Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 28. Perasaan Olivette


__ADS_3

Mampir sejenak ke restoran, bertemu dengan manager hotel, kemudian berlanjut menuju ke tempat even organizer. Tidak hanya mengurus konsep pertunangan, tetapi juga memilih undangan pertunangan.


"Ma, kenapa tidak menunggu kedatangan Olivette saja. Biasanya wanita akan lebih rumit dan merasa kurang sempurna untuk memilih undangan seperti ini," tolak Ethan. Dia merasa takut tidak cocok dengan pemilihan undangan pertunangan mereka.


"Tenang saja. Rose gold adalah warna favorit para kaum wanita. Terlebih wanita itu seperti Olivette yang cantik dan berkelas. Dia pasti suka dengan konsep undangan dan warna yang mama pilih."


"Baiklah. Itu terserah Mama!" Ethan tidak mau pusing dengan warna-warna asing yang selalu menjadi andalan para wanita.


Ethan pikir setelah urusan undangan selesai akan berhenti begitu saja. Rupanya masih ada tempat yang harus dan wajib mereka kunjungi, Jewelry Fashion. Namun, Clara tidak mau pergi ke tokonya, melainkan datang ke rumah pengrajinnya secara langsung.


"Ma, aku lelah," ungkap Ethan saat berada di dalam mobil.


"Ethan, tinggal beberapa lagi. Mama ingin pertunanganmu berjalan dengan sempurna tanpa kendala. Hanya saja untuk pemilihan cincin pertunangan, Mama butuh keberadaan Olivette di sini. Mama tidak tahu ukuran jari manisnya. Kau bisa mengirimkan pesan padanya? Maksud mama, minta dia datang atau ukur diameter jarinya!"


Daripada meminta Olivette datang, lebih baik menggunakan opsi terakhir, yaitu mengukur jari manisnya.


"Akan kukirimkan pesan padanya setelah sampai di sana."


"Hemm, baiklah."


Sampai di tempat pengrajin perhiasan, Clara masuk. Ethan menunggunya di luar sambil membuka ponselnya. Ada pesan dari Bella bahwa dia harus segera kembali karena ada meeting mendadak. Pesan berikutnya dari Olivette.


Mata Ethan membulat sempurna saat Olivette mengatakan bahwa nanti malam akan sampai di hotel. Hanya semacam pemberitahuan, bukan perintah untuk menjemput atau apa pun.


"Ah, kalau sudah seperti ini tidak perlu lagi memintanya mengukur jari. Aku harus menemui mama," lirih Ethan.


Ethan mengetuk pintu. Salah satu pelayan Tuan Hamlet memintanya untuk masuk. Di sana, Clara sedang memilih beberapa perhiasan yang begitu indah.


"Ethan, kau datang juga. Bantu mama pilihkan satu atau dua set perhiasan untuk Olivette. Lalu, bagaimana dengan rencana cincin pertunangan kalian? Tuan Hamlet harus kerja keras untuk itu."


"Silakan duduk, Tuan Ethan. Senang rasanya menjadi orang yang dipercaya Nyonya Clara untuk menjadi bagian paling penting di hari bahagia Anda," ucap Hamlet.


"Terima kasih, Tuan Hamlet. Anda selalu memberikan pelayanan yang luar biasa. Terlebih perhiasan yang Anda siapkan selalu sesuai dengan permintaan Mamaku."


Clara sudah menjadi pelanggan setia Tuan Hamlet sedari muda dulu. Pria berkepala plontos itu diam-diam memiliki keahlian dalam mendesain perhiasan. Dulu, saat Ethan menikahi Wileen, Clara juga memesan perhiasan dari Tuan Hamlet.

__ADS_1


"Anda benar, Tuan. Tidak terasa sudah 8 tahun lebih dan kalian baru kembali lagi ke sini."


Hamlet tidak lagi menanyakan pertunangan Ethan untuk yang kedua kalinya. Clara sudah menjelaskan semua duduk perkaranya. Pembicaraan Hamlet kali ini hanya terpusat pada beberapa desain perhiasan saja.


"Ethan, bagaimana?" tanya Clara memastikan perihal cincin pertunangannya.


"Ehm, Olivette akan tiba di sini nanti malam. Besok, aku akan mengajaknya menemui Tuan Hamlet. Ehm, bisakah Anda mengirimkan beberapa contoh desain cincin pertunangannya? Maaf, aku terpaksa memintanya."


Hamlet tidak masalah. Terlebih keluarga Clara selalu menjadi kliennya selama ini.


"Tentu, Tuan. Biasanya calonnya pasti agak canggung untuk diajak langsung memilih perhiasan. Ya, harapan mereka seperti mendapatkan kejutan," jelas Hamlet.


Saat Ethan disibukkan dengan memilih perhiasan. Lain halnya dengan Olivette yang saat ini sedang berkemas. Dia dan orang tuanya akan pergi menggunakan jet pribadi yang sudah disewa Zion.


"Sayang, mama pasti senang bisa bertemu dengan mamanya Ethan. Nanti, kita pergi ke butik untuk memilih gaun pertunanganmu, ya!" Antusias Sophia terlihat sangat jelas saat mereka berada di ruang tamu.


Hanya menunggu Maid mengeluarkan koper dari kamar. Zion sedang berada di ruang kerjanya sedang membuat beberapa jadwal penting untuk dikerjakan beberapa asistennya di perusahaan. Selain itu, bisnis yang dijalankan oleh Olivette pun diserahkan lagi kepada Zion.


"Ya, Ma. Nyonya Clara memang sangat baik sekali. Mama akan sangat suka pergi bersamanya."


"Apakah sudah siap semuanya?" tanya Zion yang tiba-tiba muncul bersama beberapa Maid yang mengantar koper untuk dibawa pergi.


"Sudah, Pa. Olivette sudah tidak sabar menunggumu," jelas Sophia.


"Sudah kau kirimkan pesan pada Ethan untuk menjemput kita di bandara?"


Olivette tidak memintanya untuk datang ke bandara. Dia hanya memberitahukan bahwa malam ini keluarganya akan tiba di sana.


"Belum, Papa. Kurasa kita bisa menggunakan taksi saja. Hanya ke hotel, bukan?" balas Olivette.


"Minta dia untuk jemput! Biasakan bertanggung jawab pada keluarga kita," tegas Zion.


"Zion, biarkan saja kita naik taksi. Bukan masalah untukku juga, kan?" sahut Sophia.


"Ethan harus selalu bertanggung jawab pada keluarga kita dan Olivette, Ma. Papa tidak mau dia hanya menunggu di mansionnya saja. Kita adalah tamu penting untuknya," jelas Zion.

__ADS_1


"Papa jangan khawatir. Aku sudah mengirimkan pesan padanya. Dia akan tiba lebih dulu ketimbang pesawat kita landing," sahut Olivette.


Ethan dan mamanya baru saja keluar dari kediaman Tuan Hamlet. Bersamaan dengan ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk.


"Dari siapa?" tanya Clara.


Sepertinya Ethan sekarang terus saja terpusat pada ponselnya ketimbang berbicara dengan Clara.


"Olive, Ma. Keluarganya minta dijemput nanti malam. Tidak hanya itu, aku harus mengantar mereka ke penginapan."


"Hemm, baguslah. Setelah ini kau mau ke mana? Jika tidak ada kesibukan lain, antarkan mama pulang!"


"Aku harus kembali ke kantor, Ma. Bella memintaku lekas datang."


"Oh, kalau begitu mama akan meminta sopir mansion menjemputku di sini saja."


Ethan tidak tega membiarkan mamanya menunggu. Solusi satu-satunya, yaitu Ethan harus mengantarkan mamanya lebih dulu kemudian pergi ke kantor.


"Jangan, Ma! Aku antarkan Mama pulang. Masih ada beberapa jam lagi untuk sampai ke kantor. Mama jangan khawatir, ya!" tegas Ethan.


Semakin mendekati pertunangan, kesibukan Ethan banyak sekali. Tidak hanya mengurus undangan, even organizer, dan beberapa keperluan lainnya. Dia juga harus pergi ke butik untuk mencari jas dan beberapa perlengkapan lainnya.


"Ethan, apa kau juga akan mengundang Wileen?"


Pertanyaan Clara tersebut tidak bisa langsung dijawab Ethan. Dia harus memikirkan ulang perasaan Olivette. Jika calon tunangannya itu mengizinkan, maka dia pasti akan mengundang Wileen.


"Akan kubicarakan dengan Olivette, Ma."


Jawaban yang paling akhir sebagai penutup pembicaraan hari ini. Ethan tidak akan mau menyakiti hati Olivette saat dirinya berjanji untuk membahagiakan.


...🌾🌾🌾...


Sambil menunggu update, yuk mampir rekomendasi keren dari Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️


__ADS_1


__ADS_2