Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 30


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Ale di bawa ke berbagai negara dalam satu bulan sudah tujuh negara yang dia datangi, bukan healing tetapi untuk bersembunyi dari papa nya.


"Om? Mami sama adek gimana ya keadaannya" kini Ale tengah duduk di balkon kamar di temani bodygurdnya.


"Maafkan saya nona" lagi-lagi pertanyaan yang di lontarkan Ale tak ada jawaban.


"emm. Yaudah! Besok kita ke negara mana?"


"Inggris nona, ah iya nona Ayas juga sudah berada di Inggris" Ale mengangguk.


Mereka akan melanjutkan sekolah di Inggris dan kuliah di sana,


Satu tahun setelahnya, Ale baru saja mendapatkan kabar yang selama ini ingin sekali dia tau. Kabar mami dan adeknya yang di sembunyikan rapat-rapat oleh bodyguard- bodyguardnya.


"Arghhhhhhh hiksss gak hikss gak mami hikss mami masih hidup!!"


"Mami pasti masih hidup!!" Tangis nya histeris di dalam toilet.


"Hahahaha hikss hahaha mami hikss mami gak hikss mami hahaha gila gue bunuh hikss gue bunuh lo anj hikss mami maafin hiks maafin kakak mi"


Setelah hari itu, Ale meminta bantuan teman-teman kelasnya untuk membelikan tiket pulang ke Indonesia tanpa ketahuan oleh bodyguardnya.


Sepulang nya ke Indonesia,


Dia mendatangi makam mami dan adeknya yang tak terawat itu. Dan hanoir pulang kerumah namun ketahuan oleh bodyguardnya tapi terlambat, papi nya yang ternyata baru datang mendapati mereka di depan pintu.


Sekian lama tak bertemu, papinya menyeret Ale masuk untuk mengucapkan selamat datang dan yap luka yang sudah lama tak ada di tubuhnya kembali luka.


"Kemana kamu selama ini? Alexandra"


"Inggris pa" jujur Ale berucap jujur karna pistol sialan itu mebgarah ke arah kepala bodyguard kesayangan Ale yang selama ini bersama dirinya.


"Bagus! Lalu siapa pria ini hmm?"


"D-dia?"


"Kamu sudah seperti ibu mu! Pelacur?"


"Mami bukan pelacur!!"


...DOOORRR...


"Arghhh!!!!! Arghhhh hiks arghhh" lengan kiri Ale di tembak.

__ADS_1


"Maaf hiks maaf!!" Tangisnya.


"Dia siapa ? Alexandra!"


"Say.."


"Dia pacar aku pa"


"Ahh, apa kamu lupa perintah papa?" Ale menatap papanya dengan mata yang tercengang.


"Mak..maksud Ale dia tem.."


"Sial harusnya bukan pacar!!" Batin Ale,


Peraturan dan perintah papanya slaah satunya dilarang punya kekasih kalau ketahuan kekasihnya akan di tembak mati.


...DOOORRR...


"Papa tau dia suruhan mami pelacur kamu itu" Ale tak peduli dirinya mendekap tubuh bodyguardnya itu yang mana kepalanya hancur akibat peluru yang menembus kepalanya darah keluar banyak sekali.


Ale menangis tanpa suara seraya memeluk bodyguard itu dan berulang kali meminta maaf, harusnya dia tak pulang ke Indonesia harusnya dia menahan diri agar orang-orang yang dia sayang tidka meninggalkannya pergi.


Papa nya yang melihat Ale menangis mendecit lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Flashback off..


"Nona? Nona bangun" Ale bangun punggungnya sangat sakit akibat di cambuk dengan ikat linggang itu.


"Tuan sudah pergi sedari tadi nona, mari saya obati lukanya" Ale mengangguk.


"Dimana anak kecil itu?"


"Ada di kamar nona, maaf lancang karna di rumah ini hanya ada satu kamar yang bisa sayang datangi dan hanya kamar itu yang bersih nona" Ale mengangguk paham.


Ruangan lain dilarang dimasuki karna barang-barang milik papanya yang sangat sensitif dan dilarang di sentuh.


Setelah di obati, Ale berbaring seraya menatap bocah kecil yang masih belum di ketahui siapa namanya ini.


"Kamu ciapa?"


"emmm?" Kaget Ale saat anak kecil itu langsung duduk dan menatapnya.


"Kakak?" Panggilnya.


"Ah sialan" batin Ale, Ale tidak suka ada yang memanggil nya Kakak tapi entah kenapa hatinya merasa hangat saat ada yang memanggil nya seperti itu.


"Iya kakak, nama kamu siapa hmm?"


"Ama acu? Da ada kakak"


"Gak ada ya? Emmm kakak kasih nama mau?" Anak itu mengangguk.


"Leona Ruwelan, di panggil Leo gimana? Bagus kan"


"Eo?"


"Leo"


"Eo?"


"Leona"


"Ena?"


"Le o na"


"Ye na?"


"Leo"


"Leo"


"Benarr!!! Kamu pintar deh"

__ADS_1


Ale sudah bertekad, dirinya akan menjaga Leo dari sisialan yang di sebut papa itu, dia tak akan membiarkan Leo merasakan apa yang dia rasakan.


...🌚🌚🌚...


Dua hari setelahnya,,,


"Ale bakal urus Leo, dan Ale harap papa gak nganggu kita"


"Leo? Hahahah kamu memberinya nama? Anak pelacur memang harus di satukan"


"Untuk luka ini? Ale akan membiarkannya tapi tidak lain kali pa"


...PLAKKK...


"Jangan sentuh Ale ataupun Leo kalau memang papa masih mau hidup" Ale menatap papanya tak takut,


Sebelum beranjak, Ale memberikan satu kertas yang sangat di takuti siapapun orang yang berada di dunia bawah atau tau tentang dunia bawah, benar kertas bergambarkan lambang AW yang berwarna merah.


"Ale harap kita tidak pernah bertemu lagi pa, ah ya hak asuh Leo sudah jatuh ke tangan Ale. Papa tau arti kertas itu kan? Sampai di sini hubungan kita berakhir pa."


"Untuk tamparan barusan, Ale bakal angap itu hadiah perpisahan" ucap Ale lalu pergi.


Papa nya murka, darimana Ale mendapatkan kertas sialan ini. Kalau orang yang di belakang Ale benar-benar anggota AW habislah dirinya.


Flashback dua hari lalu,,,


Gerald panik setelah mendapat kabar dari maminya kalau Rizell belum pulang. Pikiran Gerald sudah kacau mencari Rizell kemana-mana tak ada bahkan semua teman kampus bahkan dosen Rizell dirinya hubungi menanyakan.


"Toilet, gudang semua gak ada" ucap Eden


"Ck, cctv juga! Kebanyakan cctv di sini rusak" ucap Mahen


"Sama siapa dia terakhir?" Tanya Gerald


"Keknya Ayas Ale deh"


"Gak mungkin dia kerumah Ale atau Ayas kan?" Mereka mengangguk


"Eh? Apart gak si?" Ucap Rian


"Bentar gue coba telpon Ayas" ucap Nata.


Setelah di menghubungi dan Ayas, mereka pun langsung menuju apart itu.


Setiba mereka datang, bau alkohol menyebar keluar,


"Ah sial" umpat Eden.


"Mata lo semua tutup!!" Perintah Gerald dengan nada marah.


Mereka bisa menebak kalau Gerald tengah marah,


Menutupi tubuh Rizell dengan selimut yang di ambilkan oleh Eden, Rizell di bawa masuk ke dalam kamar yang dekat.


"Lo dateng?" Gumam Rizell


"Hmmm"


"Jangan marah"


"Iya"


"Gerald, kakak mau ngomong serius" Gerald menatap tajam sial,


Gerald memang tau Rizell sebenarnya kuat minum karna ya yaaa mereka sedari dulu di latih tanpa sepengetahuan orang tua mereka dan di latih oleh kakek mereka. Walau tidak sekuat Gerald.


"Ngomong apa?"


"Gerald Kane Ouranos"


"Fine, tunggu sebentar" pintanya Gerald beranjak dari ranjang lalu meminta mereka jangan ada yang masuk lalu dia mengunci pintu.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2