Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 22


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR🖤...



Mereka tiba di hotel rbc, Arka langsung menuju resepsionis untuk meminta kunci dan yang lain menunggu.


"Ada yang bisa kita bantu tuan?"


"Kunci kamar vvip1" pinta Arka,


"Maaf tuan? Tid..." Arka menunjukkan tanda pengenal milik keluarga Ouranos,


"Mohon tunggu sebentar tuan"


Arka pergi setelah menerima kunci kamar tersebut ke tempat curut-curutnya Gerald,


"Udah jam berapa ini cok" gumam Relga


"Pesawatnya udah di perlambat kata Lio tadi" ucap Rian memberitahu ke Relga.


"Ko gue gak tau?" sahut Relga


"ini kunci kamarnya tuan" ucapan Arka membuat mereka menoleh,


Mereka awalnya hendak meminta Arka saja yang membangunkan Gerald di kamar namun entah kenapa rasa penasaran mereka siapa tau mendapat kejutan saat masuk ke kamar Gerald kan.


"Otak lo pada ya!! Anak gue gak mungkin bungkus cewek woi" suara hati author.


"Bayangin aja Gerald tidur sama cewek" ucap Rian lebih dulu saat mereka berjalan ke arah lift.


"Kalo sampe begitu gue turutin satu permintaan lo pada" sahut Nata


"Sekobam nya tu anak gak mungkin bungkus cewek kayaknya" Relga mencoba berpikir positif.


"Tapi gue penasaran aja si gimana Gerald di ranjang" ucap Rian


"Gerald denger auto masuk ICU lu Ri" sahut Relga

__ADS_1


"Btw, Ayas Ale gak jadi di ajak?" Tanya Nata


"Gak tau dah, emang ada di ajak?" Tanya Rian


"Gak ada" sahut Mahen


"Kenapa?" Tanya ketiganya bersamaan


"Bukan ranah mereka" mereka langsung kikuk, mereka baru ingat kalau yang akan mereka lakukan ini membawa nama mafia bukan geng motor.


Mereka tiba di depan kamar vvip4 khusus milik Gerald,


Pintu di buka, langsung tercium bau wiski yang begitu menyengat bahkan bercampur dengan beer baunya.


"Ni anak simulasi meninggal" ucap Nata seraya menutup hidungnya


"Oh god anak mami Lauren dah gila" kini Relga ya g berucap.


Mereka masuk kedalam kamar yang gelap tanpa pencahayaan sedikitpun, Mahen membuka gorden yang menytupi cahaya dari jendela.



"Eumm!!" Gumamnya namun mata Gerald masih tertutup.


"Ger bangun!!" Ucap Rian


"Woi anj bangun!!"


"Cok!!! Astaga Yesus!!!"


"Gerald!!!"


"Babi bangun babi"


"Gerald" okey Gerald akhirnya membuka matanya namun masih belum sepenuhnya,


"Pakein bos lu baju dah, trus langsung berangkat aja kita" perintah Relga ke Arka.


Gerald sudah berpakaian, menggunakan kaos hitam dirinya bangun walau masih dalam keadaan mabuk. Gerald berjalan sempoyongan sesekali di papah Arka,



"Aduin Rizell sabi keknya" gumam Relga


"Udah baikan emang mereka?" Tanya Nata


"Jan mulai Rel" tegur Mahen


"Siap gak jadi pak" ucap Relga.


Dia gak mabok aja ganteng apalagi mabok gimana gak akcnakfnaksnjw yang liat,


Gerald masuk ke dalam mobil, di dalam mobil dia sendiri karna tak ada yang mau satu mobil dengan Gerald kata mereka ntar tetiba Gerald muntah kan gak lucu.


"Rok..ok g..ue m..an..a?" Tanya Gerald dengan suara terbata-bata karna masih mabuk.


"Habis tuan" Gerald membuka matanya lalu menatap ke arah kursi penumpang di depan dengan tatapan tajam.


"Arkatama!!" Panggil nya dengan suara berat khas milik Gerald.


"Maaf tuan, tuan Gilbert bil..."


"Rokok gue!!" Oke sepertinya Gerald sudah tidak mabuk kan ya kalau bisa marah-marah seperti ini.

__ADS_1


Arka memberikan sebatang rokok ke Gerald, sebebanrya Arka berbohong demi kebaikan Gerlad karna perut Gerald kosong di tambah banyak minum dan saat ini perjalanan menuju bandara malah merokok.


...🌚🌚🌚...



Gerald tengah di periksa, awlanya Gerald hendak di tahan karna bau alkohol di tubuhnya begitu menyengat namun tak jadi karna jalur orang dalam.


"Gue males banget kalo lagi kerja ada yang mabok gini" ucap Nata saat mereka berjalan menuju ke pesawat.


"Gue denger ya anj" sahut Gerald walau mabuk dia masih bisa mengontrol tubuh dan mendengar apa yang teman-temannya bahas.


Karna mereka beli tiket bisnis maka mereka di persilahkan masuk lebih dulu dari yang biasa, hampir setengah kursi bisnis di beli ileh mereka.


Setelah berada di kursi, Gerald melanjutkan tidurnya. Gerald duduk sendiri di depannya ada Arka dan di sampingnya ada Relga Rian, di belakang Ada Mahen dan Nata. Kursi lain terisi bodyguard dan asisten pribadi mereka sama seperti Arka.


...Drttt...


...Drttt...


...Drttt...


"Tuan muda, nyonya menghubungi" Arka memberitahu ke Gerald kalau mami Lauren menelpon.


"Nanti gue hubungi balik" ucap Gerald dengan mata yang masih tertutup.


Mereka pun menunggu pesawat take off. Mahen dan yang lain sibuk dengan dunia masing-masing.


Di waktu yang sama,


"Tapi lo oke kan Zell??" Tanya Ayas setelah mendengar cerita Rizell dimana saat itu Rizell di kunci di dalam toilet,


"Sekarang udah gapapa"


"Gila, di kampus lo masih banyak yang ganggu kek gitu?" Tanya Ale


"Ada"


"Gerald tau?" Tanya Ale


"Enggak, cuman mereka kemarin aja"


"Trus lo diem aja gitu? Oh tuhan!!" Ayas tak habis pikir.


"Lo harus bisa jahat dong Zell, mereka itu parasit kalo di diemin bakal jadi penyakit" Ayas mengangguki ucapan Ale.


"Gue males dan gak berani juga" Ayas dan Ale saling bertatapan sebelum menepuk dahi mereka.


Rizell itu kebalikan dari Gerald tapi jika Rizell tak memakai perasaannya lagi maka akan sekejam Gerald. Keduanya itu sama tapi Rizell lebih memiliki sisi kemanusiaan.


"Oke gue udah putusin bakal kuliah" ucap Ayas,


"Lo pada kan udah s1 ngapain kuliah lagi?" Tanya Rizelll


"Gue juga deh kalo gitu" ucap Ale


"Dude?????"


"Ya menurut lo aja Zell, lo tuh selalu gapapa gapapa padahal itu bisa buat lo trauma" ceramah Ayas.


"Gue gapapa, selagi mereka tau batas"


"Tau batas gimana? Oh god!! Kesabaran gue mendadak ilang kalo ngadepin Rizell" Ayas menijit pelipisnya.

__ADS_1


"Udah-udah sekarang mending kita perawatan ke mall" ajak Ale agar suasana mereka tak suram.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2