Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 47. Amarah Ethan


__ADS_3

Suasana pesta masih belum usai. Wileen berpasangan dengan Yuval. Dia sebenarnya malas sekali harus berurusan dengan Wileen. Ingin melepaskan, tetapi Wileen menahannya.


"Kenapa, Tuan? Apa Anda mau kabur begitu saja? Bukankah Anda tadi mengirimkan pesan untukku?" tanya Wileen sambil terus menari ke sana kemari bersama Yuval.


Sialnya, Wileen tidak menyadari jika pesan itu sudah dilemparkan dari Grace yang sengaja dikirimkan pada Wileen.


"Pesan? Aku tidak mengirimkan pesan apa pun padamu? Kau jangan besar kepala dulu, Wileen. Apa seperti ini kelakuanmu selama ini?"


Ucapan Yuval sungguh menyakiti hati Wileen. Sudah jelas di tangannya ada pesan yang ditulis khusus dari Yuval. Wileen mundur sejenak untuk menunjukkan catatan kecil yang digenggamnya sedari tadi.


"Ini pesan darimu, kan?"


Yuval terkejut. Sebenarnya pesan itu dikhususkan untuk Olivette, tetapi mengapa bisa sampai di tangan Wileen? Bunga mawarnya sampai di meja Olivette, tetapi pesannya malah berada di tangan yang salah.


Yuval paham sekarang. Cuma Grace yang berani pada dirinya. Kalau cara ini gagal, dia harus memikirkan cara yang lain lagi.


Ethan lebih dulu mengakhiri dansanya dan memilih keluar dari kerumunan. Tersisa Vincent bersama istrinya yang masih menikmati irama musiknya dan beberapa tamu undangan lainnya. Sementara Will berpasangan dengan Grace.


Grace terlihat gemas sekali pada mantan suami Olivette. Saat terjadi pertukaran pasangan, Will terlihat mengincar Olivette. Namun, keburu Grace mendapatkan dirinya.


"Kau benar-benar licik!" keluh Will saat masih berpasangan dengan Grace.


"Wow, Tuan Will! Jangan seperti itu! Anda tidak berhak menyentuh wanita yang sudah dimiliki pria lain. Maaf, maksudku Anda harus sadar diri. Bagaimana komentar orang jika tahu Anda berdansa dengan mantan istri?"


"Kurasa perlu diluruskan lagi masalahnya. Suamimu menyentuh mantan istriku. Aku tidak suka!" Will sengaja mempertegas ucapannya. Padahal dia hanya ingin melindungi Olivette dari jebakan Yuval.


"Suamiku tidak memiliki pemikiran lain kepada istri sahabatnya. Justru Ethan akan berterima kasih kepada kami, Tuan Will. Jadi, lebih baik Anda menjaga jarak dengan Olivette. Jika tidak, maka jangan salahkan aku jika semuanya akan kubuat rumit," ancam Grace kemudian dia keluar dari arena menyusul Ethan.


Saat Grace mematahkan semangat Will, Vincent masih menikmati kebersamaannya dengan Olivette. Sesekali Vincent bertanya pada Olivette mengenai hubungannya dengan Ethan.


"Olivette, bagaimana hubunganmu dengan Ethan? Tidak ada masalah, kan?" tanya Vincent.

__ADS_1


Sejujurnya, Ethan sangat beruntung. Memandang Olivette dari dekat saja sudah secantik ini. Pantas saja Yuval langsung mencoba segala siasat untuk mendapatkan Olivette. Beruntung bahwa Vincent sebagai sahabat Ethan bukan pria mata keranjang, atau orang yang mengkhianati sahabatnya. Terlebih jika dibandingkan dengan Grace, Olivette memang tipikal wanita yang lebih menarik. Vincent pun mengakuinya. Hanya saja tidak akan diungkapkan di hadapan Olivette. Bisa-bisa istri sahabatnya itu enggan berteman dengannya.


"Hubungan kami baik, Vincent. Sejauh ini dia berusaha membuatku senyaman mungkin."


"Hemm, baguslah. Semoga lekas berhasil, ya."


"Berhasil? Apanya?" tanya Olivette dengan senyuman mengembang di bibirnya. Sejujurnya semakin ke sini, Vincent sangat aneh dengan pertanyaannya.


"Program kehamilannya, Olive. Ethan sudah menceritakan semuanya padaku. Maksudku, tentang masalah yang sedang kalian hadapi."


Mendengar penuturan Vincent, Olivette jadi tahu kalau sebenarnya kedua orang ini benar-benar dekat. Sepertinya saat Yuval mengumumkan pertukaran pasangan, Vincent lekas bertindak supaya Yuval tidak mendapatkan dirinya. Pantas saja Ethan sangat tenang sekali.


"Doakan saja semoga lancar. Begitu pun sebaliknya. Doa terbaik untukmu dan Grace."


"Tentu, Olive. Terima kasih. Oh ya, lebih baik kita keluar dari sini sekarang. Sebelum Yuval berulah lagi," ajak Vincent.


Olivette pun menurut saja. Sebagai orang baru yang akan sering diajak menghadiri pesta seperti ini, dia harus lebih waspada. Beruntung dia dikelilingi oleh orang-orang baik.


"Bagaimana, Sayang? Apakah Vincent jago menari? Ehm, maksudku berdansa," ucap Ethan saat mereka berkumpul kembali.


"Iya, Grace. Suamimu luar biasa. Terima kasih," balas Olivette untuk pertolongannya malam ini.


"Jangan khawatir. Selama ada kami, kau akan baik-baik saja. Ethan, sepertinya aku harus lebih sering bersama istrimu," usul Grace.


Kalau Grace sudah mengusulkan sesuatu, sebaiknya Ethan menolak. Sebab, orang pertama yang akan berkuasa atas istrinya setelah Clara adalah Grace.


"Tidak, Grace! Kurasa lebih baik kalian cepat pulang. Olivette tidak akan pergi lagi bersamamu. Jangan sampai kau menularkan sikap bar-barmu itu!" canda Ethan.


Ya, Grace terkadang bisa menjadi wanita yang lembut. Namun, kadang bisa menantang maut seperti hari ini. Dia menantang perlakuan Yuval yang sebenarnya ditujukan kepada Olivette.


Pandangan Yuval terus saja tertuju pada Olivette. Sempat kesal pada Wileen, tetapi dia harus bisa menguasai keadaan. Jangan sampai amarahnya mempermalukan dirinya di hadapan para klien dan beberapa rekan bisnis yang lainnya.

__ADS_1


"Halo, bagaimana acara malam ini? Apakah ada sesuatu yang harus diperbaiki, Nyonya dan Tuan-tuan?" Lagi-lagi Yuval mencoba mencari kesempatan untuk memandang incarannya.


"Luar biasa, Tuan. Kami sangat menyukainya," jawab Vincent.


"Bagaimana dengan Anda, Nyonya?" Yuval mencoba bertanya kepada Olivette.


"Sama seperti yang sudah diutarakan Tuan Vincent. Kami sangat menikmatinya. Terima kasih, Tuan," jawab Olivette.


Sepertinya Yuval belum puas. Tiba-tiba dia mengeluarkan beberapa macam alkohol untuk malam ini. Entah, tujuannya untuk apa.


"Sebelum acara ini berakhir, aku ingin mengajak Tuan Vincent dan Tuan Ethan untuk menikmati alkohol yang sudah kubawa jauh-jauh dari luar negeri," ungkap Yuval basa-basi.


Vincent tampak menatap Ethan. Seperti berkomunikasi dengan sahabatnya dengan tatapan mata. Agaknya Yuval akan terus mencoba menahan mereka untuk mendapatkan Olivette.


"Maaf, Tuan. Malam ini suamiku tidak akan minum. Kami harus mampir ke suatu tempat lebih dahulu," tegas Olivette.


Walaupun Olivette bisa mengemudikan mobil, tetapi dia tidak mau mengambil risiko. Kalau ini jebakan Yuval, Olivette dan Grace tidak akan mampu melawannya. Terlebih jika suami mereka sama-sama mabuk. Akhirnya akan sangat merepotkan sekali.


"Oh ayolah, Nyonya. Kami jarang bertemu. Para pria sudah sewajarnya seperti ini." Yuval terus membujuknya.


Sepertinya bukan tentang alkohol tujuannya. Tiba-tiba tanpa sengaja seorang pelayan seolah berlari kemudian menabrak Olivette hingga wanita itu hampir jatuh. Yuval sigap menangkapnya. Sentuhan fisik yang dirasakan Yuval barusan membuatnya semakin yakin kalau Olivette patut diperjuangkan. Yuval tidak sadar jika berani melakukan ini di hadapan orang banyak, risikonya akan berhadapan dengan Ethan dan Vincent.


"Ah, maaf. Aku benar-benar minta maaf atas nama pelayanku itu," ucap Yuval.


Sebenarnya yang terjadi, setelah Olivette hampir terjungkal, buru-buru Ethan refleks menahan istrinya. Sempat bersentuhan sedikit dengan Yuval dan pria itu merasa mendapat keberuntungan.


"Tuan Yuval, lebih baik hentikan cara licik Anda untuk mengejar atau berusaha mendekati istriku! Di luaran sana masih banyak wanita singel atau janda yang bisa Anda kejar. Tolong jangan permalukan diri Anda hanya untuk mengejar wanita bersuami!" jelas Ethan penuh amarah.


Pria mana yang mau istrinya diperlakukan seperti itu? Pada dasarnya Ethan bisa saja langsung bersikap kasar sejak awal, tetapi dia sangat menghormati tuan rumah.


...🍒🍒🍒...

__ADS_1


Sambil menunggu update, kepoin yuk karya teman Emak. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejaknya ❤️



__ADS_2