Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 26. Pengharapan yang Sama


__ADS_3

Tidak hanya mendapatkan izin dari Sophia, tetapi juga diizinkan untuk memakai mobil yang biasa digunakan oleh Zion, Rolls Royce Cullinan. Serba mewah, bukan?


Ethan sudah mendapatkan restu dari Zion, diizinkan pergi oleh calon mama mertuanya, dan spesial dipersilakan menggunakan mobil calon papa mertuanya. Selain itu, Ethan juga akan pergi bersama calon tunangannya, yaitu Olivette.


"Kau pria yang sangat beruntung, Ethan," ucap Olivette saat keduanya berada di dalam mobil.


"Tentu saja. Aku beruntung karena sebentar lagi akan bertunangan denganmu, bukan?"


"Bukan itu."


"Lalu?"


"Kau sangat beruntung mendapatkan kepercayaan begitu cepat dari papaku. Tidak semua pria bisa seberuntung dirimu."


"Benarkah? Lalu, tentang—" Ethan sebenarnya ingin melanjutkan satu nama, tetapi diurungkannya karena tidak ingin membuat Olivette menjadi badmood. "Ah, lupakan! Setidaknya aku masih memiliki banyak pekerjaan rumah nantinya."


"Apa itu?" tanya Olivette.


"Membuatmu jatuh cinta kepadaku, hingga kau lupa cara untuk membenci," jelas Ethan.


Hening. Mengapa setiap ucapan Ethan selalu bisa masuk ke relung hatinya? Apakah Olivette sudah mulai membuka hati, atau sekadar terpesona dengan ucapan romantis yang selalu diberikan Ethan padanya?


"Ehm, kau mau jalan ke mana, Tuan?" tanya Olivette saat menyadari bahwa pria itu seperti tidak memiliki tujuan pasti.


"Tunjukkan tempat yang menurutmu indah dan tidak akan pernah bisa dilupakan!"


Sontak Olivette bingung. Semua tempat di negaranya begitu indah hingga orang lain selalu terngiang-ngiang di benaknya. Namun, Olivette tidak mau menunjukkan tempat itu. Biarkan saja Ethan yang menemukannya.


"Tidak ada. Semua tempat menurutku sama."


"Tempat itu akan terasa berbeda saat orang yang kau ajak ke sana pun berbeda. Boleh jadi dulu kau mengajak—"


"Jangan diteruskan lagi, Tuan! Jika Anda ingin memulai kehidupan baru bersamaku, maka jangan pernah ungkit orang yang pernah ada di dalam masa laluku!"


Sepertinya tidak akan ada titik temu ke mana mereka harus pergi. Ethan terus saja mengemudikan mobilnya dari jalan satu ke jalan lainnya hingga kembali ke rumah Olivette. Sampai di sana, keduanya diam berada di dalam mobil.


"Sesederhana itukah mimpimu, Olivette?"


Olivette menoleh. "Maksudmu?"


"Kau menikmati jalanan ini penuh harapan agar kau selalu bahagia. Seolah jalanan itu adalah kebebasanmu. Kau menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya."

__ADS_1


Hening. Olivette enggan menanggapinya. Memang benar kehidupannya tidak semudah yang dilihat orang selama ini. Kecantikan sempurna, penampilan yang fashionable, dan kalangan konglomerat. Tidak dengan hatinya yang selalu terikat dengan aturan orang tua dan mantan suaminya.


"Apakah kau akan memberikan kebebasan untukku?"


"Tentu saja. Apa pun asalkan kau bahagia. Bukankah aku sudah berjanji bahwa kebahagiaanmu adalah prioritasku?"


Ya, janji itu selalu diucapkan oleh Ethan saat bersama Olivette. Selain itu, Ethan juga sudah berjanji pada Zion bahwa dia sanggup untuk membahagiakan putrinya tanpa menyakiti.


"Malam ini pulanglah! Lekas minta restu Nyonya Clara. Bawa aku pergi jauh dan bahagiakan aku!"


"Kau serius? Mengapa kita tidak langsung menikah saja tanpa harus bertunangan? Tidak ada bedanya, bukan? Setidaknya akan lebih cepat sah ketimbang harus menunggu bertunangan dan sebagainya. Memakan waktu lama!"


"Bisakah kau bicarakan itu pada papaku? Aku ikut saja."


Saran brilian. Bertunangan juga belum bisa membuat Ethan tinggal bersama Olivette. Mereka harus menunggu beberapa waktu sampai benar-benar sah.


"Tetap saja harus menunggu minimal 1 bulan. Tidak masalah kan kalau bertunangan lebih dulu?"


Ethan lupa. Walaupun mereka hanya berjarak beberapa jengkal saja, tetapi tetap saja berbeda negara. Terpaksa Ethan harus kembali pada opsi pertama, yaitu melakukan pertunangan lebih dulu.


Saat sampai di ruang tamu, Zion dan Sophia di sana menunggunya.


"Bagaimana jalan-jalan kalian? Apa menyenangkan?" tanya Sophia.


Padahal mereka hanya berputar-putar di jalan tanpa tujuan. Zion kemudian meminta Ethan untuk duduk lebih dulu.


"Olivette, masuk ke kamarmu! Papa mau bicara dengan Ethan," ucap Zion.


"Baik, Pa."


Kehidupan Olivette sangat berbeda saat berada di dalam rumahnya sendiri. Terlihat seperti sangat dikekang oleh orang tuanya. Namun, Ethan tidak tahu alasan apa yang mendasari Olivette dikekang begitu erat.


"Duduk, Nak!" perintah Sophia.


"Terima kasih, Nyonya."


"Ethan, kutitipkan Olivette padamu. Bahagiakan dia. Jangan pernah sekali pun kau lepaskan."


"Papa, mengapa kau katakan itu pada Ethan?" tanya Sophia.


"Olivette sudah waktunya bebas, Ma. Selama ini dia hidup dalam sangkar emas. Aku terlalu menggenggamnya begitu erat."

__ADS_1


Zion mengakui kekeliruannya. Namun, dia butuh pria yang tepat untuk mengikat putrinya agar selalu berada di jalan yang diinginkan Zion.


"Ethan, lebih baik kau segera kembali dan urus segalanya. Kami akan segera menyusulmu ke sana," pesan Sophia mengusir agar malam ini Ethan lekas pulang.


Olivette tidak tahu perubahan rencana ini. Sophia mengkhawatirkan putrinya jika sampai Ethan menunda rencananya. Pesan Sophia saat Ethan berada di luar rumah sangat menggetarkan hatinya.


"Ethan, tunggu!"


Ethan menoleh ke sumber suara.


"Ya, Nyonya. Ada apa?"


"Maaf, kau pasti terkejut dengan perbedaan antara Olivette saat bertemu denganmu dan saat ini. Kurasa sebagai seorang pria kau memahami bahwa suamiku sangat mengkhawatirkan kondisi putrinya."


"Tentu, Nyonya. Aku akan segera membawanya pergi dari sini."


"Terima kasih, Ethan. Jangan tunda lagi rencanamu untuk membahagiakannya. Dia wanita yang tangguh. Dia pasti bisa mencintaimu dengan sangat baik melebihi cintanya pada Will di masa lalu."


Ethan merasa perlu menanyakan sesuatu hal yang begitu penting.


"Mengapa Tuan Zion sangat mengekang kebebasan putrinya?"


"Karena kecerobohan kami, sehingga harus kehilangan salah satu putri kami."


"Maaf, aku masih tidak paham, Nyonya."


"Olivia Phoenix dan Olivette Phoenix adalah saudari kembar. Sayang, kami harus kehilangan Olivia Phoenix saat usianya baru beberapa tahun. Setelah itu, Zion sangat protektif sekali kepada putrinya. Dia merasa tidak bisa menjaga Olivia dengan baik."


Ethan baru tahu ternyata Olivette adalah wanita yang di masa lalunya memiliki saudara kembar. Andaikan Olivia Phoenix masih hidup, dunia akan semakin indah dengan keberadaan dua wanita yang sangat cantik dan anggun itu. Pantas saja, terkadang Olivette menjadi pribadi yang lain.


"Baik, Nyonya. Aku berjanji pada Anda. Aku akan selalu membuat Olivette bahagia dan tidak akan pernah kusia-siakan."


"Terima kasih, Ethan. Kau memang pria yang sangat baik. Aku akan selalu mendoakanmu bahwa kalian akan selalu bahagia sampai kapan pun. Besar harapan kami kalau pernikahanmu dengan Olivette bisa memberikan cucu untuk kami."


Seperti yang diharapkan Clara. Ternyata bukan hanya Clara, tetapi juga Sophia. Semua orang tua memiliki pengharapan yang sama.


Seperti yang sudah direncanakan, Ethan malam ini kembali ke mansionnya dengan membawa kejutan yang tidak pernah diketahuinya selama ini.


...🌾🌾🌾...


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya rekomendasi keren dari teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️

__ADS_1



__ADS_2