
Ethan sudah menjelaskan detail masalahnya. Olivette pun tersenyum. Suaminya itu lupa kalau Olivette bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta atau tergoda dengan pria lain.
"Kita akan pergi, Ethan. Kau jangan khawatirkan aku. Bukankah kau sudah menanamkan modal besar pada hidupku? Lalu, apalagi yang harus dikhawatirkan?"
Ya, sejak malam pertamanya, Olivette menjadi wanita yang selalu berpikir positif bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu. Ethan selalu mengingatkannya untuk tidak setres dan tetap menjalani hidupnya dengan santai.
Setelah sarapan pagi berdua di dalam ruang kerja suaminya, Olivette meminta izin untuk pergi ke butik. Dia harus membeli gaun untuk nanti malam. Namun, dia tidak sendirian. Olivette izin mengajak Bella untuk menemaninya. Hanya sebentar dan Ethan pun mengizinkannya.
"Terima kasih, Nyonya. Anda selalu bisa membuatku kabur dari beberapa pekerjaan hari ini," ucap Bella.
"Iya, sama-sama, Bella. Hanya saja aku tidak bisa sering membawamu pergi seperti ini. Bisa-bisa bukan kau yang dipecat dari kantor, tetapi aku," canda Olivette.
Sebenarnya pergi sendiri pun tidak masalah. Namun, Olivette merasa kalau pergi berdua akan jauh lebih cepat. Berada di dalam, Olivette memikirkan beberapa hal tentang gaun yang akan dikenakan nanti malam. Walaupun dia pecinta warna putih, hitam, dan warna gelap lainnya. Tidak ada salahnya mencoba warna yang berbeda.
Pilihannya jatuh pada gaun berwarna soft pink dengan atasan yang tidak terlalu terbuka. Hanya belahan bagian bawah yang agak tinggi. Bukan masalah baginya karena terbiasa menggunakan gaun-gaun mewah dan high heels sebagai pasangannya.
"Sangat cantik, Nyonya. Apakah tidak ada warna lain? Ehm, maksudku memang cocok dengan Anda, tetapi soal warna terlalu girly."
"Aku mau mencoba sesuatu yang berbeda, Bella. Lagi pula gaunku berwarna seperti ini jarang sekali. Hanya beberapa saja," pungkasnya saat meyakinkan pilihannya jatuh pada gaun itu.
Olivette tidak hanya membeli gaun untuk dirinya sendiri. Saat dia membawa Bella, seperti biasa dia harus membelikan satu gaun untuk sekretaris suaminya. Bukan sebagai atasan kepada bawahan, tetapi sebagai ucapan terima kasih karena sudah menemaninya berbelanja.
"Bella, pilihlah satu gaun yang kau suka! Aku akan membelikannya untukmu," ucap Olivette.
"Ah, tidak perlu, Nyonya. Gaunku sudah banyak. Menemani Anda berbelanja seperti ini, aku jadi menambah pengalaman." Bella jelas saja menolaknya. Istri bosnya yang satu ini kelewat royal. Bella jadi malu sendiri.
"Bella, tolong jangan tolak! Jarang sekali aku mengajakmu berbelanja seperti ini. Ayolah! Ini tidak akan membuatmu mendapatkan potongan gaji dari suamiku."
Kalau sudah seperti ini, mau bagaimana lagi selain mengikuti permintaan istri bosnya itu. Setelah puas berbelanja, Olivette pamit pulang ke mansion. Sementara Bella kembali ke kantor. Tidak lupa juga Olivette mengirimkan pesan pada suaminya untuk langsung pulang ke mansion saja.
__ADS_1
Malam pun tiba. Ethan sudah pulang sejak beberapa jam yang lalu. Dia senang pada akhirnya sang istri mulai bisa menikmati kesehariannya tanpa tekanan dan beban.
"Kau suka pergi dengan Bella?" tanya Ethan saat keduanya berada di kamar untuk bersiap.
"Ya, Bella sangat menyenangkan. Terima kasih sudah mengizinkannya untuk ikut denganku."
"Asal kau senang. Aku pun senang. Oh ya, apa kau siap untuk bertemu dengan Tuan Yuval dan beberapa pebisnis malam ini?"
"Tentu saja. Jangan khawatirkan aku, Ethan! Aku bukan wanita yang gampang atau mudah terperdaya oleh rayuan orang lain."
"Hemm, memang benar. Aku juga sudah membuktikannya," balas Ethan dengan senyuman di bibirnya.
Saat melihat Olivette keluar dari kamar mandi menggunakan gaun yang menurutnya tidak terlalu mencolok, Ethan sangat menyukainya.
"Warna yang luar biasa, Sayang. Aku suka."
"Terima kasih." Olivette merias dirinya dengan riasan natural dan terlihat sangat cantik.
Olivette melirik suaminya. "Ck, jangan cemburu! Aku hanya tidak mau bahwa Tuan Ethan Reagan Soenser merasa tidak nyaman membawa istrinya yang tidak cantik, bukan?"
Sebenarnya Ethan sangat bersyukur sekali bisa menikah dan hidup bersama Olivette. Ya, walaupun istrinya masih berusaha mengimbangi sikap romantis yang diberikan suaminya. Tetap saja ada rasa cemburu yang menggebu. Jangan sampai Yuval tertarik padanya kemudian mengganggu istrinya.
Suasana dinner dibuat semegah mungkin. Ini cara Yuval memancing mangsanya. Kenyataannya memang dia itu pria kaya raya yang sering kesepian. Setelah menduda, bukannya berubah untuk memperbaiki diri, Yuval malah terus berulah. Ini ulahnya yang entah kesekian kalinya.
Will dan Wileen sudah datang lebih dulu. Namun, Yuval merasa mengenal keduanya. Dia menghampiri tamunya untuk menyapa.
"Wah, selamat datang, Tuan Will. Oh ya, siapa wanita ini? Aku merasa tidak asing lagi," ucap Yuval.
"Hai, Tuan Yuval. Apa kabar? Lama tidak bertemu Anda," balas Wileen.
__ADS_1
Wileen jelas mengenal Tuan Yuval. Dia sering bertemu dengannya ketika mengikuti beberapa acara bersama mantan suaminya kala itu.
"Ah, iya. Aku baru ingat sekarang. Bukankah Anda istri Tuan Ethan?" tanya Yuval penuh semangat.
Wanita di hadapannya itu sangat menarik. Terlebih saat melihat Wileen hamil. Rasanya gemas sekali dan ingin segera mendekati Wileen. Ya, seperti biasa. Yuval hanya akan bermain-main untuk kesenangannya sendiri.
"Dia istriku, Tuan," sahut Will.
"Wow, tunggu! Aku sangat terkejut, Tuan Will. Selama ini Anda tidak pernah memperkenalkan istri Anda ke publik, tetapi tiba-tiba menikah dengan Nyonya Wileen. Apa aku ketinggalan berita?"
Yuval sangat menyebalkan. Selain mata keranjang, dia juga hobi bergosip. Yang paling meresahkan lagi, mulutnya sangat manis saat merayu seorang wanita. Terlebih dengan iming-iming kebahagiaan dan harta yang melimpah.
"Ya, Tuan Yuval. Kami sudah bercerai dari pasangan masing-masing. Itu kenyataannya," jawab Will dengan nada suara sedikit kesal.
Inilah yang tidak disukai Will jika menghadiri acara yang dibuat Yuval. Dia berharap kalau Ethan atau mantan istrinya tidak akan datang.
Dari jauh, Will melihat Vincent. Pria itu datang dengan istrinya. Itu artinya, Ethan juga akan datang bersama Olivette. Kenapa Will merasa mencemaskan mantan istrinya? Rasanya aneh sekali, bukan?
Yuval beralih menyambut para tamunya yang lain. Sementara Wileen pun ikut membaur dengan para istri pebisnis handal itu. Terkecuali Yuval yang mulai berkeliling menemui para wanita yang menjadi pasangan tamu undangannya.
Acara akan segera dimulai, tetapi Yuval masih sibuk dengan urusannya yang sebenarnya tidak penting. Hanya untuk memamerkan kemewahan dan kata-kata romantisnya. Setelah itu, dia akan menjebak salah satu wanita untuk masuk ke dalam permainannya.
Sampai pada kehadiran pasangan yang membuat Yuval menatap tidak percaya. Pasangan pria berkharisma dan juga wanita cantik. Perpaduan yang rupawan sehingga mengalihkan perhatian Yuval.
"Siapa wanita yang datang bersama dengan Tuan Ethan? Bukankah pria itu sudah menduda sekarang?" lirih Yuval.
...πΎπΎπΎ...
Sambil menunggu update, yuk mampir ke karya Bestie Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya β€οΈπ
__ADS_1