Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 36


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR



...


"Si anj bedua lama bener di Spanyol" ucap Relga seraya menyeruput mie kuahnya.


"Kenapa? Mau nyusul?" Tanya Nata


"Kalau bisa mah pengen euy, cuman nih ya gue lagi jadi anak baik-baik gak ijin terus" sahut Relga


"Tumben banget Rel, salah minum obat ya lu?" Tanya Rian


"Kagak cok, kasian aja si Lingga kerja gue malah foya-foya" ucap Relga, Lingga adalah bokapnya.


"Anj si Relga mah gua jadi tersentak nih" sahut Rian


"Tersentuh bgo! Bukan tersentak lu kira lagi making love"


"Heh mulut lo pada gue sumpelin granat mau?" Ucap Nata.


"Back topik dah anj! Sumpah mereka gapapa kan ya?" Ucap Rian


"Terakhir ngabarin cuman bilang si Gerald abis nganter nyokap Mahen trus mereka balik ke hotel kan ya? Itu aja kan" ucap Relga


"Iya si, udah deh ya pesan tiket dah kita susul. Gimanapun kita harusnya berangkat berlima ini malah mereka berdua aja!" Ucap Nata.


"Iya sih gapapa deh gue bisa jadi anak baik lain kali, sekarang mah jahat dulu kasian temen gue soalnya di ambang kematian" ucap Relga.


"Mulut lo bener-bener minta di sumpelin Granat ya Rel"


"Canda elah!"


Mereka akan berangkat tapi tak menggunakan pesawat umum tetapi memakai pesawat pribadi keluarga Rian,


Di Spanyol saat ini,


Awalnya hendak malam itu juga Mahen pergi ke istana putra mahkota tetapi hal tak di inginkan terjadi,


Mahen membunuh pembunuh bayaran yang mengincar ibunya, pantas saja dia kekeh meminta Gerald yang mengantarkan nyokap karna dia sudah memperhatikan orang yang mencurigakan itu sejak ibunya datang.


"Gue bosan anj" ucap Gerald yang berada di dalam kamar hotel Mahen.

__ADS_1


"John bilang pesawat keluarga Seoh dalam perjalanan ke sini"


"Ck, tiga bocah itu pasti yang ada di dalam pesawat"


"Oh ya, Rizell gimana?"


"Udah gapapa, gue suka dia bisa speak up walau agak kasar but gapapa itu ciri khas keluarga Ouranos"


"Mau heran ya gimana gitu heran aja"


"Paan sih anj! Dah ah cabut gue engap di sini"


"Anj lo!"


Gerald pergi menuju kamarnya yang berada di seberang kamar Mahen. Penjagaan hotel jni sangat ketat walau tidak terlalu kelihatan karna semua para pengawal berbaur seperti para pengunjung.


Festival sudah di mulai kemarin arak-arakkan permaisuri 1 dan 2 juga kaisar, Gerald dan Mahen tak pergi ke jalan utama mereka hanya diam di kamar hotel menonton arak-arak an itu melalui tv.


"John, persiapkan semuanya setiba Nata dan yang lain. Gue bakal ke istana"


"Baik tuan"


"Jangan lupa topeng ku"


"Tentu tuan, apa ada lagi?"


"Keamanan saudara ku jadi prioritas utama"


"Baik tuan"


"Terima kasih"


"Itu kewajiban saya tuan, ah ya selamat datang di rumah matahari kekaisaran"


"Ini bukan rumahku, rumahku di Indonesia"


"Tuan?"


"Baik tuan"


...🌚🌚🌚...


Ketiganya sudah mendarat di bandara internasional Spanyol, pengawalan mereka juga sangat ketat karna ya mereka salah satu pewaris.


"Rame bener ni jalan" sahut Rian


"la chica de aqui tiene un cuerpo muy bonito! (Gadis di sini memiliki tubuh yang bagus!)" ucap Relga


"perverted brain! not the time to think about it stupid (otak mesum! Bukan saat nya memikirkan hal itu bodoh!)" ucap Nata


"oh come on bro! it's humane, what's wrong with praising, right? (Oh ayolah bro! Itu manusiawi, apa salahnya memuji kan?)"


"Kelahi aja sono lo pada" ucap Rian


"Temen lo noh, orang cuman muji aja salah" sahut Relga,


"Gue tau isi otak lo ya anj" cibir Nata


"Emang isi otak gue apa?"


"Daging"


"Ko lo pinter? Cocok jadi pengemis lo"


...PLETAKKK...


Rian sudah pusing mendengar keduanya berbedat sedari turun dari pesawat dan kini dalam perjalanan menuju hotel, Rian menyentil dahi Relga kencang agar anak itu diam.


"Bngst!" Teriaknya karna sentilan itu cukup kenyang bahkan meninggalkan bekas memar merah di dahi nya.

__ADS_1


"Diem! Gue mau istirahat"


"Istirahat selama nya aja lo sama anj! Sakit elah"


"Mau lagi?"


"Diem deh kesel gue sama lo"


"Elu yang ajak gue ngomong dari tadi bngst"


"Nih nih bunuh-bunuhan aja lo pada" Nata berbalik seraya memberikan dua belati miliknya


"Sok asik lo" ucap Rian


"Tau sok asik lo" ucap Relga juga


"Oooo babi" Nata bergaya seakan hendak menusuk salah satu dari dua R ini.


Mereka tiba di hotel yang di tinggali sementara oleh Mahen dan Gerald, kamar yang mereka tempati juga satu lantai dengan keduanya.


"¿Bienvenido! Como puedo ayudarte? (Selamat datang, ada yang bisa saya bantu)" tanya resepsionis.


"Quiero tomar la llave de la habitación número 01. (Saya ingin mengambil kunci kamar 01)" ucap Relga, iya Relga yang kalah taruhan dan harus mengambil kunci kamar.


"Está bien, espere un minuto, señor. (Baik, tunggu sebentar)"


Kosong satu adalah salah satu kode rahasia yang hanya di ketahui pihak hotel dan pengunjung vvip di hotel ini,


Karna hotel ini juga salah satu milik lima keluarga walau para pekerja kecuali manager dan petinggi hotel ini saja yang tau.


"Sudah dateng?" Tanya Gerald yang menyusul mereka ke lobby.


"Belum" sahut Relga yang kembali dari resepsionis.


"Hahaha lucu" ucap Gerald.


"Anj garing banget jokes lu" sahut Nata.


"Gosah sokab lo!" Ujar Gerald.


"Dih?" Sahut Nata lagi,


"Bye gue mo nyebat" Gerald pergi meninggalkan ketiganya.


"Lah? Gue kira jemput kita tu anak" ucap Rian


"Bukan temen gue sumpah" ucap Nata


"Gue juga gak mau temenan sama lo" sahut Gerald dari jauh.


"Anj denger aja tu anak" ucap Nata.


Ketiganya naik ke lantai atas, sedangkan Gerald tengah berada di taman hotel seraya menikmati sebatang rokok miliknya.


"hola, ¿está bien sentarse aquí también? (Hai, boleh duduk di sini juga?)" tanya perempuan itu.


"Por favor (silahkan)" ucap Gerald.


Gerald mematikan rokoknya sebelum perempuan itu benar-benar duduk, dirinya tak peduli dengan perempuan itu hanya memperhatikan suasana taman ini saja.


"eres del extranjero? (Kamu dari luar negeri ya?)" tanya nya, Gerald menoleh ke samping.


"¿tal vez porque? (Mungkin, kenapa?)" tanya Gerald balik.


"nada, solo curiosidad. tienes demasiado frio! (tidak ada apa-ada, hanya ingin tau. Kamu terlalu dingin!)"


"lo siento, por favor conoce el límite (maaf, tolong tau batasan)"


Perempuan itu tersenyum lalu mengangguk, kemudian suasana menjadi hening hanya sura kendaraan dan burung yang berkicau di sore hari ini yang menemani keduanya.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2