
Wileen merasa menjadi wanita paling hebat. Dia yang mampu memberikan kebahagiaan pada Will secara sempurna. Maka dari itu, sepulang dari rumah sakit diputuskan untuk mengadakan acara pemberian nama dengan mengundang beberapa orang, termasuk mantan istri suaminya.
"Kau pasti cemburu melihatku bersama Will bahagia dengan bayi kami," gumam Wileen saat memandangi baby Zack yang tidur lelap sepagi ini.
Sebenarnya Will sudah menolak rencana ini. Alasannya dia tidak ingin istrinya memamerkan apa yang sudah dimiliki kepada orang lain. Namun, dibalik alasan itu karena Will masih merasa kesal pada Ethan. Pria itu seolah mengejek dirinya yang tidak mampu menjaga wanita sebaik dan secantik mantan istrinya, Olivette.
"Kalau kau mau acara ini terus berlangsung, tolong jangan libatkan aku!" Will tidak bosan untuk mengingatkan istrinya demi menghindari pertemuan dengan Ethan dan istrinya.
"Terlambat, Sayang! Undangan sudah aku sebar. Malam ini akan ada perayaan yang begitu meriah. Zack Wesly akan menjadi bayi pertama yang dielu-elukan banyak orang."
Kesombongan Wileen belum usai. Sebenarnya dia hanya ingin membuat Olivette menjadi wanita pertama yang melihat kebahagiaannya bersama Will. Wileen memang belum tahu jika Olivette sedang mengandung. Andaikan dia tahu kemudian suaminya masih mengejar dan mempertanyakan status bayi dalam kandungan Olivette, apa yang akan terjadi? Mungkin saja Wileen akan mengamuk di dalam mansion.
Sementara Olivette merasa ragu mendatangi acara yang dibuat oleh istri mantan suaminya. Dia belum menunjukkan undangan itu kepada Ethan karena mempertimbangkan banyak hal.
"Sayang, kenapa kau berdiri di situ? Ayo, kita sarapan dulu!"
Olivette ingin menjauhkan undangan itu dari suaminya. Sayang, Ethan tahu saat undangan itu jatuh kemudian diambilnya.
"Kau menyembunyikan undangan ini? Untuk apa?" tanya Ethan.
"Aku hanya tidak ingin kita datang, Ethan. Will pasti masih berusaha meyakinkan kepercayaan dirinya bahwa anak yang ada dalam kandunganku ini menjadi miliknya. Aku tidak mau!" tolak Olivette.
Ethan saja yang selesai adu jotos dengannya beberapa waktu lalu bisa bersikap biasa saja. Wajar kalau Will cemburu. Kemungkinan masih ada sisa cinta yang tidak disadari pria itu.
Pembicaraan mereka terhenti saat ponsel Ethan berbunyi. Panggilan video call dari Vincent. Semenjak Grace hamil, mereka hampir tidak pernah bertemu sama sekali.
"Halo, Ethan!" sapa Grace. Dia seakan memamerkan perut buncitnya.
"Hai, Grace! Apa kabar?" tanya Ethan.
"Aku sangat baik. Bahkan, baby boy-ku juga baik. Lihat, perutku ditendang dengan kaki mungilnya!" Grace antusias memamerkan perutnya. "Oh ya, di mana Olivette?"
Olivette sudah duduk manis di kursi yang tidak jauh dari suaminya. Ethan memberikan ponsel itu padanya.
"Hai, Grace! Aku di sini. Bagaimana kabarmu?" tanya Olivette basa-basi.
"Aku baik. Kau juga baik, kan? Oh ya, aku rindu sekali. Sayang, kita belum bisa bertemu."
Semenjak Grace harus mematuhi semua aturan dokter, mereka hanya bisa bertemu secara virtual.
"Hemm, sabar. Tunggu beberapa bulan lagi," jelas Olivette.
__ADS_1
"Hemm, ngomong-ngomong mantan istri suamimu apa kabar? Dia tidak pernah mengganggumu, kan? Katakan saja kalau dia mengganggu, aku akan bertindak dengan suamiku."
Olivette menggeleng. "Tidak. Hanya saja malam ini dia mengundang kami untuk datang di acaranya. Kupikir kalau aku tidak perlu datang. Dia pasti hanya pamer tentang putranya."
Wajah Olivette terlihat sedih. Walaupun dia hamil, tetapi nyatanya ucapan Wileen selalu menyakitkan.
"Datang saja. Kau sudah hamil. Dia pasti cemburu padamu. Ethan pria baik. Tidak perlu berpura-pura menjauh hanya untuk menghindari ucapannya."
Setelah mendengar penjelasan Grace, Olivette memantapkan hati untuk pergi ke sana. Siang ini dia harus pergi untuk mencari beberapa hadiah yang akan diberikan pada putra Wileen.
"Sayang, apa aku bisa pergi dengan Bella hari ini?"
Kalau ratu hatinya sudah meminta, maka tidak ada alasan lain untuk menolaknya. Ethan akan mengalah untuk membuat Olivette bahagia.
"Pergilah! Apakah hari ini kau mau ke kantor bersamaku?"
"Boleh kalau kau mengizinkan," jawab Olivette.
Sarapan pagi pun dimulai. Para Maid menyiapkan beberapa makanan. Saat ini Clara belum kembali. Butuh beberapa hari lagi sampai wanita itu pulang. Ethan mengingat sesuatu. Ya, dia harus menanyakan perihal gender reveal party.
"Sayang, Bella bertanya padaku. Apakah kita akan mengadakan gender reveal party atau tidak?"
Oh, acara itu. Olivette hampir lupa. Kapan hari Clara sudah memberikan beberapa pilihan padanya. Salah satunya adalah untuk membahagiakan anak-anak panti. Jika Olivette memilih opsi itu, maka gender reveal party tidak akan pernah diadakan.
"Kenapa harus menunggu mama? Biarkan saja wanita tua itu menikmati kehidupannya. Kalau kau menginginkan gender reveal party, mari kita buat! Aku akan meminta Bella mengurus segalanya."
Ethan benar. Sebenarnya dia ingin mengadakan acara itu. Selain itu, dia juga menginginkan foto maternity.
"Baiklah. Aku akan bicara dengan Bella sekalian bertemu nanti."
Keputusan akhirnya adalah akan diadakan gender reveal party. Setelah itu, beberapa hari kemudian akan diadakan foto maternity.
Hari yang luar biasa karena untuk pertama kalinya selama hamil, Olivette diizinkan menghirup udara segar tempat kerja suaminya. Bella sangat senang saat mengetahui wanita yang sudah menjadi bintang di hatinya.
"Halo, Nyonya. Apa kabar?" sapa Bella.
"Hai, Bella. Aku baik. Kau, apa kabar?"
"Aku juga baik, Nyonya. Tumben ke kantor. Apa ada sesuatu yang penting?" Bella penasaran.
"Ya, Bella. Hari ini kau bebas tugas. Namun, jangan gembira dulu! Kau harus menemani istriku berbelanja. Ada beberapa barang yang harus dibelinya," jawab Ethan.
__ADS_1
"Baik, Tuan. Ehm, memangnya Anda mau ke mana, Nyonya?"
"Antarkan aku ke baby shop, Bella. Aku mau membelikan hadiah untuk putra Wileen. Apakah kau bersedia?"
Mulia sekali hati Olivette. Saat setiap hinaan yang dilontarkan Wileen begitu kejam. Dia masih menyempatkan diri untuk memberikan sesuatu. Rasanya tidak percaya. Harusnya Wileen beruntung bisa mengenal wanita seperti Olivette.
"Tentu, Nyonya."
"Sayang, aku pergi dulu," pamit Olivette.
Sebelum itu, dia menarik tangan suaminya dengan lembut. Dia meletakkan tangan itu di perutnya.
"Sentuh dulu, Ethan! Bayi kita pasti bahagia," ucap Olivette lagi.
Bella merasa menjadi orang asing yang melihat kejadian romantis hari ini. Sepasang suami istri sedang menikmati momen kehamilan yang luar biasa. Baru sekarang Bella melihat bosnya sangat bahagia.
"Halo baby twin daddy yang luar biasa. Jaga Mommy dengan baik, ya!"
"Ya, Daddy. Mommy pergi dulu," jawabnya sambil tersenyum puas.
Hanya saja ada sesuatu yang berbeda dialami Olivette saat ini. Irama jantungnya mulai tidak terkendali saat menatap lekat mata suaminya.
"Ada apa, Nyonya?" tanya Bella saat Olivette tidak bergeming dari tempatnya.
"Bella, tunggulah di depan. Aku akan meminta sopir mengantarkan kita."
"Baik, Nyonya."
Selepas Bella meninggalkan mereka. Olivette membawa suaminya masuk ke ruang kerjanya. Di sana, irama jantung Olivette tetap berdegup kencang. Rasanya dia menginginkan sesuatu yang benar-benar tidak tertahankan.
"Ada apa, Sayang?" Ethan melihat perubahan sikap yang aneh terjadi pada diri Olivette.
Tanpa basa-basi, Olivette mencium bibir suaminya dengan sangat hangat dan begitu lembut. Ciuman yang saling memberi dan menerima. Cukup lama sampai Ethan merasa sedikit terkejut. Setelah ciuman itu lepas, Ethan baru berkomentar.
"Kau mulai agresif, Sayang," puji Ethan.
"Aku mencintaimu, Ethan. Sangat mencintaimu!"
Pertama kalinya Olivette mengungkapkan perasaan cintanya. Ethan sangat terkejut. Sejak kapan wanitanya itu jatuh cinta?
...🌺🌺🌺...
__ADS_1
Sambil menunggu update, yuk mampir ke rekomendasi keren dari Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️