Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 25


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEšŸ–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR



...


"Bos" salah satu anak buahnya menemukan surat di kotak surat depan,


Entah firasat atau apa anak buahnya itu mengecek kotak surat, bukan firasat melainkan keanehan pada kotak surat tersebut karna awalnya berada di dekat jalan kini berada tak jauh dari bangunan yang rubuh sekitar lima meter.


"PERINGATAN PERTAMA" hanya itu saja dan sebuah tanda yang sangat di kenali semua orang di dunia bawah yaitu tanda AW dan semua mafia yang ada bahkan organisasi manapun sangat tak ingin mendapatkan tanda tersebut.



Aquila wild memang sangat di takuti karna memang skala mereka begitu besar dan sangat berpengaruh terhadap dunia bawah. Orang yang mendapatkan tanda itu artinya mereka sangat spesial dan angat di sukai para pemimpin AW.


"Aquila wild? KEBODOHAN APA LAGI YANG KALIAN LAKUKAN!!!"


"Tarik orang yang mengejar!!" Perintahnya,


"Baik bos"


Peringatan pertama saja sudah begitu kejam bagaimana jika oeringatan terakhir? Jangan di bayangkan karna bakal sangat kejam dari peringatan pertama.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian..


"Sebarkan berita di dunia bawah" perintah Gerald ke Arka dan Arka memberitahu rekannya.


Para orang kepercayaan mereka langsung menuruti perintah tersebut, mereka masih dalam perjalanan namun bedanya kini mereka di jalur yang sama.


Pakaian mereka masih dengan pakaian yang sama dan kursi yang mereka duduki sudah terlumuri darah yang menempel pada tubuh mereka.


"Kita kapan balik?" Tanya Relga


"Besok pagi" sahut Nata,


"Oh oke"


"Kenapa emang?" Tanya Nata balik,


"Nyokap udah nanyain kapan selesai liburannya"


Iya ibu-ibu mereka taunya kalau anak-anaknya ini liburan bersama bukan pergi main perang-perangan. Bukan berarti para ibu ini tidak tau kalau mafia Aquila wild itu tidak ada, mereka tau namun yang mereka ketahui itu kalau mafia itu sudah bubar tidak di jalankan lagi oleh para suami mereka.


Tapi nyatanya masih berlanjut dan di ketuai oleh anak-anak mereka saat ini, buah memang jatuh tidak jauh dari pohon nya yang mana darah pembunuh tak mungkin tidak ada dalam darah anak.


"Ekshmn!" Rian berdehem karna mengingat kondisi Mahen,


"Eh! Sorry Hen"


"Sans sama gua mah" ucap Mahen.


Seakan baru selesai makan dan mengantuk begitulah kondisi Gerald saat ini, Gerwld tidur dalam perjalanan menunu hotel. Mereka seharusnya sudah tiba sedari tadi jika tak memutari kota ini dulu untuk membuat para pengejar itu bingung.


Walau sebenarnya tak ada yang mengejar tapi tetap saja mereka harus melakukan itu karna pasti ada salah satu dari elit organisasi tersebut yang memilik dendam dengan Aquila wild.


Mereka tiba di hotel melakui jalur belakang karna harus memberishkan tubuh lebih dulu tak mungkin mereka masuk lewat lobby dengan tubuh yang penuh darah ya walaupun menambah damage pada diri mereka.


"Tuan muda kita sudah sampai" Gerald membuka matanya perlahan


"Sepertinya di badanku ada yang luka" Arka langsung menoleh ke belakang.


Tidak mungkin kan Gerald tak terluka melawan begitu banyaknya orang sendirian, Arka melihat pakaian yang berbahan khusus itu sobek membuat matanya menatap tajam ke arah perut Gerald yang waktu itu tertusuk belati.


Jahitan nya belum benar-benar kering dan Gerald kekeh untuk berangkat kan? Jadi siapa yang idiot? Sama saja seperti bunuh diri dengan tubuh yang belum sepenuhnya sehat.


"Saya akan panggilkan dokter" Gerald mengangguk lalu keluar dirinya berjalan sedikit pincang.


Yang lain sudah lebih duku masuk Gerald berjalan sendiri dan membersihkan tubuhnya menyusul yang lain.


"Mandi sini Ger" panggil Relga,


"Kenapa lo? Luka?" Tanya Rian yang langsung di angguki Gerald.

__ADS_1


Mereka kembali memandikan diri di bawah shower, mereka hanya mengira luka ringan seperti biasa dan kecapean mungkin karna kaki Gerald yang panjang harus berada di dalam mobil terlalu lama.



Gerald mandi seperti pada umumnya di bawah shower tak ada erangan kesakitan atau apapun padahal kuka di tubuhnya sobek cukup besar dan lagi jahitan di pinggang nya itu kembali terbuka.


Seakan mandi dengan darah karna tubuh Gerald terus menerus mengeluarkan darah,


"COK!!!" Nata yang baru selesai mandi lalu berbalik badan di lihatnya Gerald yang mandi dengan luka sebanyak itu dan darah terus mengalir yang tanda luka itu cukup dalam dan sangat perih.


"LO GILA GER!!" Nata langsung menarik Gerald mundur karna hanya orang gila yang menikmati rasa sakit sesantai itu.


"Kenapa dah?" Relga berbalik setelah mendengar suara Nata dan saat melihat itu dirinya kaget.


"Anj Gerald"


"Lo ? Ah sudahlah pake handuk lo!!" Ucap Relga lagi setelah mengatai Gerald anj.


"Ck! Apaan!!" Kesal Gerald,


"Hen!! Mahen liat temen lo Hen!!" Teriak Relga karna Mahen berada di tembok sebelah.


"Brisik cok! bis... Ger?" Kaget Rian


"Hen liat temen lo!" Tunjuk Rian,


Mahen pun melihat Gerald yang penih dengan luka tubuhnya dan darah masih mengalih, ini kalau di biarkan darahnya bakal habis pasti.


"Bukan temen gue" ucap Mahen


"Hen?" Panggil Rian memastikan


"Temen gue gak idiot" Gerald melirik dengan wajah julidnya.


Gerald kembali ke shower untuk mencuci tubuhnya membuat teman-temannya geram dan mengatanya karna berisik, Gerald menyudahi mandi dan memakai handuk.



"Sumpah bukan temen gue juga dah" sahut Nata.


Sesantai itu Gerald memakai handuk sambil berkaca padahal luka nya cukup parah apa dia tak merasakan sakit?


"Gak sakit Ger?" Tanya Relga


"Sakit"


"Ko lo keliatan gak kesakitan"


"Suka-suka gue lah" Relga langsung melirik tajam Gerald,

__ADS_1


Jawaban konyol apalagi yang dia ucapkan, dimana-mana bukan seperti itu jika ditanya.


...šŸ–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENšŸ–¤...


__ADS_2