamatan kakek prioritas utama Ger”
“Kalian kira aku ini lemah!!”
“Kakek mending diem aja deh, Ger sesuai yang gue ucapin tadi” perintah Relga,
“Jangan sampai terluka”
“Ya kalau bisa”
“Mahen Nata?”
“Ya, kita dalam perjalanan di kawal para polisi yang lewat jadi aman untuk saat ini” bohong Mahen.
“Kondisi lo berdua?”
“Aman, kita ke lokasi terdekat Ger” dan Mahen bohong lagi.
“Oke! Selalu kasih kabar” Nata dan Mahen tak ingin memberitahu kondisi mereka yang sebenarnya karna nanti akan membuat Gerald menjadi lepas kendali.
__ADS_1
...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...