Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 21. Komitmen Baru


__ADS_3

Ada banyak wanita di sana. Namun, Ethan sudah terlanjur mencurahkan perhatian pada Olivette. Wanita berkelas dari kalangan sosialita yang pernah patah hati dan bercerai dari suaminya.


Sebenarnya beberapa wanita yang hadir sempat melakukan protes pada Clara. Mengapa putranya tidak dibiarkan untuk dekat atau sekadar menyapa mereka? Jawaban Clara sangat mengejutkan.


"Putraku itu bukan tipikal pria yang gampang melihat wajah semua wanita. Pandangannya hanya akan tertuju pada satu wanita dan akan memperjuangkan hubungan itu sampai dapat."


Sangat spesial sekali, bukan? Saat tatapan mata wanita mulai mengidolakan Ethan, pria itu tidak bergeming sama sekali.


"Aku tidak tahu, Clara. Bagaimana kau bisa memiliki putra sehebat itu? Ehm, maksudku di sini banyak para wanita, tetapi dia mampu menahan diri dan hanya memilih satu dari mereka," ungkap salah seorang tamu undangan yang sangat tertarik pada Ethan.


"Dia sepertiku dan mendiang suami. Kau tahu kan suamiku tidak mudah tergoda oleh wanita," jelas Clara


"Jelas saja, Clara. Kau sempurna di mata suamimu. Kau seperti wanita itu!"


Salah satu tamu menunjuk ke arah Olivette. Clara tersenyum puas. Tidak salah dia bisa menemukan wanita sesempurna Olivette. Sayang, kehidupan pernikahannya tidak sebahagia yang dijalani Clara selama ini.


"Dia yang akan menjadi pendamping putraku nantinya," ungkap Clara penuh keyakinan.


"Wah, padahal salah satu dari kami juga berharap ingin menjadi menantumu."


"Iya, kau benar. Aku baru tahu jika Ethan sangatlah menawan."


"Clara, ini tidak adil untuk kami!"


Para tamu wanita terus saja melakukan protes. Sementara Bella, dia ditugaskan untuk memberikan kenyamanan dan beberapa hadiah istimewa. Tidak lain hanya untuk Olivette karena Clara yakin bahwa wanita itulah yang dipilih Ethan.


"Nyonya, apa kau memerlukan sesuatu?" tanya Bella sebelum memberikan hadiah kepadanya.


"Maaf, kurasa kita pernah bertemu sebelumnya, bukan?" tanya Olivette. Bella sangat tidak asing untuknya.


"Ah, iya, Nyonya. Aku jadi malu harus mengakui bahwa kita pernah bertemu. Dunia seakan sempit sekali. Bukan begitu, Tuan?" Kini perhatian Bella tertuju pada Ethan.


Sedari tadi Ethan mencoba mencuri pandang, tetapi agaknya berhadapan dengan Olivette perlu kekuatan ekstra.


"Ya, Bella. Aku juga tidak menyangka bisa bertatap muka langsung dengan Nyonya Olivette!" balas Ethan tegas.

__ADS_1


"Oh, ini berkat mama Anda, Tuan."


Olivette benar. Mamanya saat ini sedang memberikan beberapa hadiah untuk para tamu undangan. Sementara dirinya mendapat tugas untuk memberikan hadiah kepada Olivette.


"Bella, tolong ambilkan bingkisan kecil yang akan diberikan kepada Nyonya Olivette!" perintah Ethan.


Menurut cerita, malam ini Olivette akan kembali ke hotel. Mungkin esok atau lusa, dia akan kembali ke negaranya. Ethan sendiri harus berjuang demi memanfaatkan situasi seperti ini.


Saat hadiah sudah di tangan, Ethan memberikannya pada Olivette. Tidak hanya memberikan, tetapi pria itu menyertakan pesan dan kesan di dalamnya.


"Maaf, Nyonya. Ini ada hadiah kecil untukmu. Kiranya Anda tidak suka, lebih baik buang saja ke tempat sampah karena aku tidak menerima penolakan!" tegas Ethan.


Olivette tersenyum. Kala itu memang menolak pemberian pria lain. Saat ini, dia sudah sendirian. Tidak mungkin mengabaikan hadiah-hadiah istimewa ini.


"Tidak, Tuan. Aku tahu posisiku saat itu. Aku juga tidak ingin menyakiti hati suamiku juga, kan?"


Sama-sama sendiri. Rasanya Ethan sudah tidak sabar untuk menggenggam tangan Olivette. Jangan sampai saat keluar dari mansion malah terlepas begitu saja. Ethan ingat ucapan Bella untuk memberikan kepastian padanya.


"Apa ini saatnya? Bagaimana kalau dia menolakku?" ungkap batin Ethan.


Ethan ingin berbicara dari hati ke hati. Sebagai pria yang mapan dan tidak mau hanya sekadar basa-basi, kali ini dia akan menggunakan ilmu yang diturunkan dari Bella. Semoga hasilnya tidak mengecewakan.


"Kenapa Anda meminta Bella pergi? Kami belum selesai berbincang," protes Olivette.


"Ada yang ingin kubicarakan dengan Anda, Nyonya. Maaf jika aku lancang."


"Hemm, katakan, Tuan!"


"Sejujurnya selama ini kita, maksudku Anda dan aku sudah sama-sama disakiti, bukan? Mengapa Anda tidak membuka hati atau minimal memberikan kesempatan pada pria di hadapan Anda untuk bisa memberikan kebahagiaan itu? Maaf, jangan salah paham! Aku hanya ingin mengganti kebahagiaan Anda yang hilang, Nyonya."


Hening. Saat Olivette berniat memberikan jawaban, Clara sudah lebih dulu mendekatinya. Rasanya Ethan ingin sekali mengusir mamanya karena mengganggu fokusnya barusan. Betapa Ethan mengeluarkan segala keberanian itu untuk mengejar Olivette, malah dipatahkan dengan kedatangan Clara.


"Wah, apa yang kalian bicarakan? Sepertinya serius sekali," ucap Clara.


"Oh, kami berencana menjalin hubungan kerjasama, Nyonya. Tuan Ethan mengajukan proposalnya," balas Olivette yang membuat Ethan menjadi salah tingkah.

__ADS_1


Memang benar jika yang diucapkan Ethan barusan adalah proposal masa depannya. Tinggal Olivette mau menyetujuinya atau menolaknya dengan tegas.


"Wah, Ethan, mama bangga sekali padamu. Olivette juga pebisnis handal dan cantik, bukan?"


Ethan tidak mampu berkata-kata. Saat ini para tamu undangan berniat untuk pulang sehingga mereka mencari keberadaan Clara. Selain itu, Olivette juga berniat pamit untuk kembali ke hotel tempatnya menginap untuk beberapa waktu.


"Wah, kalian akan membuat suasana mansionku sepi!" seru Clara.


"Kami akan datang kembali saat putramu menikah, Clara. Kurasa dari kami tidak ada yang cocok kecuali wanita itu."


Mereka masih saja menunjuk Olivette. Wanita yang terlihat begitu dekat dengan Ethan sehingga membuat para tamu undangan tidak bisa mencuri pandang ke arah duda tampan dan berkharisma itu.


"Harapanku besar padanya. Doakan agar kami segera menggelar pesta pertunangan. Kalian tahu kan kalau aku pasti akan menggelar pesta yang mewah untuk itu."


Para tamu undangan pun percaya karena Clara memang wanita berkelas. Saat pernikahan Ethan dengan mantan istrinya dulu juga digelar dengan sangat mewah. Saat ini sangat disayangkan jika Ethan dan Wileen bercerai. Wileen adalah wanita beruntung yang bersuamikan pria seperti Ethan.


"Ya, Clara. Tentu saja. Kami juga minta maaf belum bisa memberikan kesempatan putramu untuk mengenal kami. Aku heran. Dari mana kau mengenal wanita itu? Bukankah dia itu—"


"Janda dari Will Wesly. Kalian tahu, kan?"


"Oh, ya ampun. Aku baru ingat! Ck, bodoh sekali Will itu. Wanita itu begitu cantik. Apa yang membuat mereka bercerai?"


"Kau tahulah kalau pria sudah tidak bisa berkomitmen. Tujuannya ke mana lagi kalau sudah tidak bisa diperbaiki?"


Sementara Clara dan tamunya yang mau pamit berbasa-basi membahas Olivette. Olivette sendiri malah sedang membuat komitmen baru bersama dengan Ethan. Ethan terus saja mendesaknya agar mendapat kata sepakat demi masa depannya.


"Tuan, maaf sekali. Aku masih milik orang tuaku. Jika Anda memang ingin membuat komitmen baru bersamaku, maka datanglah menghadap orang tuaku dan minta aku secara langsung. Jika mereka setuju, maka aku pun setuju."


Rasanya seperti mendapatkan semangat dan ujian secara bersamaan. Ethan memang mendapat lampu hijau untuk pendekatan ini, tetapi perjuangannya harus dihadapkan langsung pada orang tuanya. Tidak masalah. Demi masa depan, Ethan akan berjuang.


...🌾🌾🌾...


Halo guys, sambil menunggu update, yuk mampir dulu ke karya Bestie Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️


__ADS_1


__ADS_2