
Saat Grace memamerkan hasil test pack-nya di sosial media, Wileen langsung tahu jika teman dekat mantan suaminya kini tengah mengandung. Hal ini akan menjadi perbincangan hangat dengan suaminya sekarang, Will.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?"
"Senyuman ini adalah cibiran untuk mantan istrimu, Will," ucap Wileen yakin.
"Kenapa lagi? Kau masih cemburu pada Olivette?"
"Ya. Kurasa dia akan menangis sepanjang hari saat tahu Grace sudah hamil sekarang."
Sebenarnya apa keseharian Wileen saat di mansion? Seolah dia tahu segalanya tentang Olivette. Sejujurnya ada rasa nyeri di dadanya saat mendengar kabar ini. Mungkin saja mantan istrinya itu merasa menjadi wanita yang tidak sempurna.
"Will, kenapa kau melamun? Aku berniat mengundang Olivette untuk hadir dalam gender reveal party. Ya, kau tahulah hanya tinggal beberapa bulan lagi aku akan memeluk bayiku. Kau juga belum tahu kan gender bayi kita?"
Ya, menurut dokter saat memeriksa kandungannya, jenis kelamin bayinya adalah laki-laki. Wileen sangat bahagia sekali karena inilah yang diinginkan. Sayangnya Will belum tahu sama sekali. Bahkan, dia terkesan tidak peduli.
"Kurasa kau tidak perlu membuat keributan dengan Olivette. Pikirkan saja kehamilanmu. Kalau kau ingin membuat perayaan itu, lebih baik kirimkan saja makanan ke panti asuhan. Itu sudah lebih dari cukup!" tolak Will. Dia tidak mau menambah kesedihan mantan istrinya.
"Will, ini spesial momen untuk kita. Mana mungkin aku mau melewatkan begitu saja? Kau setuju atau tidak, aku akan tetap mengadakannya. Dan, kau harus hadir di sana."
Wileen tidak mau. Dia bersikeras akan membuat acara di mansionnya. Bahkan, saat ini dia meminta para maid untuk menyusun daftar belanjaan yang akan digunakan untuk acara esok lusa.
"Aku minta tolong buatkan list belanjaan yang akan digunakan untuk gender reveal party. Jangan lupa dekorasi mansion sebagus mungkin. Aku mau acara ini berlangsung lusa. Mengenai undangan dan souvernir, biar aku yang urus. Ingat, buat semewah mungkin karena aku akan mengumumkan gender bayiku."
"Baik, Nyonya," jawab maid.
Inilah perbedaan antara Wileen dan Olivette. Wileen adalah wanita pemberontak, sedangkan mantan istrinya itu selalu menurut. Bahkan, karena kebaikannya itu Will harus menjerumuskan dirinya sendiri pada perselingkuhan yang harus berakhir dengan perceraian.
"Wileen, jangan sampai kau membuat keributan di mansionku ini!" tegas Will kemudian meninggalkan istrinya.
Kebahagiaan yang berbeda sedang dirasakan Ethan dan Olivette. Mereka pulang dari rumah sakit membawa hasil USG dari dokter. Sepanjang jalan, Ethan terus saja menyanyikan lagu-lagu kebahagiaan.
"Ethan, kau terlihat bahagia," ucap Olivette. Dia menyenggol lengan suaminya sejenak.
"Tentu saja aku bahagia. Bibit premiumku ternyata cocok di ladangmu!" serunya.
__ADS_1
"Aneh, ya! Aku bahkan sudah menikah dengan Will selama 6 tahun. Selama itu pula aku tidak lekas hamil. Sedangan Will berselingkuh di belakangku. Sekarang Wileen hamil dalam waktu dekat. Serumit itukah takdir mempermainkan aku?"
Ethan cuma bisa tersenyum. Entah, dia yang beruntung atau memang perjalanan takdirnya harus seperti ini. Bahkan, hanya beberapa kali pertemuan saja, Olivette bisa hamil. Lalu, apa yang salah dengan Wileen? Atau, jangan-jangan wanita itu sengaja membatasi dirinya dengan alat kontrasepsi? Ah, biarlah itu menjadi alasannya sendiri. Bagi Ethan saat adalah kebahagiaan istrinya.
"Lupakan mantan suamimu atau masalah kita di masa lalu. Sekarang, yang paling penting adalah bibit premiumku bertemu dengan gen kembar yang tepat. Kurasa kebahagiaan akan menjadi milik kita setelah ini. Kau siap memberitahukan ini pada mama, atau aku saja?"
Ethan selalu bisa mencairkan suasana hingga keduanya sampai di mansion. Langkah kakinya terhenti saat Clara berada di ruang tamu.
"Aku menunggu kalian," ucap Clara.
"Kenapa Mama menunggu kami?" tanya Ethan.
"Jangan terlalu percaya diri, Ethan. Aku menunggu kalian karena ingin tahu apa yang sedang diderita Olivette. Jangan sampai penyakit yang dideritanya itu terlambat untuk kita obati. Tanggung jawab mama sangat besar kepadanya."
Ethan pikir mamanya akan marah. Nyatanya mamanya itu ingin menyembuhkan penyakit yang diderita menantunya. Sebentar lagi Clara pasti akan marah kepada Ethan karena kebohongannya.
"Sayang, serahkan hasil laboratoriumnya!" perintah Ethan.
Clara menerimanya dengan tangan gemetar. Ketakutannya pada kehidupan rumah tangga putranya bergantung pada kondisi Olivette. Hanya dia yang pantas untuk menjadi pesaing Wileen. Lalu, jika Olivette sakit, mantan menantunya itu pasti akan mengejeknya.
Senyuman mengembang di bibir Clara. "Kalian membohongi mama?"
"Tidak, Mama. Aku hanya ingin memberikan kejutan setelah USG itu valid. Hanya itu," jelas Ethan.
"Terima kasih, Sayang. Kemarilah!"
Clara memeluk menantunya dengan kebahagiaan yang luar biasa. Tidak hanya itu, Clara akan menjadi mertua yang baik dan selalu ada di sisi Olivette.
"Aku akan menjadi mama mertua yang paling bahagia di muka bumi ini. Terima kasih, Sayang. Kau sudah mewujudkan keinginan kami. Kau sangat luar biasa. Jaga dirimu baik-baik! Jangan sampai kau ceroboh atau apa pun itu. Mama akan mendampingimu."
Ethan sangat bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah mamanya. Tidak hanya itu, kebahagiaannya juga bertambah. Kali ini dia akan memberikan hadiah yang luar biasa kepada sekretaris dan beberapa karyawannya.
"Apakah Mama akan memeluk istriku sepanjang hari?"
Barulah Clara melepaskannya. "Berikan beberapa hadiah kepada para maid dan seluruh karyawanmu. Kau tidak lupa kan dengan janjimu di masa lalu?"
__ADS_1
Ethan memang pernah berjanji saat Wileen bisa hamil, maka Ethan akan memberikan beberapa hadiah mewah kepada para karyawannya. Rasanya ini waktu yang tepat untuk memberikannya.
"Tidak, Mama. Aku selalu ingat. Oh ya, biasanya orang hamil akan identik dengan menginginkan sesuatu yang aneh-aneh. Kuharap calon bayiku ini tidak membuat papanya pusing tujuh keliling."
"Wah, benarkah, Ma? Apakah setiap wanita hamil selalu bertingkah aneh?" tanya Olivette pada Clara.
"Terkadang seperti itu, Olive. Mama jadi teringat saat mengandung Ethan kala itu. Permintaan mama sangatlah unik. Sampai-sampai suami mama sangat kesal karena sulit untuk mewujudkannya."
Ethan merasa sebentar lagi dia akan dipusingkan dengan tingkah istrinya.
"Memangnya Mama meminta apa saat itu?"
"Cukup, Ma! Jangan diteruskan. Aku tahu permintaan Mama kala itu cukup memusingkan papa. Jangan sampai hal itu terjadi pada Ethan."
Ethan tidak mau istrinya terpengaruh dengan permintaan konyol para ibu hamil. Masalahnya, gara-gara permintaan mamanya kala itu, papanya harus pergi ke luar negeri selama beberapa minggu sampai menemukan apa yang diminta istrinya. Ethan tidak akan sanggup jauh-jauh dari Olivette.
"Hei, Ethan. Jangan mau enaknya saja, Nak! Olivette juga berhak meminta sesuatu yang ekstrim kalau perlu. Dulu mama meminta purple wonder strawberry."
Bayangan Olivette tentang buah stroberi berwarna ungu dan kesegarannya terlihat di depan mata. Namun, keinginannya bukan itu. Dia menginginkan hal yang berbeda dari permintaan mamanya.
"Wow, ini sangat keren, Mama. Saat aku membayangkan buah stroberi berwarna ungu yang segar, aku jadi menginginkan sesuatu."
Perasaan Ethan semakin tidak menentu. Mungkin saja permintaan istrinya ini akan jauh lebih ekstrim.
"Apa yang kau inginkan, Sayang? Apakah buah stroberi warna merah? Aku siap memberikannya ke supermarket. Katakan!"
Senyum Olivette mencerminkan sesuatu yang lebih dari sekadar buah. Semoga saja permintaannya mudah untuk diwujudkan. Jangan sampai membuat Ethan terjebak drama memusingkan ini.
"Aku menginginkan black diamond apple!"
...🍒🍒🍒...
Sambil menunggu update, silakan mampir ke karya keren teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️
__ADS_1