Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 66


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEšŸ–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



"GERALD KANE"


"NATALA AXIMUS"


"HADRIAN SEOH"


"RELGA PRASETYO"


"DIMINTA UNTUK SEGERA KE RUANG KEPALA SEKOLAH SEKARANG JUGA!!"


"MOHON NAMA SISWA YANG DI SEBUTKAN SEGERA KE RUANG KEPALA SEKOLAH!!"


"SEGERA!!!"


Gerald dan yang lain awalnya berada di halaman belakang sekolah sedang ngudut, kaki di jahit gak ngarus well kata Gerald mah tetap trabas jalan.


"Kek kenal suaranya" gumam Nata masih menikmati rokok nya,


"Osis biasa itu mah" sahut Relga,


"Perasaan gue gak enak" gumam Rian namun masih menikmati batagor miliknya.


Mereka tak menghiraukan panggilan tersebut dan masih duduk santai di halaman belakang, tak ada yang melihat karna mereka berada di pojokan dan terpencil.


"PANGGILAN SEKALI LAGI UNTUK SISWA YANG NAMANYA DI PANGGIL SEGERA MENGHADAP KEPALA SEKOLAH!!!"

__ADS_1


"NATALA AXIMUS!!"


"HADRIAN SEOH!'l


"RELGA PRASETYO!!"


"GERALD KANE!!"


"DI TUNGGU SEKARANG JUGA!!"


Mereka mendengarkan panggilan itu namun tetap santai,


"Perasaan kita gak buat masalah deh" ucap Rian


"Iya anj ko kita satu komplotan di panggil" kesal Relga,


"Nah itu dia ngab! Perasaan kalo ada something wrong kan lu berdua aja yang di panggil" Nata berucap


"Bener juga ucapan lo Nat" sahut Rian


"LO PADA MAU KE SINI SENDIRI APA GUE SERET HAH!!"


"UHUKKK UHUKK!!!" Nata, Gerald, Relga dan Rian sontak tersedak mendengar suara itu.


"ANJ DARI TADI BUKAN SUARA OSIS COK!!! SUARA SI RIZELLL" ucap Relga


"ANJ MAMPUS ADA EDEN" ucap Nata


"GIMANA COK???" Mereka bertanya ke Gerald.


Gerald tak terlalu panik tapi ketiga sahabatnya yang panik,


Oh ya Rizell sudah menghubungi para ornag tua mereka untuk meminta ijin kalau Eden akan memberikan hukuman ke adek-adeknya. Kalau Rizlel sudah berucap apapun bakal di setujui dan di turuti.


...BRAKKKK...


"Hoshhh!! Capek" keluh Rian dan Relga dengan nafas terengah-engah.


Kepsek, Rizell dan Eden tengah duduk seraya menatap mereka yang baru saja datang.


"Kalau begitu saya akan pergi mengajar dulu, anggap saja ruangan sendiri" ucap kepsek itu.


"Hati-hati" gumam kepsek pelan saat berpapasan dengan Gerald yang baru saja datang.


"BERDIRI YANG BENAR!!" Dengan suara bariton nya Eden memerintahkan adek-adeknya berdiri.


"Gue juga?" Tanya Gerald.


"Tutup mulut lo, ambil posisi siap!" Gerald mengerutkan kening namun menurut.


Perasannya tidak enak,


...PLAKKK...


...PLAKKK...

__ADS_1


...PLAKKK...


...PLAKKK...


"ANJ!!" Umapt Gerald karna dirinya juga kena tampar,


"APA!! MAU NGELAWAN!!" Rizell sebenarnya takut jika Eden dalam mode abang seperti ini, karna Eden seratus persen sangat berbeda.


"Lo apa-apaan tiba-tiba nampar!!" Gerald menatap tajam Eden,


"BERANI LO? TURUNIN MATA LO!! LO PADA TAU KESALAHAN DIRI KALIAN DIMANA??" Gerald menatap Rizell memastikan keadaan kakak nya baik-baik saja.


"Santai ! Gausah teriak-teriak!" Kesal Gerald karna Eden sedikit berteriak.


...PLAKKK...


"Bngst!!" Dua kali pipi Gerald di tampar,


"MAU JADI APA LO PADA MABOK TIAP HARI HAH!! MAU MATI BILANG BIAR GUE BUNUH LO PADA!!" Seketika mereka kaget namun tetap dalam posisi siap.


"LO NAT! ABANG UDAH BILANG KAN DARI BEBRAPA HARI LALU STOP MINUM !! DAN LO BILANG APA KE ABANG HMM? IYA BANG KITA GAK MINUM LAGI !! TAPI NYATANYA MASIH MINUM !!"


"MAHEN UDAH GEDE LO PADA GAK USAH TERLALU KHAWATIRIN DIA!! KALO DIA KENAPA-KENAPA BISA AJA DIA NGABARIN KITA!! BAHKAN TANPA DIA KABARIN KITA JUGA PSTI TAU KAN!!"


"MATA LO MAU GUE COLOK GER? KALO GUE GAK KAYA GINI LO PADA GAK BAKAL SADAR!! GUE SELAMA INI MANTAU LO PADA NGEBOLEHIN LO PADA MACEM-MACEM KARNA GUE PERCAYA PADA LO SEMUA!!!"


"MABOK BOLEH TAPI JANGAN TIAP HARI, LO LIAT MAMI PINGSAN GARA-GARA KELAKUAN LO PADA, ITU BISA NGEBAHAYAIN MAMI SAMA BAYI DALAM PERUT!! SUMPAH KALO GAK MANDANG LO SEMUA ADEK GUE!! GUE HAJAR ABIS !!"


Awalnya Eden ingin melanjutkan ucapannya namun tangannya si genggam oleh Rizell yang sudah gemetar takut.


"Sorry" gumamnya seraya mengelus pucuk kepala Rizell,


"Gue kaya gini tandanya peduli dan sayang ke lo pada! Iya gue gak tau gimana rasanya di posisi kalian tapi setidaknya lo pada mikir pake otak! Sebab akibat kalo kalian banyak tingkah!"


"Sorry" ucap mereka semua bersamaan,


"Sorry juga gue nampar kalian, obatin nanti gue yang tanggung biayanya"


"U okey?" Tanya Eden ke Rizell


"Iya"


Mereka tak berani bersuara bahkan masih berdiri di posisinya masing-masing, oh ya Rizell tak jadi membocorkan ban motor adek-adeknya karna kasian.


"Balik kelas sana, gak ada bolos-bolos! Mahen balik lusa" sontak mereka kaget lagi,


"Tau dari mana bang?" Tanya Nata


"Lah? Lo pada gak di kabarin?"


Mereka buru-buru mengecek hp, tak ada notif dari Mahen satupun sampai membuat mereka menghidupkan dan mematikan ponsel siapa tau error atau apa.


"Oh ini chat terakhirnya bilang dia gak ngasih tau lo pada biarin mabok sampe meninggal" Eden membacakan chat Mahen lagi.


...šŸ–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENšŸ–¤...

__ADS_1


__ADS_2