Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 64


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Akhirnya bell istirahat pertama berbunyi, Gerald dan Nata di bolehkan pergi dari lapangan.


"Loh tumben cuman berdua mereka?"


"Iii Mahen gak ada kemana ya?"


"Relga Rian mana nih?"


"Tumben buaya aquila gak ada"


"Gerald keringatan makin ganteng gila"


"Ger ijinin gue bantu lap keringt lo dong"


"Mamah Nata gateng banget gilaa"


"Help jantung gue gak aman"


Smbegitulah percskapan bisik-bisik yang ada di kantin saat melihat Gerald dan Nata memasuki area kantin. Karna cuman mereka berdua, alhasil keduanya sama-sama pergi untuk memesan makanan.


"Lo kalo denger cerita Danis tadi malam bakal ikutan kesel"


"Kenapa?"


"Bokapnya bawa selingkuhan kenmakam nyokapnya"

__ADS_1


"Enak nya di apain orang begitu?"


"Bunuh aja gak si?" Gerald tersenyum.


"Mami masih hamil" ucap Gerald santai


"Oh iya lo bener, keknya dia manager di salah satu anak cabang perusahaan besar"


"Perusahaan besar berarti di antara kita aja kan?"


"Iya si, perusahaan kayu di Balikpapan punya siapa dah lo apa Relga atau Mahen?"


"Mahen kalo di Balikpapan, gue gak ada kayu paling batu bara sama emas di daerah Kalimantan"


"Kayaknya males gue nyari tau lebih dalem terlalu mudah dapetnya" Gerald mengangguk.


"Trus gimana?"


"Gak tau gue mah"


"Bodoh" umpat Gerald,


Pembicaraan di luar normal remaja SMA jaman sekarnag kan? Memang biar gak sellau bahas cinta-cinta yang gak jelas apalagi masa SMA mah masih cinta monyet ya gak.


"Tanya Danis aja mau nya gimana nanti"


"Hmmm" Gerald hanya bergumam.


Pesanan mereka datang dan langsung mereka nikmati karna memang tenaga mereka terkuras harus berdiri di bawah terik matahari yang lagi naik-naiknya.


"Sumpah Ger, gue pengen obrak abrik ni bumi. Gue pengen makan dengan tenang anj" gumam Nata.


"Lo apaan si" kesal laki-laki itu karna di siram,


"Lo yang apa-apaan!! Bisa-bisa nya lo selingkuh sama ni bocah!! Organisasi berkedok selingkuh!!"


"Jangan bikin malu!"


"Cowok kek lo tuh pantas di bikin malu!!" Laki-laki itu hendak melayangkan tangannya ke wajah permepuan itu.


"Dude? Lo cowok?" Suara Gerald berhasil menhentikan gerakan tangan itu.


"Tampar aja, tapi abis itu lo ke meja kita bro temenin makan" kini Nata ikutan.


"Gue kalo jadi lo mbak, gak bakal cuman siram tampar lah mukanya minimal" Nata semakin mengkompori perempuan itu.


"Cowok brengsek!! Gue pastiin idup lo bakal susah anj! Muka kek pulu-pulu sok selingkuh!!"


"Heh mba si plainh organisasi, asal lo tau ya! Semua hal yang dia kasih ke lo tuh termasuk sewater yang lo pake itu beli pake duit gue! Gue kira dia beliin adek nya beneran eh taunya adek-adek ketemu gede"


"Putus ya kita basat" ucap perempuan itu ke laki-lakit yang sedari tadi menahan amarahnya,


Perempuan itu memberikan jempol dan berucap tanpa suara makasih ke Gerald dan Nata lalu pergi bersama teman-temannya.


"Kamu gapapa?" Ucap permepuan itu.

__ADS_1


"Uhukk-uhukk anj emang ya kalo cinta itu bisa bilin tolol" ucap Nata membuat beberapa murid yang mendnegar itu tertawa.


Pasalnya sudah jadi pelakor tapi tidak tau malu malah terang-terangan seakan tidak terjadi apa-apa barusan.


"Kenapa bro? Mau berantem?" Tanya Nata karna di tatap kesal oleh laki-laki itu.


"Satu organisasi juga gue jabanin bro kalo mau berantem" Nata benar-benar masih mabuk sumpah Nata mengundnag perseteruan.


Gerald hanya mendengarkan sesekali menyunggingkan senyum tipisnya bangga ke Nata,


...🌚🌚🌚...


Ayas menggeleng melihat tingkah Rizell begitu juga Alexa, Rizel benar-benar segampang itu mengeluarkan uang.


"Mau apa lagi Leo? Ini bagus deh keknya" menunjuk rumah berbie.


"Atau ini? Mau apa lagi? Ayo dong iiih"


"Zell udah dong gue yang pusing" ucap Alexa


"Sttt ini urusan gue sama Leo! Lo diem"


"Ayo Leo mau apa lagi" Alexa dan Ayes saling tatap lalu menggeleng.


"Gak bisa mikir gue liat tingkah temen lo" ucap Ayas,


"Apalagi gue" sahut Alexa.


Banyak sekali belanja mainan dan pakaian untuk Leo dari Rizell, entah mood saja berbelanja apalagi kebutuhan anak kecil seakan memenuhi innerchild Rizell.


Rizell senang Alexa yang pusing bagaimana cara membawa semua belanjaan ini, orang-orang sudah memperhatikan mereka sedari tadi karna banyak sekali belanjaan bahkan tak hanya kedua tangan Alexa tapi tangan Ayas juga Rizell penuh.


"Boleh gak si ini taroh mobil dulu?" Tanya Alexa


"Boleh ko, ayo ke parkiran" ajak Rizell.


"Abis di taroh kita pulang aja ya?" Ucap Alexa lagi.


"Kenapaaaa??" Tanya Rizell seperti anak kecil,


"Gue tau isi otak lo ya Zell, lo bakal masuk ke toko-toko yang belum lo masukin" Rizell tersenyum.


"Ini namanya healing" ucap Rizell


"Elu healing kita pusing" sahut Ayas.


"Yee kan gue udah bilang kalo lo pada mau pilih aja nanti gue bayar"


"Lo kenapa dah hari ini?"


"Hehehe, gue di kasih pinjem kartu Gerald" lagi dan lagi Ayas dan Alex saling bertatapan lalu menggeleng.


"Cape gue benar-benar cape" ucap Alexa.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2