Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 67. Pengasuh


__ADS_3

Zion berada di belakang kedua pria yang pernah memiliki Olivette. Satunya terlampau bodoh sehingga melepaskan begitu saja. Sedangkan satunya lagi selalu penuh cinta sehingga di matanya selalu ada cemburu yang berlebihan.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Zion datar.


Will mengira kalau mantan mertuanya akan sangat marah. Nyatanya dia salah. Sepertinya Zion sudah memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa bertemu dengan Olivette.


"Will ingin menemui Olivette, Pa," jawab Ethan.


"Kalau begitu, temui saja!" ungkap Zion.


Binar mata bahagia Will terlihat jelas dan nyata. Bersiap melangkah menuju ke kamar Olivette, kemudian berbicara sejenak lalu pergi. Nyatanya dia salah besar. Hampir menggapai pintu, Zion memanggilnya.


"Kau mau ke mana, Will?" tanya Zion.


Will berbalik arah. "Bukankah Anda menyuruhku untuk masuk ke kamar rawat Olivette?"


"Pulanglah! Bukan kau yang harus masuk ke sana, tetapi suaminya." Ucapan Zion terdengar jelas dan bahkan pendengaran Will tidak tuli.


"Tapi, kau tadi mengatakan padaku untuk menemuinya. Mengapa sekarang berbeda?" tanya Will.


Tatapan mata Zion terlihat cepat sekali berubah. Seperti yang terlihat di awal bahwa dia terlihat seperti mempersilakan dengan tangan terbuka. Tiba-tiba beberapa detik kemudian, Zion melarang Will untuk masuk. Sungguh ini adalah situasi yang membingungkan.


"Sama seperti yang kau lakukan pada putriku, bukan? Dulu kau sangat mencintainya, tetapi tiba-tiba kau meninggalkannya begitu saja. Kau memilih berselingkuh dengan wanita lain hingga hamil. Lalu, apa yang kau perbuat pada putriku kemudian? Dia patah hati kemudian menceraikanmu. Aku tidak menahannya, tetapi aku berharap penyesalan datang begitu tiba-tiba hingga kau akan merasa tersiksa dengan rasa itu," jelas Zion.


Ethan terdiam mendengar perbincangan antara Zion dan Will. Rupanya Ethan baru menyadari apa yang dilakukan Olivette selama ini adalah karena mewarisi sikap papanya. Daripada mengganggu, lebih baik Ethan memutuskan untuk masuk ke kamar rawat istrinya.


Ethan sengaja membiarkan Zion dan Will berbincang. Dia tidak mau ikut campur karena bukan urusannya lagi. Sebagai seorang pria yang memiliki anak gadis diperlakukan seperti itu, Zion sudah benar. Mungkin suatu hari nanti akan dilakukan oleh Ethan saat salah satu putrinya dikhianati. Lebih baik tidak pernah bertemu daripada menambah luka lagi.


"Tapi, aku hanya ingin meminta maaf, Papa." Will sedang berusaha meyakinkan Zion untuk bisa masuk ke ruangan tersebut.


"Lebih baik kau pergi sekarang! Kau hanya akan menambah luka di hari bahagianya. Akan lebih baik jika kau pergi dan tidak pernah lagi menampakkan wajahmu di hadapannya!" pungkas Zion.

__ADS_1


Rupanya lebih sulit menembus benteng pertahanan Olivette untuk meminta maaf. Buktinya Zion sudah menjadi garda terdepan di dalam pertahanannya.


Sementara Ethan kembali dengan senyuman mengembang di bibirnya. Olivette memang belum melihat siapa yang datang sehingga dia pun penasaran.


"Sayang, siapa yang datang?" tanya Olivette.


"Ehm, hanya orang salah kamar," jawab Ethan.


"Lalu, mengapa papamu keluar?" tanya Sophia. "Pasti terjadi sesuatu yang penting, bukan?"


"Bukan, Mama. Itu hanya—"


"Hanya pengganggu saja," sahut Zion memotong ucapan Ethan. Setelah urusannya selesai, dia langsung masuk ke ruang rawat.


Olivette lega. Tidak ada masalah yang serius, tetapi sepertinya hal lain terjadi pada Will. Will sebenarnya ingin memaksa masuk, tetapi ancaman Zion bukan hal biasa. Pria itu akan mewujudkan setiap ucapannya jika Will berani melangkah masuk.


Langkah Will terhenti saat matanya menangkap kehadiran Wileen beserta bayinya. Dia terlihat sangat buru-buru memasuki salah satu klinik di rumah sakit tersebut. Naluri seorang ayah, Will kemudian mengikutinya. Ternyata Wileen memasuki unit kesehatan anak.


"Sebenarnya ada apa dengan Zack? Apa dia sakit?" gumamnya.


"Tuan, kalau Anda tidak berkepentingan, lebih baik keluar saja!"


"Aku adalah orang tua bayi yang barusan masuk. Aku baru saja dihubungi oleh istriku sehingga buru-buru datang kemari," ucap Will beralasan.


"Oh, bayi Nyonya Wileen. Tapi, di sini tidak tercantum jika dia memiliki orang tua. Ehm, maksudku bayi Zack hanya memiliki satu orang tua," jelas perawat.


Will terkejut. Namun, Will juga butuh penjelasan dari Wileen sehingga terus memaksa masuk sampai dokter terkejut. Ya, dokter yang memeriksa Zack.


"Maaf, siapa Anda? Mengapa Anda tiba-tiba masuk ke ruang pemeriksaan?" tanya dokter.


"Aku adalah papa bayi itu, Dokter," jawab Will.

__ADS_1


Wileen membulatkan matanya. Kekesalannya pada Will belum berakhir. Saat suaminya masih menyimpan perasaan pada wanita lain, Wileen akan tetap bersikeras seolah tidak mengenal Will. Biar dia merasakan apa yang menjadi penderitaan Wileen selama ini.


"Pria itu mungkin terobsesi dengan bayiku, Dokter. Tolong usir dia dari sini!" pinta Wileen.


"Wileen, apa yang kau katakan? Zack putraku. Putra kita!" tegas Will.


"Tolong, Dokter! Keluarkan pria itu dari ruangan ini!" Wileen merasa tidak nyaman. Menghukum Will dengan cara seperti ini belum seberapa dari sakit hati yang dideritanya.


Dokter memanggil perawat untuk membuat pria yang masuk ke ruangannya itu lekas keluar. Semula Will memberontak, tetapi justru malah membuat Zack menangis. Bayi itu seolah sepakat dengan mamanya.


Tidak masalah. Will bisa menunggunya di luar. Tidak lama setelah pengusiran itu, Wileen keluar menggendong anaknya. Will menahannya untuk tidak pergi. Dia perlu berbicara serius dengannya.


"Kau mau apa, hah? Mau menjauhkan Zack dariku?" tanya Will dengan nada mengancam, tetapi cukup lirih.


"Kau yang sudah menjauhkannya dari hidupmu sendiri, Will!"


"Kau akan pulang ke mansion dengan membawa Zack, atau lebih baik kira akhiri semuanya!" ancam Will.


"Wow, Will. Kau memang pria kurang ajar yang kukenal. Kau begitu mudahnya membuat hubungan baru, kemudian mengakhiri hubungan lama hanya karena sesuatu hal!"


Wileen benar. Demi membuat hubungan baru dengan Wileen, dia menghancurkan hubungan lama dengan Olivette. Kini, semuanya sudah berubah. Segalanya sudah berada di jalannya masing-masing.


Keributan itu tidak akan berakhir hingga seseorang mengejutkannya. Ya, tanpa sengaja Ethan melihat keributan itu. Dari jauh dia melihat Wileen menggendong seorang bayi. Dulu, harapan Ethan sebesar itu pada Wileen. Saat pertemuan pertamanya dengan Olivette, dia tersadar bahwa Wileen sudah mempermainkannya selama ini.


"Maaf, tolong kendalikan diri kalian. Ini rumah sakit," ucap Ethan mengingatkan.


Sejenak Wileen terkejut. Mantan suaminya terlihat begitu tampan. Auranya terlihat sangat bahagia sekali. Ini tidak terlihat saat keduanya menikah dulu. Olivette sudah membawa perubahan besar pada mantan suaminya dan juga suaminya sekarang.


"Kenapa kau di rumah sakit, Ethan?" tanya Wileen penasaran.


"Istriku baru saja melahirkan, Wileen. Aku berniat mengambil beberapa obat dan menyelesaikan administrasi. Setelah itu kami akan pulang," jelas Ethan.

__ADS_1


"Selamat atas kelahiran bayi kalian. Aku turut bahagia. Oh ya, aku pamit dulu. Zack harus segera bertemu pengasuhnya," pungkas Wileen.


"Pengasuh?" tanya Ethan.


__ADS_2