Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 59. Zack Wesly


__ADS_3

Ethan bertemu dengan Bella di ruang kerjanya. Sekretaris kepercayaannya itu terus menampilkan senyuman terindahnya. Bagaimana tidak, hari ini dia mendapatkan perhiasan secara gratis.


"Bagikan sesuai list yang kau buat tempo hari. Para pria yang belum beristri, transfer seharga kalung yang sudah kau pesan. Apalagi yang ingin kau tanyakan?"


"Ehm, apakah tidak ada gender reveal party, Tuan?"


Setahu Bella, selama dia mengandung pernah membuat pesta seperti itu. Ya, walaupun hanya mengumumkan jenis kelamin bayinya. Acara itu benar-benar menguras waktu dan tenaga. Bella hanya ingin tahu semeriah apa pesta yang akan dibuat bosnya.


"Aku belum berbicara dengan istriku, Bella. Kalau memang dia menginginkannya, aku akan membuat pesta paling mewah. Namun, jika dia tidak mau, tidak akan menjadi masalah untukku."


"Baiklah, Tuan. Tidak masalah untukku," jawab Bella. Itu memang hak bosnya.


Suasana hati Ethan saat ini sedang nyaman sekali. Rasanya ingin lekas pulang, memeluk istrinya, dan mengelus perut buncit Olivette. Bayangan demi bayangan indah terus saja menari di benaknya. Hari ini Ethan ingin sedikit bersantai. Pasalnya, hari sudah hampir mendekati jam makan siang.


Lamunan indah itu mendadak terhenti saat pintu diketuk oleh seseorang. Ethan mengira Bella lah yang datang. Nyatanya, saat pintu terbuka menampakkan wajah orang yang sebenarnya tidak diharapkan kehadirannya.


Ethan sontak berdiri kemudian menghampiri Will. Pria itu masih mematung di depan pintu karena pemilik ruangan belum mempersilakan masuk.


"Ada apa ke sini?" tanya Ethan dengan nada yang terasa serak sekali.


Boleh jadi Ethan hanya bercanda pada istrinya tentang Will. Kenyataannya, pria itu datang ke kantornya. Sebenarnya ada urusan apalagi? Bukankah semuanya sudah jelas?


"Apakah seperti ini caramu memperlakukan tamu?" Sindiran Will ini jelas beralasan. Ethan bisa dikatakan rivalnya yang sangat berbahaya.


"Tidak, Will. Itu jika tamu yang sudah membuat janji temu denganku. Ya, seperti kau juga, kan? Pebisnis yang super sibuk."


Masih berada di posisi yang sama. Sementara Bella berada agak jauh di belakang Will. Sekretaris Ethan itu sangat cemas sekali. Pasalnya, dia yang mendapatkan pengaduan dari resepsionis karena ada pria yang tiba-tiba datang ke kantor untuk menemui Ethan. Padahal pria itu belum membuat janji temu sama sekali. Terlebih hari ini para karyawan sedang sangat bahagia menerima hadiah tak terduga itu.

__ADS_1


"Apakah kau akan membiarkan aku berada di sini?" Lagi-lagi Will mencoba agar Ethan menerimanya kemudian meminta masuk ke ruangannya.


"Hemm, masuklah!" Ethan terpaksa. Setiap bertemu Will, bukan irama jantungnya yang berdetak lebih cepat. Darahnya lah yang lebih cepat mendidih.


Ethan mempersilakan untuk duduk di sofa. Ini pasti bukan kunjungan kerja sehingga suasana formal terlihat menghilang.


"Kau pasti tahu alasannya aku datang ke sini, bukan?"


Will mengatakan demikian karena sempat berbincang dengan mantan istrinya. Ethan jelas sudah tahu semuanya. Tidak ada salahnya Will bertanya langsung pada Ethan. Terkesan mencampuri rumah tangga orang lain, bukan? Namun, ini persoalan mantan istrinya.


"Kalau tujuannya hanya untuk memastikan kehamilan Olivette itu darah daging siapa, maka aku akan menjelaskan. Istriku hamil setelah kami menikah. Bukan setelah kalian bercerai! Jadi, stop berharap bahwa baby twin kami adalah milikmu!"


Baby twin? Itu artinya Olivette akan memiliki bayi kembar. Harusnya Will tidak terpengaruh dengan godaan Wileen kala itu. Ya, godaan Wileen membuat Will terlena. Dia lupa segalanya. Sekarang, menyesal atau mengembalikan keadaan akan semakin sulit. Terlebih di antara Ethan dan Olivette sudah ada pengikat cinta.


"Tidak, Ethan! Aku tidak akan bisa memercayainya. Maksudku, sebelum ada bukti tes DNA yang menyatakan bahwa dia itu bukan anakku. Aku tidak akan pernah berhenti untuk menghantui kehidupan kalian."


"Kenapa kau tertawa? Apa ucapanku ada yang salah?" tanya Will.


"Ucapanmu tidak salah. Hanya saja sikapmu yang berlebihan, Will. Lupakan Olivette! Dia sudah bahagia bersamaku. Saat ini, lebih baik kau fokus pada istrimu dan anak laki-lakimu. Itu jauh lebih penting ketimbang masuk ke dalam kehidupan kami."


Will tidak bisa. Dia merasa paling berkuasa atas apa yang pernah dimilikinya. Saat Ethan mengatakan bahwa kebahagiaan Olivette adalah dirinya, Will lekas berdiri. Amarahnya sudah memuncak.


Terjadilah keributan yang sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh Ethan. Will tiba-tiba menyerangnya membabi-buta. Tentu saja Ethan membalasnya hanya untuk melindungi diri. Will seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainan.


"Cukup, Will!" teriak Ethan. Kalau terus seperti ini, tidak hanya Ethan saja yang akan babak belur. Will juga sudah merasakan bogem mentah yang dilayangkan Ethan.


Sementara di rumah sakit, Wileen terus saja mencari keberadaan suaminya. Dia kesal sekali karena ingin mengambil bayinya yang ada di box bayi, tetapi tidak bisa. Pria itu menghilang tanpa pesan.

__ADS_1


"Ck, ke mana lagi perginya?" Sesal Wileen. Sungguh, ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya Wileen hamil lalu melahirkan.


Menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Selain itu, Wileen kesal karena bayinya terus saja menangis. Ya, bayi yang belum diberinya nama. Saat kekesalannya belum berujung, Will kembali. Ada yang berbeda dari penampilannya saat ini.


"Will, kau dari mana? Ini sangat lama sekali!" protes Wileen. "Kau babak belur? Kenapa?"


Ini pertama kalinya melihat suaminya sekacau itu. Memar di wajahnya bukan sekadar memar biasa.


"Kau berkelahi dengan siapa? Katakan, Will!" bentak Wileen.


Bersamaan dengan bentakan Wileen, bayi laki-lakinya ikut menangis. Will mengambilnya kemudian menyerahkan pada Wileen. Bayi itu masih saja terus menangis. Wileen rasanya ingin membentak bayinya. Tingkahnya sama seperti kelakuan Will.


"Baiklah. Kalau kau tidak mau mengatakan, biar aku yang mengatakannya. Kau pasti bertemu dengan Ethan, bukan? Untuk apa? Apa kau masih menginginkan mantan istrimu di saat aku baru saja melahirkan putra kita? Kau jangan egois, Will! Olivette tidak akan bisa memberikan keturunan. Hanya aku dan aku yang bisa membahagiakanmu."


Sesakit ini rasanya saat suaminya memilih untuk tetap mencintai wanita di masa lalunya. Kalaupun hubungan mereka berasal dari sebuah kesalahan, tidak bisakah mereka memutuskan untuk bahagia?


"Kata siapa, Wileen? Saat ini Olivette sedang hamil. Aku curiga bahwa kehamilannya itu masih ada hubungannya denganku."


Will percaya diri sekali. Sudah berulang kali Ethan menjelaskan bahwa Olivette hanya mengandung buah cinta dari pernikahannya.


"Will, lupakan Olivette! Kau harus bertanggung jawab penuh padaku dan Zack Wesly!"


Ya, nama bayi mungil itu adalah Zack Wesly. Laki-laki yang akan menjadi penerus tunggal kerajaan bisnis Wesly.


...🌾🌾🌾...


Sambil menunggu update, yuk mampir ke karya keren yang Emak rekomendasikan. Thank you ❤️

__ADS_1



__ADS_2