Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 75. Akhir Cerita


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, urusan jual beli perusahaan Will berjalan dengan lancar. Ethan didampingi Vincent telah menyelesaikan semuanya dengan cepat dari jadwal yang seharusnya.


Grace sudah bisa dipastikan akan datang bersama dengan Austin. Bayi gembul itu tumbuh semakin tampan. Dia ingin segera bertemu dengan baby twin yang sangat dirindukannya.


"Ethan, aku akan menjemput Grace ke bandara. Kuharap kalian segera menyiapkan perlengkapan baby twin. Kita akan pergi ke pusat kota di mana ada taman bermain. Kurasa mengajak Austin untuk liburan jauh-jauh dari tempat singgah tidak akan menyenangkan," jelas Vincent.


Austin merupakan tipe anak rumahan. Semenjak bayi, kalau Vincent atau Grace ingin berkunjung ke beberapa klien, Austin selalu menangis. Dia akan tenang saat berada di mansion.


"Kau langsung ke sana saja. Aku akan mengajak seluruh anggota keluarga untuk datang ke sana." Ethan memberikan solusi yang tepat.


"Baiklah. Aku setuju."


Kesepakatan antara Ethan dan Vincent sudah dibuat. Mereka bersiap menuju ke tempat masing-masing. Kali ini banyak yang berbeda karena Ethan juga mengajak Bella dan Paul. Mereka sudah dianggap seperti anggota keluarga mansion.


"Jadi, apa semua perlengkapan baby twin sudah siap?"


"Sudah, Sayang. Mama Clara, mama Sophia, dan papa Zion juga sudah siap. Tinggal menunggu kau dan aku," ucap Olivette bermanja-manja di depan suaminya.


"Jangan menggodaku," canda Ethan menyentuh hidung mancung sang istri.


Olivette tersenyum. Ethan selalu bersikap romantis padanya. Saat keduanya turun, baby twin terlihat sangat gembira. Keduanya sedang tersenyum dengan suara-suara kecilnya yang merdu.


Taman kota yang letaknya tidak jauh dari mansion menjadi tujuan liburan mereka. Sebenarnya Olivette menyarankan untuk naik kapal pesiar lagi, tetapi keluarga Vincent menolak. Austin tidak bisa jauh-jauh dari tempat tidurnya dan tidak terbiasa diajak pergi jauh-jauh.


"Kapan mereka akan datang?" tanya Clara. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Austin.


"Sebentar lagi, Mama. Jangan buru-buru. Kita nikmati saja hari ini dengan santai," sahut Ethan.

__ADS_1


Mereka menggelar alas untuk duduk bersama. Semacam piknik yang tidak biasa mereka lakukan. Bella dan Paul baru saja datang. Keduanya seakan datang bersamaan. Mereka menyapa Clara, Shopia, dan Zion. Kemudian berbincang-bincang kecil dengan beberapa candaan yang mereka lontarkan. Suasana semakin semarak saat Vincent dan Grace datang.


"Halo, Prince Austin!" sapa Clara.


Kali ini Austin mau ikut dengan Clara. Sungguh lucu sekali, bukan? Baby sitter-nya saja hanya bekerja mengurus pakaian dan segala kebutuhan lainnya.


"Wah, ini luar biasa, Aunty. Austin tidak mau ikut siapa pun. Sekarang mau," ungkap Grace dengan perasaan bahagia.


"Coba biar Olivette yang gendong," saran Sophia.


"Grandpa juga mau," sahut Zion.


Mereka menikmati kelucuan Austin yang mau ikut sahabat dekat orang tuanya. Tidak hanya Clara, Shopia, dan Zion. Ethan bersama Olivette juga kebagian menggendong bayi kecil itu.


"Kurasa Austin cocok jika menjadi menantu kalian," ucap Grace membuat semua orang berpusat menatapnya.


Bella dan Paul seperti biasa akan menjadi orang-orang yang super sibuk. Selain mereka menyiapkan makanan, seksi dokumentasi dipegang oleh Paul. Mereka berencana makan terlebih dahulu.


Menu makanan mansion dan restoran yang mereka sediakan. Selain itu, beberapa minuman tambahan untuk melengkapi piknik keluarga besar sosialita kelas atas. Jangan pikirkan bagaimana suasananya, Paul sudah meminta pihak pengelola taman untuk mengosongkan lokasi. Hal itu dikarenakan keluarga Soenser akan berada di sana selama seharian.


"Ayo, makan dulu!" ajak Clara.


Mereka menikmati hidangan sambil sesekali bercanda. Yang lebih mengesankan adalah Ethan berniat untuk menjodohkan Paul jika ada gadis yang cocok. Paul sangat terharu. Setelah melepas Will, kini dia mendapatkan bos yang sangat baik.


Setelah selesai makan, Clara mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota keluarga yang sudah menyempatkan diri untuk hadir. Selain itu, kebersamaan ini begitu penting untuk membuat foto keluarga.


Paul memulai tugasnya untuk menyiapkan semua orang dan berpose di depan kamera. Mula-mula generasi tua lebih dahulu, barulah generasi berikutnya. Tidak lama, semua urusan beres.

__ADS_1


"Ini sangat luar biasa, Tuan. Bahkan baby twin dan prince Austin sangat akur. Kuharap mereka akan tumbuh dewasa lalu menjadi sepasang kekasih. Kemudian berakhir di pelaminan. Kisah cinta mereka akan berlanjut seperti orang tuanya," jelas Paul.


Semua orang setuju dengan ucapan Paul. Terlebih Grace dan Vincent. Persahabatan yang terjalin antara Ethan dan keluarganya sudah cukup lama. Akan lebih baik jika salah satu dari baby twin menikah dengan Austin di masa mendatang.


"Kau bisa menjodohkan Meriel atau Maribel dengan putraku, Ethan. Terserah yang mana, asalkan salah satu dari putrimu kelak akan menikah dengan Austin," ucap Vincent.


"Benar, Ethan. Aku pun setuju," sahut Grace.


"Kami, para orang tua tidak menganjurkan kalian bersikap seperti itu. Tahun berganti, semua akan berubah seiring perjalanan waktu. Jika salah satu dari mereka memiliki garis takdir dengan Austin, barulah kalian buat kesepakatan di kemudian hari. Jangan pernah mengikat janji terlalu dini. Kita tidak akan pernah tahu ke mana arah kehidupan membawa kalian," jelas Shopia. Sebenarnya dia tidak mau kedua cucunya terikat sejak kecil. Keduanya masih memiliki perjalanan hidup yang cukup panjang.


"Mama benar, Grace. Kelak jika Meriel atau Maribel berjodoh dengan Austin, maka kita pasti akan menikahkan mereka," sahut Olivette menyetujui ucapan mamanya.


"Tidak masalah. Kuharap salah satu dari putri kalian mau menikah dengan putraku." Grace memiliki harapan besar terjadinya pernikahan mereka di masa mendatang.


Begitu juga dengan Vincent. Namun, ucapan Shopia benar. Mereka tidak bisa membuat janji terlalu dini.


"Sebaiknya siapkan foto bayi mereka saja. Kelak mereka akan tahu cerita masa lalu orang tuanya. Semoga salah satu cucuku berjodoh dengan prince Austin," sahut Zion memberikan angin segar.


Pria tua dan dingin itu rupanya paham betul dengan konsep kehidupan mereka. Vincent menjodohkan putranya bukan dasar pernikahan bisnis, tetapi agar persahabatan mereka tetap langgeng sampai akhir.


"Terima kasih atas saranmu, Pa. Kurasa Meriel dan Maribel akan memiliki alur kehidupan yang berbeda," ungkap Ethan.


"Semoga saja, Ethan. Jangan sampai keduanya nantinya memperebutkan Austin. Grace dan Vincent pasti sangat kerepotan jika twin akan menikah dengan Austin, bukan?" tanya Clara.


Masa depan kedua bayi sudah dibicarakan. Namun, para orang tua tidak pernah menyepakati bahwa mereka dijodohkan sejak kecil. Baik twin maupun Austin memiliki kebebasan masing-masing. Mereka tidak akan pernah terikat satu sama lain.


__ADS_1


__ADS_2