
Semuanya sudah terlambat. Hanya penyesalan yang dirasakan oleh Will saat ini. Dia meminta Paul keluar dari ruangannya. Tidak hanya itu, Will juga menggebrak meja kerjanya sendiri.
"Sial! Penyesalan selalu datang di akhir cerita. Kalau aku tahu Tuan Zion akan memberikan hadiah sebesar itu, aku tidak akan pernah tergoda dengan kebahagiaan sejenak yang menghancurkan hidupku selamanya!"
Tidak ada gunanya menyesal. Semua yang dilaluinya berakhir di meja perceraian. Setelah urusannya dengan Wileen usai, mungkin Will akan fokus merawat bayinya, Zack.
Sementara Bella yang sudah berhasil membuat perayaan baby twin, dia mendapatkan penghargaan dari Olivette. Dia diberikan satu set perhiasan emas yang dipesan khusus Olivette dari Tuan Hamlet. Berkat Bella, semuanya berjalan lancar tanpa hambatan.
"Ada apa, Tuan? Mengapa Anda memanggilku?" tanya Bella.
Beberapa minggu setelah acara di mansionnya, Ethan dan Olivette baru bisa datang ke kantor berdua. Sebenarnya bukan hanya untuk memberikan hadiah kepada Bella, tetapi ucapan terima kasih kepada sekretaris suaminya.
Selain mengurus semua acara di mansion, Bella juga sudah mendapatkan apartemen yang pas untuk kedua orang tua Olivette. Jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi berada di kawasan elit. Sungguh, Bella adalah sekretaris luar biasa.
Olivette menyerahkan satu buah box yang dibungkus sedemikian indahnya. Pita merah menghiasi box merah yang diduga itu adalah kotak perhiasan.
"Untuk apa, Nyonya?" tanya Bella pada Olivette.
"Ini hadiah untukmu, Bella. Kau sudah memberikan yang terbaik kepada keluarga kami. Terima kasih," ucap Olivette.
Semula Bella menolak dengan alasan bahwa dia sudah mendapatkan gaji dari Ethan, tetapi Ethan memberikan kode agar Bella mau menerimanya. Itu bukan hanya dari dirinya saja, tetapi mama mertuanya yang mengusulkan agar memberikan hadiah yang bermanfaat untuk Bella.
"Terima saja! Mama Shopia ingin agar istriku memberikan cenderamata untukmu. Tolong jangan ditolak," pinta Ethan.
Kalau sudah seperti ini, Bella tidak mampu menolaknya lagi. Keluarga Soenser sudah menjadi malaikat baginya. Mereka semua sangat baik. Terlebih saat Ethan sudah menikah dengan Olivette. Suasana mansion, kantor, dan semua orang berubah menjadi semakin baik.
"Kalau begitu aku ucapkan terima kasih, Tuan dan Nyonya. Semoga apa yang kalian berikan kepadaku selalu membawa kebahagiaan dan kebaikan untuk semua orang," ucap Bella.
"Tentu saja, Bella," jawab mereka serempak.
Setelah Bella keluar dari ruangan, Ethan mendapatkan panggilan dari Vincent. Sahabatnya baru menghubungi setelah beberapa minggu kembali ke mansion.
"Hai, Ethan. Apa kabar?" sapa Vincent.
Rupanya bukan panggilan suara, tetapi video call. Tidak hanya Vincent, rupanya Grace dan bayinya yang sedang digendong turut serta di dalam panggilan tersebut.
__ADS_1
"Kami baik. Kalian apa kabar?" balas Olivette.
"Wah, kalian pergi ke kantor berdua. Di mana dua baby twin-nya?" tanya Grace saat menyadari jika Ethan dan Olivette berada di kantor.
"Mereka berada di mansion, Grace. Kami ingin menikmati kebersamaan ini berdua saja. Anggap saja seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara," canda Ethan.
Olivette mencolek pinggang suaminya. Candaannya sangat keterlaluan. Jika bukan karena permintaan mama Shopia, Olivette akan terus terkurung di dalam mansion dengan segala kesibukannya.
"Wah, kapan kami bisa seperti kalian? Austin tidak bisa ikut baby sitter walaupun hanya sebentar," jelas Grace.
"Austin sangat manja sepertiku, Ethan," sahut Vincent.
Ethan dan Olivette tersenyum untuk sahabatnya. Mereka terikat dengan bayi kecil yang selama ini diharapkan. Waktu bertemu pun berkurang.
"Jadi, kapan kalian akan datang ke tempatku?" tanya Olivette.
Setelah sibuk dengan kehamilan masing-masing, sekarang mereka sibuk mengurus bayi. Sudah lama sekali mereka hanya melakukan panggilan melalui video call. Untuk bertemu, Grace harus menunggu Austin tumbuh menjadi bayi yang lucu.
"Tunggu beberapa bulan lagi, Olivette. Kami akan datang ke sana," balas Grace.
Beberapa minggu setelah kesepakatan dibuat antara Vincent dan Ethan, Olivette siap mencatat beberapa destinasi wisata yang akan mereka kunjungi. Walaupun masih harus menunggu beberapa minggu lagi, setidaknya Olivette siap dengan semua rencananya.
Sayangnya rencana itu harus kandas saat Wileen mengirimkan undangan pernikahan. Rupanya perceraiannya dengan Will berjalan begitu mudah. Shopia dan Clara sangat terkejut saat menerima undangan tersebut.
Kebetulan setiap hari Shopia berkunjung ke mansion Ethan hanya untuk melihat dan bermain dengan kedua cucunya. Clara merasa tidak kesepian lagi sehingga keduanya bisa melakukan sesuatu bersama-sama.
"Oh, ini mantan menantumu yang tempo hari, ya? Lucu sekali kehidupannya. Setelah menikah dengan Ethan, bercerai. Kemudian menikahi mantan menantuku. Lalu, sekarang bercerai lagi kemudian menikah dengan teman Ethan. Entah, seperti apa wajahnya saat ini. Maksudku, apa dia tidak malu harus berulang kali menikah dan bercerai," ungkap Shopia.
Wajar kalau Shopia kesal. Gara-gara Wileen, kehidupan putrinya berantakan. Namun, itu tidak lagi saat Olivette sudah mendapatkan penggantinya, yaitu Ethan.
"Biarlah asalkan dia tidak mengganggu kehidupan putraku, Shopia. Setidaknya Wileen sudah jauh dari kehidupanku. Benar, bukan?" tanya Clara sambil mengasuh dua bayi kembarnya.
Setelah menerima undangan itu, semua orang sibuk menyiapkan segala keperluannya. Terlebih dengan urusan gaun yang akan mereka pakai. Ethan sudah mengirimkan orang butik untuk mengurus semua gaun anggota keluarganya. Mereka akan datang ke mansion demi fitting gaun keluarga besar Soenser dan Phoenix.
"Mama, lihatlah kelakuan putramu! Dia sampai mendatangkan karyawan butik hanya untuk mengurusi gaun-gaun kita," ungkap Olivette saat dirinya bingung harus memilih gaun mana yang akan dipakai. Pasalnya semua gaun ini sangat indah.
__ADS_1
Clara tersenyum mendengar penuturan menantunya. Sejak kehadiran baby twin, suasana mansion semakin terlihat bahagia. Terlebih Clara memiliki teman terbaik, yaitu Shopia.
Saat tahu Wileen mengundang semua orang untuk hadir ke pesta pernikahannya, sebenarnya Zion tidak terlalu senang untuk hadir di sana. Terlebih dia tidak begitu mengenal Wileen dengan baik, tetapi setelah Shopia meyakinkan dirinya, Zion pun setuju.
"Ayolah, Papa. Jarang sekali kita hadir bersama dengan anak, cucu, menantu, dan besan, bukan?" ajak Sophia.
"Baiklah. Setidaknya kita akan mengawali hari-hari indah bersama, bukan?" balas Zion dengan senyuman mengembang di bibirnya.
Semua orang sibuk memilih beberapa gaun. Tidak hanya anggota keluarga, tetapi beberapa maid dan baby sitter yang akan diajak ke pernikahan Yuval dan Wileen juga melakukan fitting baju seperti permintaan Ethan.
Sementara untuk kedua baby twin, mereka memiliki perancang busana khusus. Ethan tidak akan pernah melewatkan kesempatan emas untuk kedua bayinya.
"Siapkan gaun yang terindah untuk dua baby twin-ku," pesan Ethan kepada perancang busana.
"Baik, Tuan," jawab perancang busana.
Setelah itu, Ethan kembali berbincang dengan istrinya.
"Kau masih berutang satu hal padaku, Sayang," ucap Ethan saat mencoba merayu istrinya.
"Apa itu?"
Selama ini Olivette melewatkan kesempatan untuk menikmati tiang pole dance yang sudah disiapkan Ethan untuknya. Namun, dalam waktu dekat dia tidak akan menggunakannya sampai kondisinya benar-benar pulih pasca operasi. Selain itu, kesukaannya tiba-tiba berubah drastis begitu saja.
"Kapan kau akan menari di hadapanku? Aku sudah menyiapkan tiang itu sejak setahun yang lalu. Kau sama sekali tidak pernah menyentuhnya," sesal Ethan.
"Sayang, lupakan itu. Ada yang lebih penting dari tiang pole dance dan segalanya."
"Benarkah?" tanya Ethan dengan wajah yang ditekuk.
"Tentu saja. Kau, baby twin, dan seluruh anggota keluarga adalah hal yang paling penting dalam hidupku. Jangan paksa aku untuk meninggalkan mereka hanya untuk kembali pada tiang pole dance," canda Olivette.
Ethan memeluk istrinya kemudian memberikan kecupan mesra. "Terima kasih, Sayang."
__ADS_1