
SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤
SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA..
DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE.
@ARCELLAQUEENZIEG
@ARCELLAQUEENZIEG
@ARCELLAQUEENZIEG
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
@THEYCALLME.QUEEN
DI TUNGGU YAA!!!
BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA.
KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR🖤
Nata tengah mengecek identitas keduanya, Gerald berada di dalam kamar sedangkan Mahen bersama yang lain di rusng tamu.
Sebenarnya yang pangeran itu Mahen apa Gerald ko lebih santai Gerald wkwk.
"Dean dan Defan?" Ucap Mahen
"Kami menghadap matahari kekaisaran" ucap keduanya, Mahen mengangguk kecil tanda menerima salam keduanya.
Hening, Mahen hanya menatap keduanya sedangkan keduanya menunduk takut. Bagaimana mereka tidak takut selain tittle pada diri Mahen juga pedang dan pistol yang ada di tubuh para bodyguard nya.
Yang siap kapan saja menembus kepala atau tubuh mereka jika berbuat kesalahan.
"Siapa yang mengirim kalian?" Tanya Mahen.
"Tidak ad ayang mengirim kami pangeran, kami hanya bersembunyi dari kejaran para bandit yang ingin menjadikan kami budak" jelas Dean.
...PRANGGG...
Sontak mereka menoleh ke arah sumber suara yang berada di dalam kamar,
"Gerald!!" Panggil mereka panik lalu berlari ke dalam.
"Sialan!!!" Umpat Gerald.
"Ken..ap! Anj Ger!!" Mereka semua kaget,
__ADS_1
Bagaimana tidak kaget tangan Gerald bercucuran darah akibat kejatuhan kaca yang pecah.
"Panggilkan dokter segera!!" Perintah Mahen.
"Bisa-bisanya!!"
"NUNDUK HEN!!" Perintah Gerald.
Mereka langsung tengkurang.
Peluru tanpa suara hampir saja mengenai salah satu kepala mereka,
"CARI TU ORANG SAMPE KETEMU!!" Perintah Gerald entah ke siapa yang jelas perintah itu mutlak bagi anggota yang mendengar.
"Aku mau mereka hidup-hidup!" Ucap Gerald lagi,
Mereka dapat menebak ulah siapa ini semua namun mereka tak bisa langsung menuduh begitu saja, berangkat atau tidak ke pesta teh yang di adakan permaisuri pertama nywa mereka akan tetap terancam.
"Mereka berani melukai ku? Apa mereka ingin negara ini hancur" gumam Gerald.
"Akan saya obati lukanya tuan muda" ucap Arka.
Istana seketika heboh, saat ini Gerald benar-benar marah. Bagaimana dirinya tidak marah, malam ini mereka akan pulang dan luka ini akan di lihat oleh mami nya karna tak bisa di tutupi begitu saja.
"Dokternya datang!!" Ucap Rian yang terengah-engah memanggil dokter itu.
"Obati luka ku, Arka!" Gerald memerintahkan sekertarisnya yang mengobati bukan dokter yang di panggil.
Muka Gerald terlihat jelas karna dia berada di dalam kamar dan tak menggunakan topeng berbeda dengan yang lain,
"Apa mata kalian ingin ku jadikan makanan anj" ucap Gerald,
"Ck, gue!" Mahen menerintahkan dokter dan para maid keluar dari ruangan ini dan memberikan perintah kalau mereka tidak melihat apa-apa.
Jika tersebar identitas Gerald maka Arka lah yang akan mengurus mereka, tentu saja membunuh mereka adalah hal muda agar rahasia tidak ketahuan bukan?
...🌚🌚🌚...
Mahen menghadiri pesta minum teh yang di adakan permaisuri pertama di temani John dan ketiga sahabatnya kecuali Gerald. Sebisa mungkin mereka tak mengajak Gerald karna jika Gerald bertemu dengan permaisuri maka bisa saja Gerald menyerang dalang dari kecelakaan tadi.
"Salam kepada matahari kekaisaran" ucap Mahen.
"Kamu sudah datang, mari nikmati waktu bersama"
"Tentu"
"Aku dengar istana mu di serang? Apa yang terjadi?"
"Apa yang terjadi? Ah menurut anda apa yang terjadi di istana ku? dan aku rasa kejadian ini hanya orang-orang di istana ku yang tau dan aku meminta mereka menutup mulut. Apa anda memasukkan mata-mata di istana ku? Permaisuri pertama?"
"Apa maksud mu pangeran kedua? Apa aku sejahat itu dimatamu?"
"Aku tidak suka basa-basi ini permaisuri pertama, jangan terlalu meremehkan lawan mu! Aku sudah sangat muak bermain petak umpat"
"Hahaha lalu apa mau mu? Perebutan tahta?"
__ADS_1
"Mau ku?" Mahen berdiri lalu mendekat ke permaisuri dan berbisik.
"Membunuh mu" bisik Mahen.
"Aku kira waktu sepuluh menit sudah cukup menghargai undangan anda permaisuri, saya pamit undur diri" ucap Mahen.
"Ah ya, pelaku kecelakaan di istanaku sudah tertangkap. Aku harap bukan anda yang meminta mereka untuk melakukan penyerangan itu. Dan jika terbukti anda yang mengirim mereka aku harap anda bertahan sampai aku melakukan kemauan ku" setelah berucap Mahen pergi.
Benar, pelaku nya sudah tertangkap. Hanya satu orang sniper jaraknya cukup jauh dari istana namun dapat mereka temukan dalam hitungan jam.
Kalau itu saja anggota Aquila tidak dapat menemukan maka nyawa merekalah yang akan menggantikan pelaku, tidak ada hal mudah berada di Aquila.
"Katakan siapa yang mengirimmu!" Ucap Arka.
"Periksa mulutnya" perintah Gerald
Arka langsung memeriksa benar saja, ada racun yang di sembunyikan, Gerald sudah menebak hal ini.
"Buat dia mengatakan siapa dalang nya sebelum kita berangkat!"
"Baik tuan muda" Gerald pergi dari ruang tahanan ini.
Mereka berkumpul di kamar untuk bersiap pulang, Dean dan Defan tidak ada hal mencurigakan dari mereka. Dean dan Defan di ajak ke Indonesia oleh Gerald.
Bukan Mahen ataupun tiga sahabat mereka yang lain tapi Gerald yang mengajak mereka. Iya Dean Defan akan di ajarkan bela diri.
Dan keduanya juga menyetujui karna hanya tinggal mereka berdua saja tak ada orang tua ataupun saudara lainnya.
"Tangan lo gimana?" Tanya Nata.
"Menurut lo" tanya Gerald balik.
"Udah di periksa lagi Ger?" Tanya Relga
"Lo pada banyak tanya anj heran" kesal Gerald
"Lo kenapa dah?" Tanya Rian lagi.
"Nanya lagi lo pada gua kasih begini" ucap Gerald seraya menunjuk lengan kanan nya.
"Pesawat dan yang lain sudah siap, tuan muda" lapor Arka.
"Pangeran, ada utusan pangeran pertama" lapor John
"Apalagi" gerutu Mahen lalu keluar kamar.
"Ada apa! Katakan"
"Salam kepada matahari kekaisaran"
"Ck! Katakan!!"
"Ada surat dari pangeran pertama, saya diminta untuk memberikan kepada pangeran kedua secara langsung"
"Ribet!!" Mahen meminta John mengambilnya lalu menyuruh utusan itu pergi.
__ADS_1
"Kita bersiap dan berangkat!" Perintah Mahen setelah utusan itu pergi.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...