
SELAMAT DATANG DI GERALD KANEš¤
SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA..
DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE.
@ARCELLAQUEENZIEG
@ARCELLAQUEENZIEG
@ARCELLAQUEENZIEG
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
DI TUNGGU YAA!!!
BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA.
KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARš¤
Bangun lagi, mandi, sarapan, berangkat sekolah seperti itu rutinitas mereka.
Dua bulan sejak kejadian Ale, papanya tak pernah mengangguk Ale bahkan menghubungi saja tidak. Bagaimana dia hendak menghubungi sebelum menghubungi Ale saja dia berpikir seribu kali lebih keras.
Setelah Ale keluar dari rumah dan tiba di apart, Gerald dan yang lain mendatanginya ke rumah dan mencambuk tubuh orang tua itu tiga puluh kali lebih, bahkan mereka belum luas mencambuknya tapi yah mereka masih punya hati nurani mengingat orang gila itu adalah orang tua dari sahabat mereka.
Jadinya mereka hanya mengukir di beberapa bagian tubuh orang tua gila itu sebagai rasa maaf karna bertindak kasar berani mencambuk nya.
Para pekerja yang ada di rumah itu di pulangkan tentu mereka di gajih dengan uang hasil menjual properti yang ada di rumah ini juga menjual barang ilegal yang mereka dapat di seluruh ruangan yang ada.
Sisa uangnya di berikan ke Ale, tentu mereka memberitahu kalau uang ini hasil menjual barang ilegal tersebut. Ale tak terlalu memikirkan bagaimana bisa teman-temannya menjual itu, yang dia pikirkan bisa membiayai hidupnya dna hidup Leo itu saja sudah cukup.
Dan papa Ale di ancam jika berani menenui Ale ataupun menghubungi Ale maka dia siap menerima konsekuensi nya.
Padahal Ale tak mau teman-temannya ikut campur tapi dia sadar dia tak memiliki apa-apa di tambah ada adeknya yang masih kecil. Ale juga baru tau sebulan lalu ibu dari Leo sudah di eksekusi mati seminggu sebelum di bawa papanya pulang.
"Nyebat lancar, tapi sekolah enggak cuaksss" sindir Relga ke Rian
"Apaan sih Rel jan kek bocah idiot dong!" Ucap Rian
"Katanya playboy tapi ko yang mutusin cewek, cuaksss"
"Owasu" umpat Rian
"Katanya b aja tapi ko galau, cuakssss"
"Berantem aja deh kita su" ajak Rian
"Aku tau aku salah sayang, maafin aku ya heleh helehhh"
...BUGGGG...
Rian melempar penghampus papan tulis tepat mengenai wajah Relga,
__ADS_1
"Kontl"
"Katanya kalem tapi ko kasar, cuaksss" Ucap Rian, Relga mengaca melihat dahi nya mendapat cap hitam langsung kesal dan mengejar Rian yang sudah berlari meninggalkan kelas.
"WOI ANAK RICARD ASU!!!" Teriak Relga seraya mengejar Rian.
Padahal tengah jam istirahat koridor sekolah ramai karna banyak murid-murid yang berada di koridor entah baru dari kantin atau baru mau ke kantin dan tempat lain.
"BBGST AWAS LO!!!"
"CUAKSSSS" teriak Rian mengejek Relga.
Mereka kejar-kejaran tanpa lelah mengelilingi sekolah,
...SREKKKKK ...
"Akhirnya dapet lo anak Ricard!" Relga berhasil menangkap Rian namun seragamnya robek dari kerah hingga pinggang nya kara di tarik kencang.
"Wahh syalan lo Rel seragam gue!!"
"Lo duluan anj"
"Berantem aja deh kita"
"Yaudah ayo"
Akhirnya mereka saling tonjok setelah lari-larian, berkelahi di tengah lapangan yang mana tetnu menjadi pusat perhatian banyak orang.
Tak ada yang berani memisahkan mereka, keduanya sangat brutal awalnya murid-murid mengira keduanya bercanda sampai Rian berhasil menghantam pipi Relga dan sebaliknya.
"Pisahin gak nih?" Tanya Nata kepada kedua temannya yang sedari tadi memperhatikan keduanya bertengkar.
Sudah sekitar sepuluh menit kira-kira keduanya berkelahi, tapi ketiga temannya yang lain tak sedikitpun berminat memsiahkan keduanya.
"Sama gue juga" Akhirnya keduanya mengakhiri perkelahian,
"Lah? Ri banyak yang nonton ternyata"
"Iya anj pantes dari tadi engap banget" murid-murid yang ada di lapangan menggeleng,
Mereka kira Rian dan Relga berkelahi karna merebutkan sesuatu atau lebih tepatnya ada hal serius yang membuat mereka berkelahi sebrutal ini. Tapi lihatkah ini? Ko bisa mereka malah bercsnda tawa seakan tak terjadi apa-apa.
"HADRIAN SEOH DAN RELGA PRASETYO KE RUANG BK SEKARANG!!!" Ucap salah satu guru yang ada di kerumunan para guru itu.
"Gimana Rel? Ke ruang bk gak?"
"Maaf bu nanti aja, Relga laper belum makan takut mag kalo gak makan"
"IYA BU RIAN JUGA"
"SEKARANGG!!"
"YAUDHA DEH KE RUANG BK SEKARANG TAPI KALO NANTI TETIBA RELGA DI LARIKAN KE IGD KARNA MAG, IBU TANGGUNG JAWAB TRUS NGOMONG SAMA MAMAH RELGA YA?" Guru bk tersebut memijit pelipisnya,
"YASUDAH!! CEPAT KE KANTIN SANA SETELAH ITU KE RUANGAN SAYA!!"
"Emmmm yaudah oke bu kita ke kantin dulu" ucap keduanya kalu pergi ke kantin.
"Bukan temen gue" gumam Nata
"Bukan temen gue juga" sahut Gerald
"Sama bukan temen gue" ucap Mahen.
__ADS_1
Mereka hanya menatap kedua temannya yang tengah berjalan ke arah kantin seraya berbincnsg itu, padahal seragam Rian belakangnya robek menjadi pusat perhatian tentunya di tambah dahi Relga yang masih hitam akibat penghapus itu.
Ko bisa mereka berantem" tanya Mahen masih bingung.
"Di kelas kek orang kesetanan dua-duanya, yang satu abis putus cinta yang satu gabut" Mahen dan Gerald mengangguk paham.
"Kita gak ke kantin?" tanya Gerald
"Emang lo mau ke kantin?" Tanya Mahen
"Enggak"
"Yaudah d sini aja" Gerald mengangguk.
"Roftop aja dah biar bisa nyebat" ajak Nata
"Sabi"
"Roftop aja kalo gItu"
Setelah berucap mereka langsung menuju ke arah tangga, roftop khusus milik mereka karna memang ada tiga roftoo di sekolah ini dan salah satun roftop khusus milik mereka tak ada yang blleh masik.
Mereka memilih mabar game seraya menunggu bell masuk, sebenarnya sudah bell hanya saja mereka malas masuk kelas biasa most wanted sekolah.
"Gimana? Gak ada pergerakan dari musuh kan?" Tanya Nata
"Aman sejauh ini" ucap Mahen
"Minggu depan jadi lo ke Spanyol" tanya Gerald
"Jadi"
"Kita beneran gak boleh ikut nih Hen?" Tanya Nata.
"Gak usah ribet"
"Oh? Gitu ya Hen!! Iya deh kita mah si paling ribet ya gak Ri" ucap Relga.
"Mending lo bersihin muka lo baru ke sini" ucap Mahen
"Muka gue kenapa emang?" Relga langsung mengambil ponselnya untik berkaca
"Oooo Rian kntl"
"Padahal gue dah ngasih tau dari tadi"
"Gak ada ya bngst"
"Lah? Gue udah bilang"
"Kagak ada!! Lo cuman bilang REL RAMBUT LO BAGUS gitu doang"
"Ya kan biasa lo kalo di kasih tau begitu langsung ngaca trus jadi sok ganteng anj"
"Dah lah kntl pengen gue lempar lo dari atas sini"
"Bisa diem gak?" Tanya Gerald
"Temen lo nih si Rian" Relga menunjuk Rian
"Diem" ucap Gerald lagi,
"Oke diam" ucap Relga langsung diam.
__ADS_1
...š¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENš¤...