
Setelah mengalami perdebatan panjang, Clara akhirnya mengizinkan putranya untuk datang ke gender reveal party yang diselenggarakan oleh Wileen.
"Pergilah! Kalian punya alasan untuk membalikkan keadaan," tegas Clara.
Sebenarnya alasan Clara melarangnya agar Wileen tidak berniat mempermalukan putranya. Terlebih dia tidak tahu jika Olivette sudah hamil.
"Ingat, jangan sampai mereka tahu kalau Olivette sudah hamil!" pesan Clara sebelum pergi.
"Mama jangan khawatir. Aku dan Ethan akan menyimpannya sangat rapat sekali," sahut Olivette.
Nuansa mansion Will dihias begitu megah. Persiapan party ini sangat luar biasa. Ini pertama kalinya mansion mengadakan perayaan sebesar ini.
Sebelum Wileen turun untuk melihat persiapannya, dia memastikan suaminya menggunakan pakaian yang sudah disiapkan. Jangan sampai Will berulah sehingga membuat mood Wileen kacau.
"Sayang, aku sudah menyiapkan pakaianmu. Oh ya, ada yang ingin kubicarakan denganmu." Wileen merias dirinya secantik mungkin di depan meja riasnya.
"Hemm. Katakan!"
Ingatan Wileen kembali pada ucapan Ethan yang mengatakan bahwa kamar lamanya menjadi tempat pertama pasangan baru itu. Sejujurnya Wileen cemburu.
"Will, aku menginginkan kamar lamamu. Bukankah tidak ada salahnya jika kita tinggal di kamar itu? Lagi pula Olivette sudah menjadi mantanmu, bukan?"
Setelah sekian lama Will tidak mendengarkan perdebatan kamar itu, kini Wileen memulainya kembali. Entah, apa yang sebenarnya terjadi?
"Bukankah sudah kukatakan bahwa kau atau siapa pun tidak bisa tinggal di sana kecuali—"
"Kecuali apa, Will? Apa kau menginginkan wanita itu lagi, hah? Harusnya kau banyak bersyukur! Sebentar lagi bayi kita akan lahir. Sementara wanita itu—"
Seharusnya Wileen tidak memulainya. Will geram pada kelakuan istrinya.
"Kau mau aku ikut masuk ke acaramu, atau kau menginginkan kamar itu? Pilih salah satu!"
Terpaksa Will menggunakan alasan tersebut. Dia tidak mau kamar itu dimasuki wanita lain selain Olivette.
Wileen sebenarnya kesal. Susah payah meyakinkan Will untuk hadir dalam rangkaian party ini. Dia tidak boleh gagal membawanya.
"Tidak saat ini, Will. Tidak masalah kau mempertahankan kamar itu. Lagi pula Olivette tidak akan pernah kembali lagi," ungkap batin Wileen.
Setelah memoles lipstiknya, Wileen beranjak dari meja riasnya. Malas melanjutkan perdebatan yang masih bisa diurus beberapa hari lagi.
__ADS_1
"Lekaslah turun! Aku menunggumu di bawah."
Sebelum para tamu undangan datang, Wileen harus memastikan semuanya berjalan sempurna. Dia tidak mau dipermalukan dalam pesta yang dibuatnya sendiri.
Para tamu undangan banyak yang sudah hadir. Namun, agaknya rencana untuk mempermalukan Olivette sia-sia. Wanita itu dan mantan suaminya tidak tampak hadir di sana.
"Sudah bisa dimulai acaranya?" tanya Will yang baru saja bergabung dengan istrinya.
"Kurasa mantan istrimu tidak akan hadir, Will." Nada bicara Wileen seakan terlihat kesal.
Will tersenyum. Ini mungkin lebih baik ketimbang mempertemukan keduanya dalam satu forum yang sama.
"Baguslah. Setidaknya kau tidak akan melakukan hal buruk."
Saat Will merasa senang, nyatanya itu berbanding terbalik dengan kondisi yang sebenarnya. Olivette dan Ethan hadir mendekati detik-detik acara di mulai. Sontak saja pandangan mata Will tertuju pada mantan istrinya yang terlihat lebih cantik dan sedikit berisi.
Wileen pun menyadari kehadiran rivalnya. "Huft, akhirnya dia datang juga," lirih Wileen.
"Kau jangan berbuat macam-macam, Wileen! Sekali saja kau menyakiti Olivette, jangan sampai kau akan menyesalinya!" ancam Will.
Semakin Will melarangnya, niat Wileen semakin menggebu. Kecemburuan Wileen soal Olivette beralasan. Wanita itu tidak pernah terhapus dari memori suaminya, Will.
"Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara yang sangat luar biasa ini. Kurasa ini pertama kalinya dibuat di mansion suamiku. Ya, kalian tahulah mantan istri suamiku kini sudah menikah dengan mantan suamiku. Anggap saja kami bertukar pasangan," ucap Wileen. Secara tidak langsung dia membuat Will semakin kesal padanya.
Sesegera mungkin Will meminta Wileen untuk menyelesaikan gender reveal party ini dengan semestinya. Walaupun sudah banyak orang yang menganggap hubungan Olivette dengan Ethan jauh lebih sempurna ketimbang Will dan istrinya.
Saat balon-balon itu meletus karena Wileen dan Will menusuknya dengan jarum. Balon terakhir yang terlihat adalah warna-warna biru. Itu artinya gender reveal bayinya adalah laki-laki. Semua orang mengucapkan selamat termasuk pasangan Ethan dan istrinya.
"Selamat, ya! Akhirnya kalian akan memiliki bayi laki-laki," ucap Olivette.
"Terima kasih sudah datang, Olive. Kupikir kau tidak mau datang karena malu," sahut Wileen.
Olivette memandang sekilas wajah suaminya, kemudian memandang lekat wajah Wileen dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Malu kenapa? Aku tidak masalah. Suamiku setuju. Hanya saja kami memang sedikit terlambat karena ada urusan sedikit," jelas Olivette.
Pandangan mata Will terus saja menatap mantan istrinya. Semakin cantik dan menarik. Terlebih gaya busananya semakin membuat pria lain mengarahkan pandangan padanya. Terlihat cantik dan tidak membosankan.
"Apa kabar, Olive?" tanya Will akhirnya. Dia tidak bisa menahan kerinduannya.
__ADS_1
"Aku baik, Will. Selamat, ya! Sebentar lagi kau akan memiliki anak," jawab Olivette.
Sementara Ethan terdiam. Dia sengaja melakukan itu untuk memancing sesuatu hal. Sebentar lagi Wileen pasti akan mengatainya.
"Ah, terima kasih, Olive. Bagaimana kabarmu? Ehm, apa kalian tidak menginginkan anak? Apakah suamimu tidak bisa mengabulkannya?" Pertanyaan Wileen ini memang sengaja ditujukan untuk menjatuhkan pasangan itu.
"Aku tidak perlu membuktikan apa pun kepada kalian, Wileen. Kalau kau bisa mengadakan pesta sedemikian meriah, maka aku pun berharap bisa membuat acara yang lebih meriah dari ini," jelas Ethan.
Suasana seperti ini semakin tidak nyaman lagi. Seharusnya ini tidak akan terjadi. Akan lebih baik lagi jika Will mengalihkan pada hal lain.
"Lebih baik kalian membaur dengan para tamu undangan. Makanan ada di sebelah sana. Silakan!" perintah Will.
Ethan mengajak istrinya menuju ke beberapa meja yang menyediakan makanan. Suaminya dengan telaten mengambilkan makanan untuk istrinya.
"Kau menyukainya?" bisik Ethan.
"Sayang, aku wanita sehat. Kau jangan berlebihan seperti ini!" tolak Olivette.
Bagaimana Ethan tidak memperhatikan istrinya? Terlebih saat tahu Olivette hamil, Ethan segera menyingkirkan semua high heels yang ada di dalam lemarinya. Kemudian pria itu menggantinya dengan flat shoes.
"Aku hanya ingin memastikan semua baik-baik saja, Sayang," jawab Ethan dengan menyuapi istrinya layaknya seperti sepasang kekasih.
"Wow, Ethan. Ini sangat romantis!" seru Wileen yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
Sangat menarik. Sisi romantis Ethan muncul saat dirinya menikah dengan Olivette. Banyak perbedaan yang ditunjukkan pria itu. Bahkan, Wileen baru menyadarinya sekarang.
"Terima kasih, Wileen. Istriku ini memang bisa membuatku mengubah banyak hal. Kau paham betul kan siapa aku sebenarnya?" Ethan membalikkan pertanyaan.
"Kau bisa menunjukkan sisi romantismu, Ethan. Tetapi bukan bukti kejantananmu. Lihat, kami sebentar lagi akan memiliki anak. Kapan kau akan menyusul?"
Ethan cukup sadar diri dengan hinaan yang dilontarkan mantan istrinya. Dia sebenarnya cemburu pada kebahagiaan yang dimiliki Ethan saat ini. Hanya saja apa yang dilakukan Wileen tetaplah salah.
"Kau jangan khawatir, Wileen. Bibit premiumku akan jatuh pada wanita yang tepat dan di saat yang tepat!" pungkas Ethan.
Ethan tetap merahasiakan kehamilan Olivette sampai waktunya tiba. Itu janji yang sudah dibuat Ethan pada mamanya.
...🌺🌺🌺...
Sambil menunggu update, yuk kepoin rekomendasi keren dari teman Emak. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejaknya ❤️
__ADS_1