
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
Mereka tengah bersiap dengan pakaian serba hitam khusus milik mereka masing-masing, di desain dengan senyaman mungkin agar bisa bergerak leluasa.
"Pada liat hp gue gak?" Tanya Gerald
"Hp lo? Yang mana?" Tanya Nata balik,
"Ini bukan Ger?" Tanya Relga yang baru datang.
"Iya" Gerald langsung mengambil ponselnya.
"Makasih" ucapnya sebelum pergi ke arah yang berlawanan dari arah Relga.
Gerald tengah mengecek keadaan di rumahnya melalui cctv yang ada, perbedaan jam yang ada di Indonesia dan Afghanistan hanya berbeda dua jam tiga puluh menit saja.
"Arka!" Panggil Gerald,
"Ya tuan muda?"
"Mami dimana?" Karna tak melihat keberadaan mamah Lauren sedari tadi.
"Nyonya dan nona Lauren tengah pergi ke supermarket untuk belanja mingguan"
"Oh, oke. Kasih tau mereka kita bernagkat lima belas menit lagi"
"Baik tuan muda"
Gerald sudah tak mengecek cctv, dirinya tengah melihat apa saja trending hastag hari ini di salah satu aplikasi.
"Kumpul buat bahan strategi" perintah Mahen yang menghampiri Gerald.
Gerald menurut, dan di sinilah mereka berkumpul ruang tengah villa yang mereka sewa untuk beberapa hari selama di Afghanistan.
"Gue, Nata sama Rian masuk lewat pintu belakang. Gerald sama Relga dari pintu depan. Tugas masing-masing harus bisa bawa lima kepala paling banyak, yang jelas gue sama Gerald bakal incer kepala bos dan orang kepercayaannya itu"
"Waktu kita tiga puluh menit, kalau bisa kurang dari tiga puluh menit harus sudah keluar dari markas itu. Oh ya Relga udah kasih bom nya ke lo pada kan? Bom nya tempel di setiap lorong yang kita lewati perkiraan nya aja berapa jarak nya dan jangan terlalu dekat"
"Sorry gue mau nanya, bom nya gak langsung meledak kan?" Tanya Rian,
"Gak aman, gue ledakin nya setelah kita dan anggota kita keluar dari sana dan dipastikan lokasi musuh gak ada sama sekali orang-irang kita" ucap Relga.
__ADS_1
"Tumben banget make bom" gumam Nata.
"Gue mau uji coba bom buatan gue yang baru, mau tau seberapa besar ledakannya" jawab Relga.
Iya Relga itu peracik atau penemu hal-hal mematikan di Aquila selain itu juga Relga pembunuh berdarah dingin.
"Tiga puluh menit cukup kan?" Tanya Mahen lagi memastikan.
"Cukup" Ucap Gerald yang mana jika Gerald sudah berucap mereka harus bisa menyanggupi waktu tiga puluh menit itu untuk meruntuhkan organisasi tersebut.
...🌚🌚🌚...
Mereka sudah berada di posisi masing-masing, Mereka semua tampak seperti orang yang haus akan darah karna tak sedikitpun terlihat kalau mereka takut.
"Sepi banget" gumam Rian
"Kalo rame mah pasar" sahut Relga
"Masuk!" Perintah Mahen
Mereka masuk dengan mengendap-endap karna memang tak tau berapa banyak orang yang ada di dalam.
"Anj suara apa tuh" gerutu Relga
"Rel lo bisa diem gak?" Tanya Nata
"Ger pukul aja kepalanya Relga" saran Rian.
"Anj Rian kont!! Ger jan main-main gila" Relga tentu saja panik bagaimana tidak, belati beracun milik Gerald yang masih tertutup itu d todongkan ke arah Relga yang tengah memimpin jalan.
"Fokus!!" Mereka semua kembali diam setelah Mahen memerintahkan.
Mahen jika mode serius mereka sahabat bahkan siapapun yang mengenal Mahen dan pernah melihat Mahen berantem atau debat tak ada yang berani menyanggah ataupun memisahkan Mahen kecuali orang itu siap menjadi lawan atau sangat berpengaruh di diri Mahen.
Jadi jika Mahen bertengkar dengan orang lain hanya dua hal yang bisa membuat seorang Mahen menurut di pisahkan inti aw atau sahabatnya dan lawan nya sudah sekarat.
"AD..." belum selesai orang itu berteriak tenggorokannya sudah di sayat oleh Gerald.
"Lo periksa kiri gue periksa kanan" perintah Gerald ke Relga.
Mereka ada di lantai dua sedangkan mereka Nahen akan memeriksa lantai satu dan ruang bawah tanah jika ada,
"****!!!" Umpat Gerald lalu terdengar suara tembakan dan geraman.
"LO DIMANA GER??"
"Ujung lorong bel... argh syalan!!! Belok kiri ada post.. anj" Gerald benci dirinya terpojok.
Yang mana mengharuskan dirinya menghabisi langsung orang-orang itu tanpa harus menikmati sensasi membunuh mereka secara perlahan.
"FCK!!! Mereka datang dari luar" Nata memberitahu setelah mengecek jendela.
"Gue nyusul!!!" Ucap Nata,
"Kumpul!!" Perintah Mahen,
"Halaman belakang!!!" Perintah Mahen lagi.
Mahen perintah ke Halaman belakang karna semua anak buah mereka berada di halaman belakang yang tengah menyatu dengan gelapnya malam.
"Rel lompat dari jendela aja!!" Saran Rian,
"Nata!!" Panggil Mahen karna tak ada Nata,
"Aman gue habis ngunci pintu depan!!"
"Gblog!!" umpat Relga dan Rian bersamaan.
__ADS_1
"Adghhhhh kalian siapa!!!"
"GERALD!!!"
"GER GAK KONDUSIF!!!!"
"SYALAN MEREKA BANYAK!!!" Ucap Relga setelah mendengar suara langkah kaki yang begitu banyak.
"GER DIMANA LO ANJ!!!"
"Lompat Rel lompat" entah bodoh atau tidak yang namanya Relga dirinya menuruti ucapan Rian dan melompat dari lantai dua.
"GERALD KANE !!!"
"Gue harus susul Gerald cok!!" Ucap relga yang baru saja meloncat dari lantai dua dan merasa bersalah setelah meninggalkan Gerald.
Di waktu yang sama,
Gerald tengah bertarung melawan lima belas orang lebih, sisanya masih di luar mereka tak bisa masuk karna melihat ada bom di depan yang tengah berhitung mundur tersebut.
Hitung mundur dari bom itu hanyalah rekayasa kecuali Relga sudah di perintahkan untuk meledakkan baru bom itu akan meledak.
Hanya terdengar suara erangan dan pukulan dari suara milik Gerald, tak ada suara tembakan karna Gerald melucuti pistol atau senjata api musuhnya seraya bertarung.
Sudah hampir delapan orang yang mati di tangan Gerald saat ini, ruangan ini seakan danau buatan yang berisikan darah segar.
...BUGGG...
...BRAKK...
"SYALAN IBLIS!!!"
"MATI LO!!!"
"BBGST!!!"
"Arghhhhh!!"
Gerald berpesta sendirian melawan orang-orang yang terkurung di dalam ruangan ini bersama dengan dirinya, sedangkan para sahabatnya di luar sudah mulai panik.
"GER LO DIMANA!!!"
"BGST JANGAN MATI GER"
"WOI BGST GERALD!!"
"NGOMONG ANJ NGOMONG"
"MANEH JANCOK!!!"
"Jalan ke arah gue sekarang! Ambil delapan belas kepala yang gue lempar!!" Perintah Gerald setelah hampir membunuh para sahabatnya karna khawatir.
"GAK PENTING BNGST!! Lo keluar anj" umpat Nata
"ADA ORANG DI DALAM!!!"
"KITA TIDAK BISA MASUK IDIOT ADA BOM!!"
"LIMA MENIT!!! PERGI DARI SINI!!!"
"BOM NYA AKAN MELEDAK!!!"
"Ger?? Keluar bego!!" Perintah Rian
"Anj kemana lagi tu anak!!"
"Kepala mereka sudah gue lempar semua!" ucap Gerald,
"Sekarang lo keluar" perintah Mahen.
__ADS_1
"Permainan belum selesai" gumam Gerald seraya merakit ulang pistol dan senjata api yang ada di ruangan ini.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...