
Liburan yang menyenangkan telah usai. Setelah kejadian hari itu, Ethan buru-buru meminta kru kapal untuk mempercepat waktu. Hanya beberapa hari saja.
Mereka sudah mencoba melupakan kejadian yang menimpa Olivette saat itu. Vincent pun telah kembali ke negaranya bersama Grace.
Satu bulan berlalu begitu cepat. Ethan rasanya tidak percaya jika bisa melewati masa sulit bersama. Liburan yang indah. Menikmati malam panas yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang hidupnya.
Pagi ini, Olivette yang biasanya bangun lebih awal mendadak tidak bisa bangun. Alasannya sangat lucu sekali.
"Sayang, kau tidak mau turun untuk menyiapkan sarapan pagi?"
Seperti biasa, Olivette melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang baik. Menyiapkan pakaian kerja suaminya, sarapan pagi, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan suaminya selalu dikerjakan oleh Olivette.
"Entahlah, Sayang. Kurasa hari ini kau akan diurus oleh para Maid. Kepalaku pusing. Rasanya tidak bisa memijakkan kaki ke lantai, Sayang. Aku merasa terbang melayang saat ini."
"Apa kau sakit? Kalau kau sakit, aku akan memanggil dokter keluarga kita."
Rasanya memang seperti itu. Hanya pusing dan tidak bisa bangun. Sebenarnya penyakit apa yang sedang menggerogoti tubuhnya? Ini sangat tidak nyaman sekali.
"Ya, tolong panggilkan!"
Ethan mengambil ponselnya. Dia segera menghubungi dokter Bastian. Pria itu pun menyetujui akan datang beberapa menit lagi karena kebetulan komplek tempat tinggalnya tidak jauh dari mansion Ethan.
Clara saat ini sedang menantikan sarapan pagi dibuat terkejut dengan kedatangan dokter Bastian. Pria itu menyapa dengan ramah.
"Selamat pagi, Nyonya," sapa dokter Bastian.
"Dokter, Anda datang kemari. Siapa yang sakit? Aku merasa baik-baik saja."
"Tuan Ethan yang memanggilku, Nyonya. Katanya istrinya sedang sakit. Beruntung sekali karena aku belum pergi ke rumah sakit."
"Olivette sakit? Oh, pantas saja dia belum turun sejak pagi. Baiklah, Dokter Bastian. Langsung saja ke kamarnya."
Dokter Bastian mengetuk pintu kamar itu. Tak lama, Ethan pun membuka pintunya. Dia menutup pintu kembali kemudian meminta dokter Bastian lekas memeriksa istrinya.
"Dokter, lekas periksa saja. Ini tidak pernah terjadi padanya selama ini. Tiba-tiba saja dia pusing kepala," ungkap Ethan.
"Aku akan memeriksa tekanan darahnya dulu, Ethan. Kurasa ini bukan semacam penyakit yang berbahaya. Bahkan, tekanan darahnya pun normal dan tidak ada masalah."
__ADS_1
"Lalu, apa penyakitku, Dokter?" tanya Olivette.
"Kapan terakhir Anda mendapatkan menstruasi?" tanya Bastian.
Olivette sedang memikirkannya. Selama menikah dengan Will, kemudian bercerai. Sekarang menikah lagi dengan Ethan, siklusnya tetap sama. Terkadang bergeser pun tidak. Hanya saja, setelah menikah Olivette memang sedang berada di masa subur. Setelah itu dia belum mendapatkannya sampai saat ini.
"Kalau Anda bingung, lebih baik periksakan ke dokter kandungan. Namun, untuk saat ini diagnosanya Anda memang sedang hamil, Nyonya. Selamat, Tuan Ethan. Anda luar biasa!" puji dokter Bastian.
Olivette dan Ethan tidak mampu berkata-kata lagi. Hanya tinggal menunggu kepastiannya dari dokter kandungan, maka dengan resmi Ethan akan mengumumkannya.
"Dokter, bisakah Anda merahasiakan kabar ini dari mama? Ehm, maksudku aku akan memberikan kabar itu setelah mendapatkan USG pertamanya," pinta Ethan.
"Tentu, Tuan Ethan."
Benar saja saat dokter Bastian sudah keluar dari kamar putranya, Clara lekas menghampirinya. Dia penasaran dengan kabar yang akan disampaikan oleh Bastian.
"Bagaimana, Dokter? Apa menantuku hamil?"
Feeling seorang mama mertua tidak pernah salah, tetapi saat mendengar jawaban dokter Bastian, Clara sepertinya kecewa sekali.
"Nyonya Olivette hanya kelelahan saja, Nyonya. Dia akan kembali membaik saat beristirahat yang cukup dan makan makanan bergizi."
Clara memandangi punggung dokter itu dengan haru. Harapannya untuk memiliki cucu sangat besar. Jangan sampai pernikahannya gagal karena Olivette tidak lekas hamil.
Saat kecemasan sedang mendera Clara, Ethan menerima kabar dari Vincent jika saat ini istrinya sedang mengandung. Bagaikan mendapatkan dua kabar bahagia sekaligus.
"Kau tidak bohong, kan?" tanya Ethan melalui video call.
"Hai, Olivette. Kau sebentar lagi akan memiliki keponakan. Sayangnya, dokter tidak mengizinkan aku jalan-jalan. Aku harus benar-benar istirahat di mansion," jelas Grace memamerkan test pack-nya.
"Tidak masalah, Grace. Aku ikut senang mendengarnya," balas Olivette.
"Lalu, kapan kau akan menyusul? Bukankah kita sudah memiliki kesepakatan perjodohan anak-anak kita?" canda Vincent.
Sebentar lagi Ethan pasti kesal. Pasalnya, dia sama sekali tidak menyetujui perjodohan itu. Saat perbincangan sedang berlangsung, Clara mencoba mengintip dari pintu yang sengaja dibukanya sedikit saja.
Clara sangat cemburu saat mendengar kabar kalau Grace sudah mengandung. Rasanya Clara ingin mencoba meminta Ethan untuk pergi ke rumah sakit kemudian melakukan program kehamilan.
__ADS_1
"Mama!" seru Olivette saat melihat wanita paruh baya itu.
Buru-buru Clara kabur. Dia malu harus berhadapan dengan menantu ataupun putranya. Sementara Olivette meminta Ethan segera mengakhiri panggilannya.
"Sayang, ada mama," bisik Olivette.
"Ah, kurasa kalian sedang sibuk, ya. Maaf, ini memang masih pagi. Selamat pagi dan selamat bekerja, Ethan!" pamit Grace.
Sambungan terputus. Ethan meletakkan ponselnya ke atas nakas. Sepertinya Clara sudah mendengar perbincangannya barusan.
"Sebaiknya hari ini kita buat janji temu dengan dokter, Ethan. Mama pasti salah paham. Semakin lama kita menyembunyikannya, aku takut mama kecewa jika tahu dari orang lain. Apakah hari ini kau ada rapat penting di kantor? Jika tidak, sebaiknya kita bersiap lalu ke rumah sakit."
"Baiklah. Aku akan mengirimkan pesan pada Bella. Kita langsung ke rumah sakit. Aku juga akan mengirimkan pesan membuat janji temu dengan dokter."
Ethan memiliki kenalan dokter kandungan. Tidak sulit baginya harus menghubungi pria itu kemudian menemuinya di rumah sakit.
Berpapasan dengan Clara membuat Olivette merasa tidak nyaman. Walaupun menyembunyikan kehamilan beberapa jam saja dari mama mertuanya, ada rasa yang tidak bisa diungkapkan.
"Kalian mau ke mana? Bukankah Olivette sedang sakit?" tanya Grace.
"Dokter Bastian meminta kami untuk melakukan cek laboratorium, Mama. Dia takut terjadi sesuatu pada Olivette," ucap Ethan.
Mana mungkin Clara bisa percaya begitu saja. Ethan pasti sedang berbohong, tetapi Clara tidak mau menekan putranya untuk mengaku sekarang. Asalkan kehidupan Ethan baik-baik saja, tidak akan menjadi masalah baginya.
"Kalau begitu, jaga istrimu dengan baik. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya."
"Baik, Mama. Kami pamit dulu," balas Ethan.
Keduanya langsung menuju ke rumah sakit. Ethan sudah mendapatkan nomor antreannya. Mereka tidak akan menunggu lama untuk sampai di ruangan dokter kandungan.
Olivette sedang menjalani pemeriksaan. Saat dokter bersiap melakukan USG, Ethan mendekat. Memang benar kata dokter Bastian kalau istrinya sedang mengandung.
"Nah, itu kantung janinnya. Masih sangat muda sekali. Harus dijaga baik-baik. Kemungkinan kembar karena kantungnya ada dua. Selamat, Tuan Ethan dan Nyonya," ucap dokter.
Kembar? Seperti mendapatkan kejutan yang luar biasa. Setelah ini, Ethan akan memberikan hasil USG-nya kepada Clara. Setidaknya agar mamanya membantu mengurus istrinya saat berada di mansion.
...🌺🌺🌺...
__ADS_1
Sambil menunggu update, yuk kepoin rekomendasi keren yang Emak berikan. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejaknya ❤️