Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 44


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEšŸ–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARšŸ–¤...



Perempuan itu meringkuk ketakutan sambil sesegukan karna menangis, perkiraan umurnya mungkin masih duduk di bangku kelas 2 SMP.


"Mang" tegur Mahen karna ada mamang dan istrinya.


"Eh den baru keliatan"


"Iya mang, ini kronologinya gimana mang?"


"Kata si neng nya tadi dia tuh dari Jogja di ajak cowoknya ke Jakarta karna ada lowongan kerja gitu den, mereka baru aja tiba trus ketemuan nih ceritanya sama temen si cowoknya tadi di ajakin ke rumah kirain teh rumah temen si cowok taunya rumah kosong"


"Anak-anak pulang ngaji denger ada yang teriak mnta tolong nyamperin ke warung mamang tadi trus ya karna ada anak-anak sekolahan juga di warung mereka ngecek lah sama mamang bener aja neng nya mau di pake sama lima cowok udah di ikat segala"


"Pada ketangkep gak mang?"


"Ketangkep dua noh di sana di dalam masih takut di amuk masa jadi para warga sekitar masukin ke dalam"


Mahen melirik ke arah yang di tunjuk mamang itu,


"Berdua yang dapet mang?" Mamang mengangguk.


"Mahen mo ke situ dulu deh mang"


"ENGGAK HIKSS ENGGAK MEREKA HIKSS GAK BERLIMA HIKSS MEREKA BER HIKSS BERSEBELAS" tangis perempuan itu histeris.


"MEREKA HIKSS PERGI MEREKA HIKSS DARI TADI KEMARIN HIKSS SEKAP AKU HIKS SAKIT HIKSS MAMAH MAU MAMAH HIKSS"


Ibu-ibu yang ada di situ menenangkan bahkan sampai menangis mendnegar para bapak-bapak juga kesal namun mereka tak bisa main hakim sendiri.

__ADS_1


"Lo? Inget orang-orangnya?" Perempuan mengangguk.


"PONSEL!! PONSEL DI SELA KASUR!! SEMUA DI SITU HIKSS TOLONG HIKSS TOLONG ACA HIKSS" tangisnya.


"Si Eden bentar lagi dateng mang, Mahen ke dalam dulu ngambil barang bukti sekalian ketemu tu bocah bedua" mamang menggeleng dia tau maksud bertemu yang di katakan Mahen.


Pasti Mahen akan menghajar habis kedua bocah imyang tengah di amankan, warga sini mungkin akan memberikan jalan ke Mahen tapi tidak tau apa yang akan dilakukannya di dalam sana.


"Pak boleh masuk kan?"


"Tak kirain siapa, masuk aja gapapa Hen" ucap pak RT.


"Aman kan pak?" Tanya Mahen.


"Aman Hen, bocah bedua dari tadi bungkam Hen di tanyain"


"Nanti Mahen yang tanyai pak"


Mahen menatap dua bocah mungkin baru masuk SMA atau gak sekolah lagi sepertinya,


"Anak mana lo?" Tanya Mahen tanpa basa basi.


"Bos" John memperlihatkan barang bukti yang di maksud cewek tadi.


"Amanin, jaga depan!" Perintah Mahen.


"Bngst!" Umpat salah satu dari kedua pria itu,


...BUGGG...


Mahen menendang wajah yang berkata kasar,


...BUGGG...


Lagi dan lagi Mahen menendang wajah remaja itu,


"BAWA KEMANA NIH BOCAH PAK?" Terdengar suara Rian,


Mereka berhasil menangkap ketiga remaja yang kabur itu walau Rian yang lebih dulu datang,


...PLAKKK...


...BUGGGG...


...BRUKKK...


Mahen menghajar keduanya habis-habisan di dalam ini, di waktu yang sama di luar rumah.


"Mahen mana?" Tanya Relga,


"Mang ada liat Mahen gak?" Tanya Nata.


"Mahen di markas atau dimana John?" Tanya Rian


"Mahen di dalam lagi ngomong sama yang berdua" mereka sontak bertatap an lalu berlari masuk ke dalam.


"****!!" Umpat mereka bersamaan,

__ADS_1


Kedua remaja itu sudah berlumuran darah wajahnya dan pingsan,


"Mana Mahen?" Tanya Eden yang baru datang bersama personilnya.


"BANG!!" Eden menoleh ke sumber suara yang di kenalinya,


"Mahen gila nih" Eden menggeleng lalu meminta personilnya masuk ke dalam dan Mahen di bawa keluar oleh ketiga temannya.


"Loh? Nak Mahen kenapa?"


"Astagfirullah!!!"


"WOI ANJ BERANI-BERANINYA DUA LAWAN SATU!!" ucap remaja sekolahan yang tau nama Mahen cuman tak tau aslinya bagaimana.


Mereka hampir main hakim sendiri saat melihat kedua remaja yang sekarat tak sadarkan diri itu keluar,


"Gue minta lo usut sampe beres, kalo Kapolda gak nyelesaiin dan nemuin enam pelaku lainnya! Gue yang turun tangan!" Ucap Mahen ke Eden.


Mahen mendatangi perempuan itu yang menatap Mahen kaget entah kaget atau takut semuanya jadi satu.


"Lo aman! Jangan nangis, mereka bakal ketemu dan bakal dapet hukuman yang lebih berat gue jamin" ucap Mahen.


Mahen berjalan di kawal ketiga temannya, warga dan pa rt tak masalah karna yaa mereka mau main hakim sendiri tapi sudah di wakilkan maka itu mereka tak masalah hal yang di lakukan Mahen.


...BUGGG...


...BRAKKK...


Mahen sempat melihat cowok si perempuan itu tadi, dan yang barusan di tendang dan di pukul punggungnya adalah kekasih perempuan itu.


"Jangan sampe ketemu gue di luar lo, gue abisin" ancam Mahen sebelum benar-benar di tarik oleh ketiga sahabatnya.


"Bang gue amanin bocah ni dulu nanti kita balik ke sini bentaran doang amanin nya" Eden mengangguk saja.


Semua di bawa ke kangor polisi dan perempuan itu di bawa kerumah sakit untuk di cek menyeluruh.


Mahen tak main-main dengan ucapannya jika pihak kepolisian tidak segera menyelesaikan kasus ini maka dirinya yang akan turun tangan dengan cara aquila.


Mahen dan yang lain memang tidak sebaik yang di kira, bahkan Rian Relga Nata juga bisa bermain dengan perempuan namun itu atas persetujuan kedua belah pihak tidak hanya satu pihak saja dan itu mereka bayar.


Mereka aquila paling benci pemerkosaan atau pelecehan, mereka juga bisa bermain licik seperti itu jika lawan mereka juga licik seperti para perempuan yang menganggu Rizell waktu itu.


"Mahen di minta ke kantor?" Tanya Rian


"Buruan elah! Hen buru ikut gue ke kantor!" Perintah Eden.


Mahen ikut saja, toh memang dia sengaja menghajar dua remaja itu untuk bertemu dengan tiga remaja lainnya yang di tangkap para teman-temannya.


"Bisa gak Mahen gak usah ikut?" Tanya Nata


"Lah kenapa? Temen lo noh abis ngehajar orang" ucap Eden


"Kita bukan takut masuk penjaga bang, takut ni anak di dalam penjara malah ngehabisi nyawa mereka beneran" Eden menepuk dahi nya.


"Gue lupa temen-temen lo gak ada yang normal" ucapnya.


"Yaudah lo pada ikut aja juga handel temen lo jadi saksi juga, sisanya gue yang urus" mau tak mau mereka juga menuruti karn hanya itu jalan yang terbaik

__ADS_1


...šŸ–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENšŸ–¤...


__ADS_2