Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 62. Larangan Clara


__ADS_3

"Bisa ku ulangi lagi ucapanmu itu?" pinta Ethan. Dia belum puas hanya dengan satu atau dua kalimat saja.


Mengucapkan cinta bukan hal yang mudah bagi Olivette. Dia perlu meyakinkan diri, mencoba mengingat segala kebaikan suaminya, dan berusaha menghapus secara perlahan tentang mantan suaminya.


"Ethan, nanti saja aku ulang di mansion."


"What? Aku ingin sekarang, Olive!" rayunya dengan menggenggam erat tangan istrinya.


"Nanti saja. Tidak enak karena Bella sudah menungguku. Tolong lepaskan aku, Suamiku!"


"Katakan cintamu sekali lagi saat kau menari pole dance!"


Olivette hampir mencapai pintu keluar, lalu dia memutar tubuhnya menoleh ke arah suaminya.


"Tunggu setelah baby twin lahir!" balasnya dengan tersenyum kemudian keluar dengan perasaan yang sangat lega.


Ya, Olivette diam-diam menjadi wanita yang mencintai suaminya dengan caranya. Setiap Ethan tidur, sebenarnya dia berpura-pura tidur jika belum mengantuk. Maka saat suaminya tenggelam dalam mimpi dan angan masa depannya, Olivette memandangi wajah tampan nan rupawan itu. Tarikan napasnya saat tidur pun tak luput dari perhatiannya. Perjuangan Ethan untuk membahagiakannya terlihat jelas di sana.


"Bella, aku minta maaf sudah membuatmu menunggu lama. Sir, tolong antarkan kami ke baby shop yang tidak jauh dari mall pusat kota!" ucap Olivette saat dirinya baru saja masuk ke mobil.


"Baik, Nyonya."


Sopir mulai melajukan mobilnya. Sementara Bella mencoba berbincang santai dengan istri bosnya.


"Tidak masalah, Nyonya. Mungkin Anda ada urusan dengan Tuan Ethan yang belum kelar."


"Ya, Bella. Ada sedikit masalah."


Olivette hampir lupa meminta Bella untuk mengurus gender reveal party-nya. Selain itu, Olivette juga memutuskan foto maternity dilakukan saat itu juga. Nanti, mendekati hari H persalinan, Olivette akan meminta foto maternity yang kedua kalinya.


"Tapi, Anda dan Tuan baik-baik saja, kan?" Bella cemas.


"Kami baik. Oh ya, aku mau minta tolong padamu. Boleh?"

__ADS_1


Bukan boleh lagi, tetapi Bella selalu siap jika Olivette meminta bantuannya. Suaminya sudah baik sekali memberikan perhiasan yang harganya fantastis. Sejak pemberian hadiah itu, semua orang selalu mendoakan agar Ethan dan istrinya semakin langgeng. Keluarganya juga senantiasa diberikan kebahagiaan yang berlimpah.


"Tentu, Nyonya. Dengan senang hati aku akan membantumu."


Olivette menjelaskan tentang gender reveal party. Bella sangat senang mendengarnya. Terlebih kandungan Olivette itu berisi baby twin. Rasanya Ethan akan menjadi pria yang paling beruntung mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah putus.


"Aku siap membantumu, Nyonya. Kapan acara itu akan dilangsungkan?"


Olivette harus menunggu sampai Clara kembali. Namun, sampai saat ini dia belum tahu kapan mama mertuanya itu kembali.


"Tunggu sampai mama mertuaku kembali. Nanti, aku akan meminta Ethan mengabarimu."


Sampai di baby shop, keduanya lekas turun. Olivette akan membelikan hadiah-hadiah mewah yang akan diberikan kepada anak mantan suaminya.


Saat Olivette hendak mengambil baju bayi untuk laki-laki, rasanya dia ingin sekali memiliki bayi laki-laki. Namun, takdir memberinya dua bayi perempuan yang beberapa minggu lagi akan lahir.


Bella memberanikan diri menepuk pundak Olivette. Olivette menoleh ke arahnya dengan tatapan yang mengejutkan.


"Maaf, Bella. Aku terlalu larut dengan memandangi baju bayi laki-laki. Maaf," ucapnya.


"Tidak masalah, Nyonya. Mungkin saja Anda sedang mengharapkan sesuatu yang lain. Itu sangat wajar."


Bella memakluminya. Seusai membeli beberapa hadiah, Olivette memutuskan mengajak Bella untuk mampir ke sebuah restoran. Ini pertama kalinya semenjak hamil, Olivette bisa bebas keluar.


"Anda terlihat senang sekali, Nyonya," ungkap Bella saat keduanya berada di dalam restoran.


"Tentu saja, Bella. Anggap saja ini kebebasanku sebelum dua bayiku lahir."


Sama yang dialami Bella kala itu. Saat dirinya hamil, tetapi dia masih menyempatkan diri untuk menikmati kesendirian. Setelah bayinya lahir, Bella benar-benar harus fokus mengurusnya tanpa bisa menikmati kebebasan saat sendirian.


Makan siang itu pun berlangsung sangat singkat. Olivette mengantarkan Bella kembali ke kantor. Setelah itu, dia pulang. Olivette sengaja tidak mampir ke ruangan suaminya karena Clara mengabari jika dia sudah sampai di mansion.


"Bella, di mana istriku?" tanya Ethan saat berpapasan dengan sekretarisnya.

__ADS_1


"Nyonya langsung pulang, Tuan. Katanya ada urusan penting."


Perasaan Ethan sangat cemas. Tumben sekali istrinya tidak mengabari. Atau, mungkin dia ingin menyembunyikan sesuatu darinya. Tiba-tiba Ethan merasa cemburu sekali dengan Olivette. Walaupun dia yakin kalau istrinya itu tidak akan macam-macam, tetap saja ada rasa yang berbeda dari dalam lubuk hatinya.


"Hari ini sudah tidak ada meeting, Bella. Aku ingin pulang lebih cepat." Ethan bergegas kembali ke ruangannya tanpa memedulikan lagi ucapan Bella.


Bella cuma tersenyum. "Rasa cemburu pria terlihat jelas sekali. Beruntung Nyonya Olivette memiliki suami seperti Tuan Ethan. Dia pria yang bertanggung jawab. Bahkan, ditinggal selingkuh mantan istrinya saja dia bisa memaafkan. Sekarang, jauh lebih baik kalau Tuan Ethan bersama Nyonya Olivette ketimbang wanita jahat itu. Ah, semoga saja dia kena getahnya."


Bella sedang mengutuk kelakuan Wileen di masa itu. Sementara bosnya buru-buru menuju ke tempat parkir hanya untuk menyusul istrinya. Cinta memang gila. Seperti itulah yang dirasakan Ethan saat ini. Terlebih Will terus saja mengejar lalu berusaha meminta kepastian tentang kandungan istrinya.


"Hemm, awas saja kau, Will! Jangan sampai kau terus mengakui anak yang sebenarnya bukan anakmu. Ingat, aku yang jadi pengendali istriku sekarang. Bukan pria macam dirimu!"


Cemburu, cinta, dan kegilaan yang menggebu membuat Ethan sampai di mansion dengan sangat cepat. Dia turun kemudian menuju ke kamar istrinya. Dia yakin kalau Olivette berada di sana. Namun, saat melewati ruang keluarga, langkahnya terhenti saat Ethan mendengar dua wanita berbincang di sana.


Suara Clara dan Olivette sangatlah mendominasi. Ethan memutuskan untuk masuk ke ruangan itu sehingga Clara menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Kau sudah pulang?" tanya Clara.


Olivette sontak ikutan menoleh. Ethan berdiri dengan senyuman yang sulit dipahami. Entah, sejak Olivette hamil, terkadang Ethan pulang lebih cepat tanpa mengabari. Sekarang pun demikian.


"Aku pulang karena Olivette tidak pamit padaku, Ma. Kapan Mama pulang?"


"Oh, maafkan mama, Sayang. Mama tadi meminta Olivette segera pulang karena mama sendirian. Lagi pula ada yang perlu dibahas dengan Olivette. Bukankah kalian mau mengadakan gender reveal party? Mama memintanya untuk membuat acara tersebut, tetapi tidak untuk satu hal."


Ethan lekas duduk. Sepertinya pembicaraan mamanya sangat penting sekali.


"Apa itu, Ma? Apa kau tidak suka acara itu dibuat?"


Sangat sulit sekali bisa memahami Clara begitu cepat. Tiba-tiba rencana A, beberapa detik kemudian beralih ke B.


"Mama tidak ingin kita datang ke acara yang sudah dibuat Wileen. Aku memang sudah membelikan hadiah, tetapi Mama memintaku untuk mengirimkannya melalui kurir," jelas Olivette.


Ah, Ethan tersenyum puas. Mamanya bisa mengerti suasana hatinya kali ini. Lebih baik seperti itu ketimbang datang ke sana. Akan semakin rumit dan menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2