
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
Papa Gilbert pergi perjalanan bisnis ke Dubai, awalnya mami mau ikut tapi tiba-tiba badmood dan malas ikut karna katanya Dubai itu banyak cewek cantik mami insecuree. Alhasil Mami Lauren tak ikut,
Gerald dan Rizell berbagi waktu menjaga mami nya di rumah, dari pagi sampai siang Rizell karna Gerald harus sekolah. Rizell ambil kelas online padahal tak bisa namun menjadi bisa karna uang.
"Gerald!! Mami pengen ke Bali deh" ucap mami nya seraya menatap layar ipad yang tengah ada iklan perjalanan ke pantai.
"Bentar ma, Gerald lagi ngerjain pr"
"Gerald kamu gak mau nemenin mami ke Bali?"
"Bentar ma, dikit lagi ma ini tanggung" Gerald tengah kena hukum merangkum materi satu sampai sepuluh dan itu semua tulis tangan,
Gara-gara Rian dan Relga yang mengajak nya bermain bola di halaman belakang alhasil saat Gerald menendang bola malah terbang masuk ke dalam jendela ruang guru mengenai salah satu wajah guru yang ada di dalam.
Gerald ingin melawan karna tak terima, terlalu banyak yang di tulis namun niat marah-marah itu dia urungkan karna tak mau karma atas kekesalan dan kemarahan Gerald ke orang lain jatuh ke adeknya.
Entah mendengar dari dalil mana, tapi dalil tersebut menyelamatkan banyak orang dari emosi Gerald yang mendidih. Gerald menjadi penurut dan tidak melawan sama sekali selalu berkata iya bu, iya pak dan memaafkan orang yang tak sengaja menganggu nya.
Bahkan kemarin entah minggu kapan sekolah Gerald di ajak tawuran kalau gak berani di katakan kalah, karna Gerald tak ingin adeknya nakal dia memilih mengalah dari lawannya sampai trending dimana-mana dan jadi buah bibir karna Aquila mengakui kekalahan untuk pertama kali.
"Hikss anak-anak aku ko jahat hikss" Gerald langsung menoleh dan meletakkan pulpennya.
"Mami kenapa?" Panik Gerald dengan nada lembut.
"Hikss mami hiks mau ke hikssss mau ke Bali tap hiks tapi gak ada yang mau hiks"
"Ayo kita ke Bali, kapan mami mau?"
"Sekarang!"
"What?" Kaget Gerald
"Ini udah jam 9 malam mi? Besok aja ya?"
"Mau nya sekarang, Gerald!"
"Fine, Gerald minta maid siapin barang-barang mami dulu" maminya mengangguk.
__ADS_1
Gerald menghubungi teman-temannya dan meminta Arka menyiapkan pesawat pribadi Ouranos.
"Oh ya tuan, kakek anda lusa akan ke Indonesia bersama yang lain" Gerald mengangguk saja.
"Grizelle!!"
"Ya?"
"Siapin barang lo"
"HAH? Kenapa?? MAMI KENAPA GER?" Panik Rizell tiba-tiba.
"Apaan? Kita ke Bali malam ini"
"Hah!!!!"
"Tiba-tiba banget?"
"Emak lo ngidam!" Rizell mengelus dada,
"Gak bahaya mami naik pesawat?"
"Arka, panggil dokter periksa mami sebelum berangkat"
"Baik tuan"
"Oh ya! Bawa saja dokternya ke Bali" Arka menatap Rizell begitupun Rizell.
Lihat kan? Gerald tuh akan lemah terhadap dua perempuan Ouranos, sesangar apapun dia di luaran sekejam apapun Gerald dia bakal jadi kucing di hadapan dua perempuan Ouranos ini.
Andaikan mami nya ngidam pengen beli pulau, saat itu juga Gerald akan membelikannya. Bukan karna terlalu banyak uang tapi Gerald tipikal apapun buat orang yang dia sayang dan berharga akan Gerald usahakan.
Gerald benci melihat perempuan di rumahnya ini menangis,
"Lo udah hubungin papa?"
"Ini yang berangkat kita bertiga?"
"Enggk, Mahen dan yang lain ikut buat bantu jaga mami"
"Ale sama Ayas boleh gue ajak gak?"
"Ajak aja, yang penting buat surat ijin di kampus sama sekolah gue"
"Sekolah punya bokap lo santai aja"
"Ck, gue gak mau jadi sepuh sekolah ya"
"Berapa hari di Bali?"
"Liat aja nanti, gak usah banyak bawa baju! Bawa yang penting aja biar gak ribet, masalah baju bisa beli di sana" Rizell mengangguk.
...🌚🌚🌚...
Ayas dan Ale gak bisa ikut karna terlalu dadakan, alhasil para bujangnya mami Lauren saja yang ikut.
"Mami mau buah gak?" Tanya Rian
"Buah apa?"
"Buah pear"
"Gak deh"
"Oke mi"
Oh ya, mereka semua saat tiba di bandara tadi langsung di minta mandi oleh mami Lauren karna mami tak suka bau parfum mereka,
__ADS_1
Biasa bumil sensitif.
"Mami istirahat sama Rizell di kamar gih"
"Papi kamu ada ngehubungin gak Ger?"
"Ada tadi ma"
"Ko gak ngehubungin mami?"
"Papi kamu selingkuh ya di sana?"
"Oh god!" Batin Gerald
"Enggak ma, nanti papa ngehubungin ko katanya"
"Kapan?"
"Nanti Gerald telpon"
"Masa harus di hubungin dulu baru ngasih kabar? Gak bisa apa langsung telpon aja!" Gerald menghela nafas begitupun yang lain karna mereka juga merasakan sensasi menjadi Gerald, karna berada di satu pesawat yang sama.
"Mami jangan nangis dong" Gerald berjongkok di samping mami nya.
"Atau kita ke Dubai aja? Gak usah ke Bali?" Okey otak Gerald terlalu gak normal.
Seperkian detik bisa-bisanya dia kepikiran untuk ke Dubai dengan membawa pakaian dua set saja.
"UHUKK-UHUKK" Rian tersedak buah pear yang dirinya makan.
"Dubai?" Gumam Nata juga kaget.
"Gak bisa thinking gue sama Gerald" gumam Relga.
"Yaudah ayo susulin papi kamu" Rizell yang baru keluar dari kamar langsung memijit pelipisnya.
"Temen lo noh" ucap Rizel pelan ke keempat sahabat Gerald.
"Ganti penerbangan ke Dubai" perintah Gerald,
"Maaf tuan, kita harus mengisi bahan bakar terlebih dahulu jadi kita akan mendarat di Bali lalu akan berangkat siang nanti" ucap pramugari yang sudah berkomunikasi dengan pilot.
"Iya gapapa! Kalian atur aja, soalnya mami mau ke pantai dulu mau cari keong" Gerald tersenyum ke arah pramugari menahan segala hal yang ada di benak nya agar tidak keluar begitu saja.
Mereka hanya menghela nafas lalu kembali ke posisi masing-masing, mami di ajak masuk ke kamar untuk beristirahat bersama Rizell.
"Beneran ke Dubai?" Tanya Nata
"Hmmm"
"Bukannya para kakek nenek mau ke Indo ya?" Tanya Relga
"Oh ****!, kabarin kakek kita bertemu di Dubai saja lalu pulang sama-sama ke Indo" ucap Gerald.
"Ger Lo?" ucap Nata tertahan
"kenapa?"
"Lo ngomong kasar!"
"oh an.. ASTAGHFIRULLAH"
"Ribet kan? Gws deh Ger" ucap Rian.
Gerald hanya pasrah dirinya tak bisa marah takut kalau adeknya kenapa-kenapa. sesayang itu Gerald dengan adek juga mami nya.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1