Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 65. Melahirkan


__ADS_3

Beberapa bulan setelah gender reveal party digelar, Ethan lekas menjemput mertuanya. Itu dilakukan karena permintaan sang istri. Beberapa minggu lagi Olivette akan melahirkan.


Ethan akan menempatkan mertuanya itu di dalam mansionnya. Walaupun untuk beberapa minggu lagi sampai bayinya lahir.


"Sayang, apa kabar?" sapa Sophia. Dia sangat rindu pada putrinya.


"Aku baik, Mama. Mama dan Papa apa kabar? Sudah beberapa bulan lamanya kita tidak bertemu," jelas Olivette.


"Kami baik, Sayang. Mama mertuamu yang selalu memberikan kabar pada Mamamu." Zion paham kalau putrinya sibuk. Dia pun tidak pernah memaksa Sophia untuk menghubungi jika tidak terlalu penting.


"Mama Clara?" Olivette tidak percaya. Memang jarang sekali Olivette mengirimkan pesan atau sekadar menghubungi mamanya.


"Iya, Sayang. Terkadang kau selalu sibuk mengurus putraku. Terlebih saat kau hamil, rutinitasmu pasti banyak yang berubah," balas Clara.


Hamil kembar ini membuat Olivette harus membatasi aktifitasnya yang sangat padat. Perutnya lebih cepat buncit ketimbang usia kehamilan pada umumnya. Bayinya cukup sehat saat melakukan USG terakhir.


"Hemm, tidak masalah, Sayang. Oh ya, apakah kau sudah memikirkan nama untuk kedua bayimu?" tanya Sophia. Bagian terpenting setelah kelahiran bayi adalah nama. Sophia mau kedua cucu perempuannya nanti memiliki nama yang bagus, unik, cantik, dan menarik.


"Seharusnya istriku sudah menyiapkan dua nama itu, Mama," sahur Ethan yang baru saja bergabung.


Sophia menoleh kemudian memberi jempol tanda setuju. Rasanya seperti memeluk kembali putri kembarnya. Hati Sophia berharap agar kedua cucunya nanti bernasib baik dan tidak akan terpisahkan sampai kapan pun.


"Tentu, Sayang. Sesuai apa yang kau minta. Dua nama bayi perempuan yang unik dan menarik." Aura Olivette tampak semakin berseri.


"Boleh mama tahu namanya?" goda Clara.


"Mama! Itu rahasia!" seru Ethan. "Tunggu surprise saat kedua bayi kami lahir ke dunia. Aku pun tidak tahu siapa namanya."


Jangankan mama mertuanya, suaminya pun belum tahu. Ethan percaya bahwa nama-nama yang diselamatkan pasti begitu indah dan menawan. Seperti harapan semua orang.

__ADS_1


Beberapa minggu kemudian, saat melangsungkan USG terakhir. Dokter menyarankan untuk lekas melakukan operasi. Bayinya sudah bisa dilahirkan tanpa menunggu kontraksi. Ethan sangat bahagia saat dokter meminta persetujuannya.


"Tuan dan Nyonya Ethan, kami memiliki jadwal operasi untuk 3 hari ke depan. Kalian bisa menentukan tanggalnya mulai besok. Tentukan tanggalnya kemudian kita atur jadwal operasinya."


Ethan belum bisa memutuskan. Dia harus berembuk dulu dengan keluarga besar. Kalau menurut pemikirannya, Ethan ingin esok hari istrinya lekas melahirkan. Setidaknya rasa penasaran terhadap kecantikan dua bayinya itu segera terjawab.


"Lebih baik ambil suara terbanyak, Sayang," usul Olivette.


Setelah menimbang beberapa hal, Ethan memilih istrinya untuk melahirkan besok. Percuma juga harus meminta pendapat orang tua. Mereka pun pasti setuju dengan keputusannya.


Sesuai kesepakatan, persiapan perlengkapan baby sudah diputuskan beberapa minggu sebelum melahirkan. Kamar bayi pun sudah siap. Tinggal menunggu kehadiran tuan putri kecil yang akan memenuhi suasana mansion Ethan.


Pagi-pagi para orang tua sudah menyiapkan segalanya. Sesuai jadwal, Olivette akan melangsungkan operasi pertama. Jadi, mereka harus sudah berada di rumah sakit saat pagi hari.


"Mama, aku akan mengirimkan pesan pada Bella. Aku memintanya untuk mengurus semua pekerjaan kantor hari ini. Kemarin aku lupa mengabarinya karena terlalu antusias," jelas Ethan sebelum berangkat ke rumah sakit.


"Lekaslah! Jangan sampai terlambat! Kalian juga perlu melakukan beberapa persiapan di sana," pesan Clara.


Olivette hendak melahirkan, tetapi Sophia dan Clara yang heboh dari semalam. Mereka tidak sabar ingin lekas menggendong cucu-cucu mereka.


"Mama jangan berlebihan! Yang mau melahirkan Olivette, mengapa kau ikutan heboh seperti itu?" tanya Zion.


"Papa, cucu pertama kita akan lahir. Mama sangat antusias sekali," ucap Sophia.


Mereka memutuskan untuk menggunakan dua mobil. Clara dan besannya berada di mobil yang berbeda. Ethan dan istrinya kali ini menggunakan sopir pribadi. Keduanya duduk di bangku penumpang dengan sangat mesra.


"Sayang, sebentar lagi bayi kita lahir. Aku sudah tidak sabar ingin memeluknya dengan hangat," ungkap Ethan.


"Sama, Sayang. Aku pun demikian. Apakah operasi ini akan sakit?" Wajar Olivette bertanya demikian karena ini baru pertama kalinya.

__ADS_1


"Entahlah, Sayang. Kuharap kau masih mau menerima bibitku jika kedua bayi kita telah lahir."


"Ethan!" seru Olivette. "Bayi kita belum lahir, kau sudah minta yang macam-macam! Kau pikir aku ini apa, hah?"


Ethan meletakkan kepala istrinya disandarkan pada pundaknya. Membelai puncak kepalanya kemudian mengecup kening dari samping. Ethan sangat terharu dengan perjuangan istrinya saat hamil dan itu tidak mudah.


"Tidak, Sayang. Aku hanya akan menagih saat kau sudah kembali seperti semula. Ingat, tiang pole dance yang sudah kusiapkan belum kau coba sama sekali. Padahal aku penasaran bagaimana gaya istriku saat meliuk-liuk dengan tiang itu. Kalau hasilnya memuaskan, aku akan memberikan hadiah yang sangat luar biasa."


"Kau merayuku?"


"Mau bagaimana lagi. Pria dengan dua anak ini harus semakin semangat mengeluarkan pesonanya di hadapan istri sendiri agar tidak melirik ke sana kemari."


Olivette cuma bisa tersenyum. Mereka segera masuk setelah sampai di rumah sakit. Ethan mendorong istrinya menggunakan kursi roda supaya tidak terlalu lelah.


Sebelum memasuki ruang operasi, Olivette langsung berbaring di atas brankar. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan awal, Olivette akhirnya dibawa ke ruang operasi.


Ethan sangat bersemangat menemani istrinya masuk ke ruang operasi. Dokter memang mengizinkan untuk melihat kedua bayinya saat napas pertama mereka terlahir ke dunia.


Beberapa dokter bersama asisten menyiapkan segala sesuatunya. Tidak akan lama lagi Olivette akan dibius kemudian dilanjutkan dengan tindakannya yang lain sampai operasi itu selesai.


Ethan terus memberikan bisikan-bisikan cinta di telinga Olivette saat operasi sedang berlangsung.


"Sayang, sebentar lagi dua putri kita lahir. Tetaplah cintai suamimu seperti ini hingga selamanya."


Berulang kali Ethan mengecup kening istrinya. Entah, sudah berapa lama sampai suara tangisan salah satu bayi mengisi ruangan itu. Air mata Olivette lolos begitu saja. Dia terharu karena selama hampir 7 tahun memutuskan menikah, nyatanya baru kali ini dia bisa hamil lalu melahirkan.


Ethan pun merasa bahwa kebahagiaannya telah datang. Mengganti duka dan keinginan yang belum terwujud di masa lalu. Nasib baik saat dia bercerai dengan Wileen, tetapi belum memiliki anak.


"Sayang, itu bayi pertama kita. Sebentar lagi bayi keduanya pun akan melakukan hal yang sama. Dia pasti sangat cantik sama sepertimu."

__ADS_1


Selang beberapa menit saja, bayi kedua pun keluar dengan suara tangis yang tidak kalah kerasnya. Dokter mengatakan bahwa kedua bayinya perempuan. Jadi, pada saat USG terakhir itu memang benar-benar jenis kelaminnya sudah pasti perempuan.


"Sayang, kedua bayi kita sudah lahir. Siapa namanya? Aku sangat penasaran sekali, akan secantik apa namanya?"


__ADS_2