
Olivette menyusul suaminya menuju ke tempat parkir. Rasa kesalnya pada Will belum berakhir. Pria itu belum mendapatkan balasan yang setimpal telah menyakiti hati dan perasaannya. Sekarang, dia menuding kehamilan Olivette adalah darah dagingnya. Ini omong kosong!
"Sayang, kau kenapa?"
Melihat Olivette yang tidak ceria sama sekali membuat Ethan penasaran. Sebenarnya dia penasaran dengan apa yang dibicarakan dengan Will, tetapi Ethan tidak akan memaksa jika Olivette tidak mau menceritakannya.
"Will membuatku hampir gila, Sayang. Aku kesal sekali," ungkap Olivette.
"Duduk dengan tenang, Sayang. Apakah kau mau menceritakannya atau tidak?"
"Lupakan saja, Sayang! Kau akan semakin kesal saat tahu apa yang dibicarakannya padaku. Lebih baik kita pulang sekarang."
Sebelum pulang dari rumah sakit, Bella sempat mengirimkan pesan pada Ethan. Beberapa waktu lalu memang memesan perhiasan pada Tuan Hamlet. Hari ini perhiasan itu sudah jadi. Apakah bisa langsung dibagikan kepada para karyawan atau menunggu kedatangan Ethan?
"Kau benar, Sayang. Setelah itu aku harus ke kantor karena Bella menginformasikan bahwa semua perhiasannya sudah siap untuk dibagikan."
"Ah, kau sibuk rupanya. Baiklah, tidak masalah. Sampai mansion, biar aku saja yang akan mengatakan jenis kelamin bayi kita pada mama. Aku akan baik-baik saja."
Bagaimana mungkin Ethan bisa percaya kalau Olivette baik-baik saja? Dia terlihat sangat kesal sekali.
"Baiklah. Ada baiknya kau ceritakan itu padaku. Jangan jadikan beban. Aku tidak mau kau dan baby twin kenapa-napa."
Akhirnya, sepanjang jalan menuju ke mansion, Olivette menceritakan apa yang dibicarakan dengan Will. Pengakuan Will sangatlah tidak berdasar. Olivette sebenarnya takut kalau Ethan akan marah saat tahu apa yang dibicarakan Will padanya.
"Wow, Will menuduhmu menyembunyikan kehamilanmu? Oh, astaga! Katakan padanya bahwa yang sukses menghamili Olivette adalah suaminya, bukan mantan suaminya. Tegaskan padanya! Kalau dia masih tidak percaya, suruh datang padaku! Dia cuma bisa merebut istri orang ketimbang mengurus istrinya sendiri!"
Olivette akhirnya tersenyum. Dia pikir Ethan akan marah padanya. Ternyata dia salah besar.
__ADS_1
"Jadi, kau tidak marah padaku?" tanya Olivette memastikan.
"Mana mungkin aku marah padamu, Sayang. Pertemuan bibit premium dengan gen kembar yang kau miliki sudah tepat. Buktinya, aku sebentar lagi akan memiliki dua bayi perempuan kembar. Aduh, aku sudah tidak sabar menunggunya lahir ke dunia. Siapkan nama yang bagus untuk mereka. Aku mau kau yang menyiapkan dua nama itu."
Rasanya sangat spesial sekali ketika mendapatkan dua kesempatan yang sangat berharga. Pertama, kesempatan emas bisa mengandung dari bibit pria seperti Ethan. Kedua, kesempatan memberikan nama untuk kedua calon bayinya tanpa campur tangan siapa pun.
Sementara Will sedang bersama Wileen di dalam ruang persalinan. Wileen sedang mengejan untuk melahirkan bayinya. Tidak hanya mengejan, wanita itu juga meneriaki suaminya. Kemudian menjambak rambut Will dan sesekali mencakar tubuh Will.
Itu berlangsung cukup lama. Drama hampir menyerah karena Wileen merasa tidak kuat lagi mengejan. Rasanya ingin menyerah saat itu juga. Namun, Will mencoba memberikan semangat.
"Ayo, Wileen. Sebentar lagi bayi kita lahir. Katamu ingin sekali memiliki anak? Lalu, kalau kau menyerah seperti ini, apa yang akan terjadi dengan bayi kita? Kau mau kalah bersaing dengan Olivette?"
Jika bukan karena Wileen sedang lemah, dia pasti akan memukul suaminya dengan sangat kencang. Bisa-bisanya di saat genting seperti ini masih membahas orang lain.
Saat dokter kembali mengecek kondisi Wileen, dia memutuskan untuk melakukan operasi. Hal itu dikarenakan Wileen tidak kuat lagi mengejan. Will tidak tega. Dia akhirnya menyetujui tindakan yang disarankan oleh dokter.
Bayi laki-laki yang sangat tampan. Berhubung Wileen masih sangat lemah, sehingga bayi itu dirawat oleh satu orang yang bertugas untuk membersihkan bayinya. Sebelum Will keluar dari ruang operasi, dia sempat mengecup kening istrinya sebentar.
"Terima kasih sudah melahirkan bayi laki-laki yang sangat luar biasa," puji Will.
Will keluar. Ada gurat bahagia dan kesedihan secara bersamaan. Pertemuannya dengan Olivette barusan menambah beban pikirannya. Mungkin Will memang terlalu percaya diri. Saat itu Olivette memang belum hamil. Lalu, sebenarnya apa yang salah dengan pernikahannya sehingga Olivette tidak kunjung hamil? Atau, diam-diam istrinya meminum pil untuk menunda kehamilan?
Rasa itu terus berkecamuk di dadanya. "Kenapa aku cemburu sekali saat melihat Olivette hamil? Permainan takdirku sangat menyedihkan. Sebentar lagi Ethan pasti akan mendapatkan kekayaan berlimpah dari papa mertuanya. Harusnya aku yang di posisinya saat ini!"
Menyesal pun sudah terlambat. Sementara Olivette sedang menikmati kebersamaannya dengan mama mertuanya, Clara. Ethan sudah pamit pergi ke kantor untuk mengurus pembagian hadiah atas kehamilan istrinya.
"Sayang, bagaimana kata dokter? Apa salah satu bayinya laki-laki?"
__ADS_1
Olivette menggeleng. "Keduanya perempuan, Ma."
Olivette pikir kalau Clara akan marah. Ternyata dia salah besar. Wanita itu justru beruntung sekali akan mendapatkan dua cucu sekaligus.
"Tidak masalah, Sayang. Kalau harapan mama kali ini belum terwujud, mungkin nanti adiknya baby twin adalah laki-laki."
"Jadi, Mama tidak kecewa?" Olivette memberanikan diri untuk bertanya.
"Kemarilah!" Clara ingin sekali mengelus perut menantunya yang terlihat buncit dari usia kehamilan pada umumnya. "Mana mungkin mama bisa marah saat di dalam sini ada dua bayi pemberian Tuhan. Apa pun itu, mama akan menerimanya. Mama berharap keduanya lebih beruntung ketimbang kembaranmu, Olivia."
Seharusnya Olivette bahagia memiliki saudari. Nyatanya dia malah sendirian saat ini. Olivette harus ekstra hati-hati untuk menjaga kedua bayinya.
"Terima kasih, Ma. Apakah kita juga perlu mengadakan gender reveal party?"
Clara menarik mundur tangannya. Sebenarnya acara itu tidak perlu diadakan pun tidak menjadi masalah. Justru lebih baik kalau Olivette mau membagi kebahagiaan itu dengan mengirimkan makanan dan hadiah ke sebuah panti asuhan.
"Kalau kau menginginkan, boleh saja. Hanya saja, mama ingin agar kalian membagi kebahagiaan ini pada anak-anak panti. Kau tidak akan terlalu lelah harus mengurus ini dan itu. Cukup diam di rumah, pesan makanan dan mainan yang banyak untuk mereka. Berikan hadiah terbaik pada mereka!"
Ah, rasanya Olivette tidak percaya. Mama mertuanya membuat pilihan yang sangat luar biasa. Olivette tidak akan mungkin bisa menolaknya.
"Serius kalau Mama menginginkan hal seperti itu?" Sekilas Olivette tidak percaya. Dia berusaha meyakinkan dirinya sekali lagi. Mertuanya sangat bijak sekali.
"Gender reveal party menurut mama tidak terlalu penting, Sayang. Bahagiakan anak-anak yang kurang beruntung. Itu akan lebih baik. Percayalah, mama tidak bermaksud membuatmu dilema. Rundingkan lagi dengan suamimu! Jika Ethan menginginkan gender reveal party, maka kalian bisa mengadakannya. Jika tidak, mama sudah memberikan opsi yang lain, bukan?"
...🌾🌾🌾...
Sambil menunggu update, yuk mampir ke rekomendasi karya keren dari teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️
__ADS_1