Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 57. Mengakui Anak


__ADS_3

Fase mengidam Olivette sangat meresahkan. Setelah permintaannya tentang apel hitam itu, ada saja yang membuat Ethan geleng-geleng kepala. Terkadang banyak permintaannya yang tidak masuk akal.


Olivette sering meminta sesuatu yang rumit. Contohnya saat dia menginginkan parfum yang dipakai Bella. Ethan harus merendahkan diri di hadapan sekretarisnya demi sebuah parfum. Terkadang Olivette meminta suaminya menggunakan baju yang kontras untuk digunakan ke kantor.


Akhirnya, sebelum masuk ke ruang kerjanya, Ethan buru-buru ke kamar mandi untuk menggantinya dengan yang lain. Saat pulang pun, Ethan harus mengembalikan kondisi ke dalam keadaan sebelumnya.


"Sayang, sekarang apalagi?" tanya Ethan sebelum berangkat ke kantor.


Setelah beberapa bulan lalu menghadiri gender reveal party, sudah seharusnya Olivette memeriksakan kehamilannya. Terlebih dia dinyatakan hamil kembar. Rasanya sudah tidak sabar ingin mengetahui gender bayinya.


"Sayang, hari ini aku mau pergi ke rumah sakit. Kau tahu kan, kehamilan kembar ini membuatku semakin lelah. Dokter pasti bisa melihat jenis kelaminnya sekarang."


Harapan Ethan, salah satu bayinya berjenis kelamin laki-laki. Namun, jika salah satu harapannya itu pupus, tidak masalah asalkan nantinya bayi yang dilahirkan Olivette sehat dan sempurna.


"Mau ditemani mama?" Ethan mencoba menawarkan.


Hari ini sebenarnya Ethan ada rapat penting di kantor. Dia lupa harus mengantarkan istrinya pergi ke rumah sakit untuk melakukan USG.


"Memangnya mama yang menghamili aku?"


Penolakan yang luar biasa. Secara tidak langsung, Olivette mau kalau sang suami yang mengantarkan.


"Ya, baiklah. Aku akan mengirimkan pesan pada Bella."


Ethan jelas kalah. Dia tidak mungkin menolak permintaan istrinya. Terlebih ini menyangkut kehamilan istrinya.


"Sudah mau pergi?" tanya Clara saat berpapasan di ruang tengah.


"Ya, Ma. Kami mau ke rumah sakit dulu," jawab Olivette.


"Wah, mama sudah tidak sabar mengetahui jenis kelamin bayi kalian. Harapan mama, salah satunya adalah laki-laki," ucap Clara antusias.


Olivette melihat wajah suaminya. Tatapannya datar. Dia takut kalau harapan mama mertuanya itu tidak sesuai dengan keadaannya.


"Kenapa, Sayang?" tanya Ethan membalas tatapan istrinya.


"Tidak ada, Sayang. Bisa kita berangkat sekarang?"


"Tentu. Mama, kami pamit dulu."


Sepanjang jalan, Olivette tampak diam. Dia bingung harus menjelaskan seperti apa pada suaminya.

__ADS_1


"Kau terlihat tidak bersemangat. Kenapa?"


"Aku tidak yakin kalau salah satu anak kita adalah laki-laki. Ehm, maksudku genku dominan perempuan. Jadi, aku merasa kalau kedua anak kembarku ini pasti perempuan."


Laki-laki ataupun perempuan, bagi Ethan tidak masalah. Setidaknya dia bisa memiliki anak dari pernikahannya agar dia tidak dianggap pria yang tidak bisa memberikan keturunan.


"Apa pun akan kuterima hasilnya, Sayang."


"Benarkah?"


Ethan mengangguk. Rasanya Olivette lega sekali. Setelah sampai di rumah sakit, mereka bergegas turun. Hari ini jadwal pemeriksaan serasa lebih cepat. Pasalnya, Olivette sudah memesan nomor antrean dari semalam.


"Wah, selamat pagi Tuan dan Nyonya Ethan. Semoga hari kalian selalu menyenangkan," sapa dokter dengan sangat ramah.


"Terima kasih, Dokter. Kami sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin bayinya," balas Ethan antusias.


"Semoga beruntung!" ucap dokter.


"Maksudnya?" Ethan semakin penasaran.


"Maksud Dokter, jika bayi kita tidak merasa malu karena papanya penasaran. Hanya itu, Ethan," sahut Olivette.


Ethan mengangguk tanda bahwa dia memahami ucapan istrinya. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Olivette berbaring di atas brankar. Dokter mulai melakukan pemeriksaan menggunakan transducer untuk melihat kondisi bayi.


"Bayi yang sangat luar biasa, Tuan. Lihat, pergerakannya begitu lincah. Perkembangannya pun sesuai dengan usianya," jelas dokter.


"Dokter, apakah jenis kelaminnya kelihatan?" tanya Ethan yang begitu penasaran.


"Ya, tentu, Tuan. Dua bayi perempuan yang sangat menggemaskan."


Olivette sedikit kecewa, tetapi suaminya lah yang menguatkan. Twin baby girls baginya tidak akan menjadi masalah.


"Tidak masalah, Sayang. Aku menyukainya," bisik Ethan pada sang istri.


Selesai dari ruang praktik dokter kandungan, mereka memutuskan untuk kembali ke mansion. Setelah itu, Ethan akan pergi ke kantor. Namun, langkahnya terhenti saat mereka berpapasan dengan Wileen yang sedang didorong dengan kursi roda menuju ruang emergency. Sepertinya wanita itu hendak melahirkan.


"Will?" sapa Olivette.


Wileen sudah masuk ke ruangan. Hanya Will yang menunggu di luar kemudian melihat kedatangan Olivette dan suaminya.


Tatapan mata Will langsung tertuju pada perut buncit mantan istrinya. Sepertinya kehamilan Olivette seusia sebelum mereka bercerai. Dua bayi kembar agaknya membuat Will salah paham.

__ADS_1


"Ka-kau hamil?" tanya Will terkejut.


"Ya, istriku sedang hamil. Kau terlihat sangat terkejut sekali," balas Ethan.


Will sedang memikirkan sesuatu. Mungkinkah kehamilan Olivette itu adalah anaknya selama ini? Lalu, diam-diam Olivette menyembunyikan rahasia itu agar Will tidak bisa memiliki anak yang seharusnya menjadi miliknya.


"Bisa aku bicara sebentar dengan Olivette?" tanya Will. Dia tidak mau pembicaraan ini diketahui oleh Ethan.


Olivette menatap wajah suaminya seolah meminta persetujuan. Ethan paham betul. Bagaimanapun Will pernah menjadi suaminya di masa lalu.


"Aku tunggu di tempat parkir, Sayang. Jaga dirimu baik-baik!" Sebelum pergi, Ethan menyempatkan mengecup kening istrinya. Hal itu membuat Will merasa nyeri untuk yang kedua kalinya.


"Duduklah di sini!" pinta Will setelah Ethan pergi.


"Tidak perlu! Aku hanya akan berdiri saja," tolak Olivette.


Hening sejenak. Will sedang mengumpulkan kekuatannya untuk menanyakan hal sepenting ini. Sebentar lagi, Olivette akan menyanggah pertanyaannya.


"Berapa usia kandunganmu?"


Mata Olivette langsung melotot. Pertanyaan Will seakan enggan dijawab olehnya.


"Kau menginterogasi aku seolah tahu segalanya. Oh, atau kau menganggap kehamilanku ini adalah anakmu, hah?"


Olivette jelas meradang. Will sangat serakah. Sudah mendapatkan Wileen dan sebentar lagi istrinya melahirkan, dia malah sibuk mengurus kehamilan orang lain.


"Wow, ini luar biasa, Olivette. Bahkan, kau mampu membaca pikiranku dengan sangat baik."


"Ck, jangan terlalu percaya diri, Will. Aku hamil bersama Ethan. Bukan denganmu!"


Will tidak menyerah. "Aku butuh pembuktian, Olivette. Kau harus bisa membuktikan bahwa kehamilanmu itu memang bukan anakku. Kalau kau tidak bisa membuktikan, aku anggap dia adalah darah dagingku."


Olivette menarik napas panjang. Dia mengelus perutnya sebelum membalas ucapan Will. Olivette harus benar-benar mengatur irama napas dan jantungnya.


"Will, kau jangan terlalu percaya diri. Aku tidak akan membuktikan apa pun kepadamu. Aku mengandung benih dari suamiku sendiri, bukan dari pria peselingkuh sepertimu!"


Setelah beberapa bulan berpisah, nyatanya hal itu tidak menyurutkan rasa cinta Will pada Olivette. Jika bukan karena perawat memanggilnya untuk ikut serta dalam proses kelahiran bayinya, Will pasti akan terus mengakui anak yang ada dalam kandungan Olivette sebagai anaknya.


"Maaf, aku harus pergi. Urusan kita belum usai," pamit Will.


...🍒🍒🍒...

__ADS_1


Sambil menunggu update, yuk mampir ke karya anak online Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️



__ADS_2