
Yuval tidak tahan. Dia segera meninggalkan tamunya kemudian menemui Ethan dan wanita yang ada di sampingnya.
"Selamat datang, Tuan Ethan! Lama tidak berjumpa dan kau sudah berganti pasangan saja," sapa Yuval dengan suara yang terdengar sangat formal.
"Dan, Anda masih betah menduda, bukan?" tanya Ethan.
"Anda benar, Tuan. Oh ya, boleh aku menyapa atau mengenal wanita di sebelahmu itu, Tuan?" Yuval sedikit basa-basi.
Pikiran Olivette langsung ke mana-mana. Dia beruntung memiliki suami seperti Ethan. Pria yang baik dan tidak mata keranjang. Memandang Yuval saja rasanya sudah ingin muntah.
"Biar aku yang akan memperkenalkannya, Tuan. Dia istriku. Sayang, sapa Tuan Yuval!" perintah Ethan.
"Halo, Tuan. Aku Olivette. Salam kenal," sapa Olivette.
Saat Yuval berniat menyalami Olivette, dia hanya membalas Yuval dengan mengatupkan kedua tangannya. Rasanya Yuval tidak percaya kalau dia mendapatkan penolakan seperti ini. Akhirnya Yuval pun menarik kembali tangannya.
"Ah, ya, Nyonya. Salam kenal dan selamat datang. Semoga kau suka dengan jamuan makan malam ini."
"Terima kasih. Oh ya, Sayang. Bolehkah aku pergi menemui Grace?"
Olivette malas sekali meladeni Yuval. Mata pria itu benar-benar memindainya dari ujung rambut hingga gaunnya yang paling panjang, seakan sedang menilai dirinya.
Wajar saja Yuval melakukan hal demikian. Pasalnya, gaun yang dipakai Olivette sangat cocok sekali dengan penampilannya malam ini. Padu padan yang luar biasa. Gaun berwarna soft, dengan rambut digerai. Terlihat sangat cantik dan anggun.
"Di sini saja, Sayang. Biar aku yang memanggil Grace," jawab Ethan.
Yuval merasa tidak senang dengan jawaban Ethan. Seandainya Olivette benar-benar terlepas dari Ethan, dia mau menggodanya. Ternyata setelah Wileen, ada yang lebih menarik lagi. Cantik dan berkelas. Hanya saja Ethan selalu menjaganya.
Ethan melihat gelagat itu. Maka, ini kesempatan yang bagus untuk memanggil istri sahabatnya dengan cara yang cukup elegan, yaitu Ethan menuliskan pesan pada pelayan untuk diberikan pada Grace.
"Ethan, biarkan saja istrimu ke sana. Lagi pula tidak akan jauh darimu, bukan?" Yuval mulai berbicara layaknya seorang teman dekat.
__ADS_1
"Maaf, Yuval. Ini pertama kalinya dia datang ke sini, bukan? Aku hanya takut dia tersesat," jawab Ethan.
Ini benar-benar sial dan menyebalkan. Kenapa Yuval baru menyadari ada orang secantik Olivette? Selama ini dia tidak tahu kalau ada wanita secantik itu. Ke mana saja Yuval selama ini? Bahkan, statusnya yang sudah menduda lebih dulu masih kalah saing dengan Ethan yang dengar-dengar baru menduda.
"Hai, Sayang! Kau datang juga," sapa Grace memecah suasana yang sedang tidak kondusif.
Grace tahu jika Yuval adalah tipikal pria mata keranjang. Dia pernah menjadi korban rayuan maut Yuval. Hanya saja Grace tidak tertarik dengan model pria sepertinya. Ya, Grace dan Olivette tipikal wanita yang tidak mudah dirayu.
"Hai, Grace. Ah, senang bisa bertemu di sini," balas Olivette.
Sejujurnya, Yuval sempat kesulitan menelan salivanya. Grace dan Olivette tipikal wanita yang menarik, tetapi sulit sekali ditaklukkan. Rasanya seperti berjuang sendirian. Daripada menahan kesal, Yuval akhirnya memulai acaranya.
Perhatian semua orang tertuju padanya. Yuval langsung mengumumkan bahwa dirinya juga sedang mencari pasangan. Hanya saja, basa-basinya terlalu mencolok.
"Selamat malam! Aku senang malam ini semua tamuku hadir tanpa terkecuali. Spesial ucapan selamat kepada Tuan Ethan yang diam-diam sudah mendahului aku untuk menikah. Selamat, Tuan dan Nyonya Ethan," ucap Yuval.
Ethan hanya mengangguk saja. Semua orang akhirnya dipersilakan untuk duduk di kursi masing-masing dan memulai jamuan makan malam. Rupanya usaha Yuval untuk mendekati Olivette tidak berhenti sampai di situ saja. Yuval mengirimkan mawar merah yang dititipkan pelayan padanya.
"Nyonya, ada titipan mawar merah dari seseorang," bisik pelayan wanita.
"Sial! Harusnya itu untuk aku," ungkap Wileen lirih.
Suasana musik klasik sengaja diputar. Beberapa ada yang menikmati makan malamnya. Beberapa lagi malah lebih memilih untuk berdansa dengan pasangan masing-masing.
"Olive, Yuval memang aneh! Buang saja mawar itu!" perintah Grace.
Grace sangat kesal sekali. Dari dulu Yuval tidak pernah berubah.
"Tapi, Grace—"
"Sini kertasnya!" pinta Grace lirih.
__ADS_1
Grace tahu apa yang harus dilakukan. Jika itu dilakukan oleh Olivette, Yuval akan semakin marah. Jika Grace yang melakukannya, pria itu tidak bisa berkutik.
"Ada apa, Sayang?" tanya Vincent.
"Tidak bisakah kau memilih rekan bisnis yang benar, Sayang?" bisik Grace.
"Yuval sudah benar. Hanya saja kelakuannya yang perlu diperbaiki," balas Vincent sambil tersenyum menggoda istrinya.
Vincent tahu kalau kali ini target yang dipilih Yuval adalah Olivette. Hanya saja, istrinya sengaja melempar pesan itu kepada Wileen. Rasanya tidak adil bagi Ethan jika pria itu harus memikirkan istrinya.
Saat Grace sedang mencoba memberikan pesan itu untuk Wileen, Ethan dan Olivette yang baru saja menyelesaikan makan malam kemudian beranjak dari tempat duduknya. Mereka berniat untuk mengikuti alunan musik yang sedang mengalun merdu.
Tatapan mata Will, Wileen, dan Yuval merasa cemburu kepada keduanya. Terlihat Ethan memperlakukan Olivette sangat romantis. Tangan Ethan memegangi pinggang istrinya dengan sangat lembut. Kemudian bergerak ke sana kemari dengan lincahnya. Terlebih Will juga tahu jika Olivette adalah seorang wanita yang pandai sekali menari.
Pandangan mata Yuval benar-benar tidak bisa lepas dari wanita yang sangat memukau di pestanya malam ini. Ternyata orang yang ditargetkan selalu saja menjadi milik Ethan. Apa istimewanya pria itu di mata wanita?
Yuval pun memikirkan cara licik dengan mencoba menukar pasangan dansa. Dia akan masuk ke dalamnya. Namun, Yuval tidak sadar jika ada orang lain mencoba melindungi Olivette. Mereka pun maju secara bersamaan.
"Malam yang menarik. Aku ingin kalian bertukar pasangan dansa. Seberapa lincah kalian saat bertukar pasangan?" Ucapan Yuval itu melalui pengeras suara sehingga beberapa orang yang tadinya tidak terlibat mendadak masuk ke dalamnya.
"Sayang, kurasa Yuval sengaja membuat kita terpisah. Ayo, kita keluar saja!" bisik Olivette ke telinga suaminya.
Ethan cuma membalasnya dengan senyuman. Dia tidak akan khawatir dalam hal ini. Akan ada orang-orang yang senantiasa melindungi istrinya dengan sangat baik.
Benar saja, saat pasangan dansa bertukar. Olivette hampir saja mendapatkan Yuval, tetapi Vincent lebih dulu mendapatkan istri sahabatnya itu.
"Jangan khawatir, Olive. Kami tidak akan pernah membiarkanmu jatuh ke tangan Yuval," ucap Vincent sembari menari bersama Olivette.
Yuval kesal. Dia justru mendapatkan Wileen. Sedangkan Will yang siap menerima mantan istrinya juga harus gigit jari karena Vincent lebih dulu mendapatkannya.
...🌾🌾🌾...
__ADS_1
Halo guys, sambil menunggu update. Emak rekomendasikan karya keren Author Yanktie Ino. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejaknya ❤️