
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEš¤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
Caffe,
Rizell suka sekali jalan-jalan sendiri terutama ke caffe sedari dulu. Walau pernah sekali kejadian Gerald menghajar habis laki-laki yang menggoda kakanya sampai mereka balas dendam ke Rizell.
Duduk sendirian bersama buku novel yang dirinya baca di temani alunan musik dari airpods juga segelas kopi.
Rizell tak ada kelas kecuali Ayas dan Alexa yang ada kelas, mereka satu jurusan cuman kadnag beda jadwal dan kasang bisa satu jadwal yang sama.
Note : foto hanya pemanis.
"Excuse me, can I sit here too? (Permisi, boleh duduk di sini juga?)" tanya seorang laki-laki seumuran Rizell, bule guys bulee.
Rizell tak merespon karna memang dirinya tak mendengar namun dirinya menyadari ada orang di depannya dan langsung mendongak.
"Kenapa ya?"
__ADS_1
"sorry, can you speak English? (Maaf, bisa bahasa Inggris?)"
"Sure, is there anything I can help you with?" (Tentu, ada yang bisa aku bantu?)"
"introduce me Naresh, the tables in this cafe are full even outside and I see your table is enough for two people can I sit here too? (perkenalkan aku Naresh, meja di cafe ini pada penuh bahkan di luar dan aku lihat meja mu cukup dua orang apakah aku bisa duduk di sini juga?)"
Rizel menoleh ke arah sekelilingnya memang benar full bahkan sampai meja luar, dan lagi meja yang Rizell tempatii muat untuk empat atau enam orang namun dirinya hanya sendiri.
"Ah yes, you can just sit here (ah ya, boleh duduk aja di sini)"
Cowok yang ngajak Rizell ngomong,
Rizell tak memperdulikan karna dia fokus membaca walau masih memakai airpods nya tpsi musiknya dia matikan.
Diam-diam an,
"by the way, may i know your name? (Omong-omong, boleh aku tau nama kamu?)"
"Excuse me? (Permisi?)" seraya melambaikan tangan di depan Rizell, Rizell mendengar pertanyaannya cuman dia berakting saja tidak dengar.
"sorry, why? (Sorry, kenapa?)"
"may i know your name? (Boleh aku tau namamu?)"
"Griz? can i call that? (Griz? Boleh aku panggil begitu?)" Rizell mengangguk.
Mereka kembali dengan kesibukan masing-masing, sampai saat Rizell hendak pergi karna sudah sangat sore.
Rizell membawa barang-barangnya dan jaket milik sang adek bertuliskan leader Aquila itu beranjak dari kursi.
"You want to go? (Kamu mau pergi?)" tanya Naresh
"Yes, before the lions in my house went berserk (ya, sebelum para singa di rumahku mengamuk)" ucap Rizell membuat Naresh tertawa.
"you are cute, wanna be together? maybe your house with my apartment in the same direction (kamu lucu, mau aku antar? Mungkin rumah mu dan apart ku searah)"
"No need, I brought the car. (Gak perlu, aku bawa mobil)" Naresh mengangguk.
Rizell pun pergi, dia sedikit meruntuki kebodohan yang terlalu friendly itu dan terlalu berbicara terlalu banyak.
"Permis..." pundak Rizell di pegang oleh seseorang yang tak di kenal sontak Rizell langsung menepisnya dan mundur.
"Ya? Eh sorry ada apa?" Tanya Rizell.
Beberapa pria seumuran Gerald itu saling berkode melalui tatapan mereka,
__ADS_1
"****, mereka musuh Gerald" batin Rizell saat melihat jaket yang mereka pakai bertuliskan jupiter,
"Ada apa ya? Jangan dekat-dekat! Gue gak akan segan-segan buat lukain lo pada" ancam Rizell.
"Griz? Are you alright? (Griz? Kamu baik-baik saja?)" tanya Naresh yang memang sengaja mengikuti Rizell karna melihat beberapa pria ini sedari awal masuk sudah memantau Rizell.
"Lo amanin tu cowok, yang lain bawa ni cewek" bisik-bisik mereka.
Ternyata tak hanya lima orang ada yang lain entah datang dari mana,
"Masih sore, gue bunuh mereka bakal jadi kriminal nantinya" batin Rizell
"GRIZELLE!!!" Naresh berteriak menyadarkan lamunan Rizell.
"Syalan!!!" umpat Rizell.
Dua vs sepuluh orang lebih, Naresh jahonjuga berkelahi dirinya sekarang berada di dekat Rizell dirinya menjaga Rizell.
"can you give me some time? one minute hold them? (Bisa kasih gue waktu? Satu menit tahan mereka?)" tanya Rizell yang langsung di angguki oleh Naresh.
Rizell mengambil ponselnya dan langsung menekan tombol emergency khusus yang di buat untuk keluarga mereka dan keluarga lainnya.
Di waktu yang sama,
Gerald yang tadinya memang ingin menyusul Rizell karna bosan di rumah mendapat notif tersebut langsung menginjak pedal gas se mentok-mentok nya.
Yang lain juga berada di rumah pada heboh termasuk papa Gilbert yang juga mendapat notif emergency dari Rizell, semua pengawal di kerahkan seketika itu juga.
Cctv di sekitar area Rizell langsung di amankan oleh para cyber Ouranos,
...TINNNNNNN...
...BRAKKK...
Dua orang yang tak sempat menghindar di tabrak Gerald,
"Lo!!!" Ucap salah satu anggota Jupiter yang mengenali Gerald saat keluar dari mobil.
"Masuk mobil!" Perintah Gerald ke Rizell,
Rizell langsung menurut karna dirinya melihat sang adek yang marah di tambah raut wajah menahan kekesalan itu langsung menurut.
"Lo pada mau mati? Gue sengaja gak mau ikut tawuran kemarin biar lo pada masih idup! Sekarang lo pada nyentuh milik gue? Abis liat aja lo semua!"
Gerald berucap dengan panjang lebar bukan omong kosong belanang itu peringatan terakhir dari dirinya untuk siapapun yang membuat kakaknya harus berkelahi dan sampai menekan tombol emergency itu.
...š¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENš¤...
__ADS_1