Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 71. Clara Malu


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba. Mansion sudah didekorasi sedemikian indahnya. Seperti yang mereka lakukan bahwa hari ini Wileen akan datang. Mereka mengira jika Wileen pasti akan datang dengan suaminya. Dugaannya salah besar.


Justru Wileen datang dengan Yuval. Masih ingat Yuval, kan? Duda rumit banyak tingkah itu. Nah, kenapa dia bisa datang dengan Wileen? Lalu, di mana Will dan putranya, Zack?


"Selamat datang di mansion kami," sapa Ethan sedikit terkejut.


"Terima kasih," jawab Yuval.


Wileen menggandeng mesra tangan pria itu. Sudah cukup membuktikan bahwa hubungan antara Wileen dan Will sedang tidak baik-baik saja. Kalaupun bercerai, tidak akan secepat itu. Mungkin ada hal lain yang dirahasiakan oleh Wileen maupun Yuval.


Olivette baru saja keluar dari kamarnya. Penampilannya juga terlihat semakin cantik dan bersinar. Walaupun dia menyusui, tetapi Olivette pandai sekali merawat diri. Kecantikannya tetap paripurna seperti biasa. Sementara dua bayi kembarnya sudah bersama baby sitter masing-masing. Mereka juga sudah terlihat cantik dengan bajunya yang cantik bak putri raja.


"Sayang, apa aku melewatkan tamu undangan kita?" tanya Olivette saat melihat Wileen bersama Yuval.


"Tidak, Olivette. Kami memang sudah menjalin hubungan. Kurasa kau juga paham dengan sikap mantan suamimu selama ini," jelas Wileen tanpa malu lagi.


Clara merasa enggan bertemu dengan Wileen saat tahu mantan menantunya bersama pria lain. Seolah hidupnya tidak pernah puas hanya dengan satu pria.


"Mama, mau ke mana?" panggil Olivette saat melihat Clara seperti menghindari Wileen.


"Mama ada urusan sebentar," pamitnya. Sengaja untuk menghindari Wileen karena tidak nyaman saja berbicara saat ada pria lain di sebelahnya.


"Jangan lama-lama, Mama. Sebentar lagi acara dimulai," pesan Olivette.


Clara baru saja masuk, Zion dan Sophia datang. Zion terlihat lebih segar dari sebelumnya. Beberapa hari yang lalu dia sempat sakit, tetapi demi kedua cucunya, Zion berangsur-angsur pulih setelah menjalani beberapa kali pengobatan.


"Syukurlah Papa sudah kembali sehat," ucap Olivette menyambut kehadiran orang terpenting di dalam hidupnya.

__ADS_1


Sementara Bella, sekretaris suaminya sedang sibuk mengecek beberapa persiapan. Mungkin saja ada yang terlewat atau apa.


"Tentu. Demi Meriel dan Maribel, papa akan mengusahakan bisa datang ke sini. Ini acara yang sangat penting, bukan?" Zion memang sudah menunggu acara ini. Kehadirannya sangat penting.


Shopia ingin menghampiri kedua cucunya yang sudah terlihat cantik. Usianya yang bisa dikatakan tua ini baru memiliki cucu.


"Wah, kedua cucuku sudah terlihat cantik sekali. Oh ya, di mana Clara?" tanya Shopia pada baby sitter.


"Sepertinya Nyonya Clara kembali ke kamarnya, Nyonya."


Sophia ingin menjemput besannya. Buru-buru meninggalkan cucu dan baby sitter untuk sekadar menjemput Clara. Namun, langkahnya terhenti saat mendengarkan Clara berbincang dengan seseorang.


Shopia terkejut. Rasanya menyedihkan sekali ketika mendengarkan besannya mengatakan pada orang lain bahwa dia tetap menginginkan cucu laki-laki dari Olivette. Shopia tidak tahan sehingga dia memaksakan mengetuk pintu.


Clara menoleh. Tatapan matanya beradu dengan Sophia. Buru-buru Clara mematikan ponselnya.


"Sejak kau membicarakan menantumu. Kurasa kau harusnya bersyukur setelah sekian tahun mansion ini belum dikaruniai cucu. Lalu, sekarang kau seperti orang yang sama sekali tidak tahu berterima kasih. Jika kau tidak menginginkan cucu perempuan, aku bisa membawa mereka ke tempatku," ancam Sophia.


"Lupakan. Itu hanya salah paham saja. Setelah ini Olivette pasti akan mengandung dan melahirkan lagi. Masih ada kesempatan untuk memiliki cucu laki-laki." Clara berniat menghindari Sophia dengan cara keluar dari kamarnya.


"Kau mau ke mana?" tanya Sophia. Belum usai kesalahpahamannya.


"Aku harus keluar. Sepertinya acara akan segera dimulai," ucap Clara dengan lembut.


"Kau akan menyesalinya, Clara. Ingat itu!" geram Shopia sebelum keduanya benar-benar memisahkan diri.


Di luar, baik Olivette dan Ethan sedang menunggu berkumpulnya para orang tua. Saat mereka tahu bahwa semuanya sudah berkumpul, Ethan barulah meminta Bella memulai acaranya.

__ADS_1


Ucapan terima kasih pada tamu undangan, kerabat, dan keluarga inti sudah disampaikan Bella. Setelah itu pengenalan kedua nama bayi pada semua orang dilakukan oleh Olivette sebagai mamanya.


"Terima kasih kuucapkan pada para tamu yang sudah hadir pada acara yang sangat spesial ini. Aku akan memperkenalkan kedua nama putriku pada kalian semua. Langsung saja dimulai dari kakaknya, Meriel Hilary Soenser. Sedangkan adiknya adalah Maribel Hilary Soenser."


Tepukan tangan menyambut nama yang disematkan pada kedua bayi mungil itu menggema ke seluruh mansion. Tidak hanya namanya yang cantik, tetapi juga wajahnya yang imut dan menarik. Rasanya perpaduan nama Meriel dan Maribel akan membawa dampak baik ke seluruh penghuni mansion.


Sebenarnya acara dinyatakan usai, tetapi Zion mau menambah satu pengumuman penting untuk seluruh anggota keluarga mansion. Terlebih untuk putri dan menantunya.


"Sebelum acara ini ditutup, aku akan memberikan pengumuman penting kepada semua orang. Terlebih untuk menantuku, Ethan. Bersamaan dengan kelahiran dua bayi kembar di keluarga ini, aku pun akan memberikan pengumuman penting. Mungkin Ethan bisa menyiapkan untuk salah satu putrinya menjadi penerus perusahaan Soenser, tetapi salah satunya akan menjadi penerus perusahaan Phoenix. Intinya, aku memberikan perusahaan Phoenix untuk diurus salah satu putrinya Ethan. Entah Meriel ataupun Maribel."


Kebahagiaan yang mana lagi saat Zion sudah memberikan itu secara resmi. Tidak hanya mengumumkan, tetapi juga memberikan berkas-berkas resmi untuk ditandatangani oleh Zion dan Ethan.


Clara tidak menyangka kalau Zion telah memberikan satu hadiah besar untuk cucunya. Ini adalah hadiah yang sangat luar biasa. Dia bahkan tidak menyangka bahwa keluarga besar Phoenix sangat menjunjung tinggi seorang perempuan. Menjadikan Meriel atau Maribel sebagai CEO perusahaan besar tidaklah mudah.


Barulah setelah itu acara ditutup. Ethan memberikan ucapan terima kasih kepada papa mertuanya. Dia tidak menyangka jika anaknya akan mendapatkan hadiah sebesar ini.


"Terima kasih, Papa. Ini adalah hadiah yang luar biasa. Aku tidak tahu harus mengucapkan dengan cara apa sehingga kau mendapatkan sesuatu yang setimpal," ungkap Ethan penuh haru.


"Cukup kau jaga istri dan anak-anakmu. Itu sudah lebih dari cukup. Jangan pernah sekali pun kau membuat skandal atau perselingkuhan seperti yang dilakukan mantan menantuku di masa lalu," tegas Zion.


Clara yang merasa malu akhirnya mencoba mendekati Sophia. Besannya itu terlihat agak menjaga jarak, tetapi Clara berusaha meminta maaf.


"Shopia, aku minta maaf," lirih Clara.


"Untuk apa kau meminta maaf padaku? Apa kau sudah malu dengan menganggap bahwa bayi perempuan adalah musibah bagimu? Kau salah besar, Clara. Kami sebagai keluarga Phoenix selalu menjunjung tinggi anak-anak perempuan kami. Kami percaya bahwa mereka mampu menjalankan bisnis lebih baik daripada para pria. Itulah mengapa suamiku yakin untuk memberikan perusahaan kepada Meriel atau Maribel. Terserah Ethan mau memberikannya kepada siapa," jelas Shopia.


Clara terdiam. Dia tidak menyangka jika keluarga besannya sangat menjunjung tinggi kaum perempuan. Mereka bahkan menempatkan wanita di atas segalanya. Kepercayaannya begitu tinggi hingga mereka pun tidak membutuhkan cucu laki-laki. Clara sangat malu sekali.

__ADS_1



__ADS_2