Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 18


__ADS_3

SELAMAT DATANG DI GERALD KANEđź–¤


SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA..


DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE.


@ARCELLAQUEENZIEG


@ARCELLAQUEENZIEG


@ARCELLAQUEENZIEG


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


@THEYCALLME.QUEEN


DI TUNGGU YAA!!!


BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA.


KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARđź–¤


‼️BANYAK BAHASA YANG GAK BOLEH DI TURU ATAU DI TERAPKAN YA!! BIJAK DALAM MEMBACA‼️



Setelah hari itu, papa Gilbertd meminta mereka benar-benar langsung pulang. Gerald dan yang lainnya berpisah karna kakek akan menetap di Belgia sementara waktu katanya.


Gerald dkk pun kembali seperti hari-hari mereka seperti sekarang mereka tengah berada di warjang atau warung bujang.


“Sebat mulu kerjaan lo pada mati baru tau rasa” suara itu sontak membuat mereka yang ada di warjang menoleh.


“WOW!!” Relga lagsung menghampiri kedua perempuan yang sudah sangat lama tidak mereka temui itu.


“Kapan sampe?” Tanya Rian memeluk keduanya bergantian,


“Kemarin lusa” ucap Kayasa Ivander atau Ayas.


“Mahen sama Gerald mana?” Tanya Alexandra Ruwelan atau Alexa.


“Lagi ada urusan, bentar lagi juga dateng” ucap Nata


“Balik kerumah?” Tanya Relga ke perempuan berdua yang saat ini duduk berbaur dengan anggota AW lainnya juga.


“Kagak, kan kita gak punya rumah” sahut Ayas


“Relga anj” ucap Padli anggota AW


“Njir gua cuman nanya”


“Jadi lo pada tidur dimana kak?” Tanya Hilmy


“Apart yang waktu itu kita tanya di grub” mereka mengangguk.


Ayas dan Alexa sempat menanyakan beberapa lokasi apart dan kondisi dalam juga luarnya bagaimana ke anak-anak Aquila.


“jadi sekolah di sini?” Nata memastikan apakah mereka akan sekolah atau lanjut kuliah saja. Mereka memang seumuran tapi mereka jarang bertemu dan lagi kedua perempuan ini tinggal di negara luar yang memiliki sistem pendidikan cepat dan ya keduanya sudah s1 dan kembali ke Indonesia.


“Kalo bisa dua-dua nya ya ambil” ucap Alexa.


“Si paling suka belajar ya gini nih ini” Rian tak habis pikir kenapa dua perempuan ini sangat gila belajar.

__ADS_1


“Nyenyenyee.... Mahen Gerald ada urusan apa emang?” Tanya Alexa


...Ting ...


...Aquila wild (grub chat)...


Mahen


📍lokasi


buru ke sini


Varell


Kenapa Hen?


gue lagi kelas cok


Nata


Kenapa anj? @Mahen


Relga


banyak tanya yang gak sibuk buru ke lokasi


Lio


Gak perlu semua yang berangkat!


@Relga bawa sepuluh orang aja


Nata



Otw!


Kabarin kalo pada luka biar ke rs langsung.


Alexa


@Lio amanin jalan!


^^^Read^^^


Di waktu yang sama, Gerald dan Mahen bersembunyi di dalam hutan entah hutan dimana yang jelas hanya hutan ini yang dapat membantu mereka walau tak sepenuhnya membantu.


“Berapa orang?” Tanya Gerald,


“Dua puluh lebih”


“Ck! Lo padahal bisa pergi duluan anj naik motor malah ikut sembunyi” ucap Gerald seraya menekan pinggang kanan nya yang terluka.


Keduanya baru saja hendak kembali ke warjang karna lokasi yang mereka tuju agak jauh, saat di jalan tiba-tiba ada beberapa orang mengepung mereka, awalnya Mahen berhasil lolos karna Gerald memintanya untuk pergi.


Setelah Mahen pergi Gerald tak bisa mengendalikan motornya akibat tendangan salah satu gerombolan orang itu dan terjatuh, Gerald sempat melawan sampai saat dua belati menusuk pinggang kanan nya.


Mahen putar balik dan membawa Gerald keluar dari kondisi kritis tersebut, namun saat di perimpangan Gerald sudah sangat pusing alhasil mereka turun dan mencari tempat sembunyi.


...BRUKK...


Gerald pingsan akibat luka yang di terimanya,


...John (call)...


^^^KENAPA LAMA!!!^^^

__ADS_1


^^^CEPAT KE LOKASI KU BAWA MOBIL!!^^^


^^^MEREKA YANG MENGHALANGI BUNUH!!^^^


Bab..baik tuan


...Panggilan berakhir...


Mahen menekan luka Gerald agar menyumbat darah yang terus menerus keluar itu.


“Bangun Ger!!”


“Ger anj bangun!!!”


“Bangun Ger!!”


Hampir sepuluh menit barulah orang-orang itu datang, John melaporkan setengah dari orang-orang itu tertangkap dan sisa nya kabur tentu saja mereka juga di kejar oleh anak buah Mahen kalau bisa.


“Shitt!!!” Kaget Ayas yang melihat Gerald di bopong masuk ke dalam mobil.


“Pingsan? Gerald pingsan?” Tanya Iqbal atau Bale.


“Gu..e bangun” ucap Gerald pelan karna tau kepanikan teman-temannya.


Walau memang sempat pingsan tadi untung Mahen tak menyerah membangunkan sahabatnya ini, luka di lengan dan kaki nya juga cukup parah di tambah pinggang kanannya luka tusukan yang cukup dalam.


Orang-orang itu ternyata menunggu mereka di Indonesia tidak mengikuti kemana mereka pergi, tapi itu hanya perkiraan mereka walau begitu tetap saja yang mereka incar itu Mahen.


Papa Gilbert tak akan membiarkan hal ini begitu saja tentunya, untuk yang di luar negeri masih bisa di maklumi tapi untuk yang sekarang sampai menyentuh dan melukai anaknya.


Mereka pasti mengira kalau Geraldi tu Mahen karna style mereka tadi mirip hitam-hitam dan motor juga mirip.


“Motor gue” gumam Gerald.


“Aman Ger aman fokus ke luka lo dulu” ucap Alexa.


“Jangan bilang ke orang rumah”


“Yah? Si Nata udah bilang mamah Lauren” ucap Relga yang menyetir.


“Tolol”


“Tapi ya Ger, mau di bilang atau kagak juga kita kan kerumah sakit keluarga lu”


“Iya juga” sahut Alexa


“Mending lo pada diem anj brisik” Alexa dan Relga saling bertatapan sebentar.


Heran padahal yang awalnya ngajak ngomong itu Gerald ko malah mereka yang di marahin? Oke lah suka-suka Gerald saja mau kaya gimana toh sekarang dirinya jadi pasien.


“Mampus Al” Relga kaget saat melihat beberapa bodyguard yang ada di depan rumah sakit.


Oke itu bodyguard keluarga Ouranos yang mana dapat mereka tebak kalau yang ada di rumah sakit itu bonyok Gerald.


Para perawat membawa brankar di untuk membawa Gerald ke dalam, benar saja di dalam ada mami Lauren yang sudah menahan diri untuk tidak menangis di pelukan papa Gilbert, saat Gerald masuk tangis mami Lauren terdengar.


“Iiii anak aku hikss mas anak aku!!!!”


“Dokter buruan dok!!!!”


Wajah Gerald itu sangat pucat mengingat banyak darah yang keluar makanya mami Lauren panik melihat wajah anaknya yang begitu pucat.


“Om tante maafin Mahen” ucap Mahen jujur dirinya benar-benar merasa bersalah karna dia tau orang-orang itu kiriman siapa.


“Enggak ini hiks bukan salah Mahen! Mahen anak mami juga ya gapapa gapapa mereka yang salah” mamah Lauren memeluk Mahen.


“Mereka sudah aman” ucap papa Gilbert,

__ADS_1


Pakaian Mahen walau gelap-gelap tetapi bau amis darah Gerald tercium cukup kuat di badan Mahen.


...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...


__ADS_2