
Drama cincin pertunangan, bertemu mantan, gaun pertunangan yang didapatkan secara gratis, dan yang paling mengesankan adalah drama rayuan Ethan agar Olivette belajar mencintainya. Semua itu tergantikan saat hari H pertunangan dimulai.
Clara mempersiapkan diri secara sempurna. Dia juga melihat penampilan Ethan yang sangat tampan dengan jas warna biru navy.
"Ayo, berangkat!" ajak Clara.
Jangan sampai Ethan terlambat. Cincin pertunangan pun sudah disiapkan oleh Clara. Beberapa hadiah mewah juga disiapkan untuk Olivette.
Olivette sendiri sedang bersiap. Dia menginap di hotel yang akan digunakan untuk bertunangan hari ini. Sophia mengunjungi kamar Olivette untuk sekadar melihat persiapannya.
"Sayang, apa kau sudah siap?" tanya Sophia.
Seorang make up artist sedang memoleskan sedikit riasannya. Tidak sulit mendandani wanita cantik seperti Olivette. Cukup memoleskan make up tipis dan natural, semuanya sudah terlihat cantik.
"Sedikit lagi, Ma. Papa sudah siap?"
"Iya. Papamu sudah turun dulu ke ballroom. Dia ingin melihat persiapannya. Apa kau gugup?"
Terlihat wajah cemas Olivette di depan cermin.
"Sangat gugup, Ma. Terlebih hari ini Will dan kekasihnya itu pasti datang."
"Hei, anak mama. Mengapa terlihat sedih? Harusnya kau tunjukkan kebahagiaanmu di hadapan mereka. Clara benar mengundang mereka. Rasa sakit hati Clara dan kau mungkin memiliki kesamaan. Hanya saja kau tipikal wanita yang malas ribut."
Sophia lekas membawa putrinya turun saat suaminya mengirimkan pesan bahwa Ethan sudah datang. Semakin cemaslah Olivette menghadapi keadaan. Bagaimana kalau nantinya dia melakukan kesalahan? Ah, perasaan seperti apa ini?
Selain Ethan dan mamanya, beberapa tamu undangan juga sudah hampir memenuhi ballroom. Terlihat Tuan Hamlet, beberapa rekan bisnis Ethan, Vincent dan istrinya, serta Will yang baru saja masuk bersama Wileen. Rasanya lengkap sekali.
Ethan kembali ke pintu masuk untuk menyambut calon tunangannya. Di tangan kanan Ethan menggenggam satu buket bunga istimewa yang akan dipersembahkan untuk Olivette.
Sementara Wileen, dia merasa bahwa pertunangan ini jauh lebih mewah ketimbang dirinya dulu. Sebatas pertunangan di mansion yang dihadiri keluarga besarnya saja.
"Kenapa kau melihat Ethan seperti itu?" tegur Will.
"Ck, mantan istrimu sangat beruntung mendapatkan Ethan," puji Wileen.
"Oh, jadi aku masih kalah dengan Ethan? Lihat saja nanti. Aku akan merebut mantan istriku kembali."
Wileen menginjak sepatu Will dengan high heels-nya sehingga pria itu mengaduh.
__ADS_1
"Aduh, Wileen! Kau sudah gila, ya? Apa yang kau lakukan?" protes Will.
"Kau membuatku marah! Harusnya tidak mengatakan itu di hadapanku," tegur Wileen kesal.
Hanya saja pertengkaran ini terhenti saat Clara lewat tepat di depannya. Wanita paruh baya itu tidak melewatkan kesempatan emas untuk memamerkan kebahagiaan putranya di hadapan Wileen.
"Selamat datang, Wileen! Aku pikir kau tidak akan datang," sindir Clara.
"Ah, tentu saja aku datang, Ma."
"Panggil aunty saja. Kau sudah bukan menantuku, bukan?"
Seperti tertampar, tetapi Wileen tidak mau mengalah. Dia tahu kalau Clara menginginkan cucu.
"Tidak masalah, Aunty. Setidaknya sekarang aku tengah mengandung dan siap melahirkan bayi. Sedangkan anak dan calon menantumu itu, aku tidak yakin dia bisa hamil. Buktinya mantan suaminya tidak bisa membuatnya hamil," cibir Wileen.
"Wah, tidak masalah. Setidaknya putraku lebih dulu mengesahkan pernikahannya baru melakukan program kehamilan. Sementara kau sendiri, apa sudah menikah dengan pria yang kau banggakan ini?" Clara mengatakannya dengan sangat lembut, tetapi menusuk.
Sebenarnya Clara masih ingin membalas rasa sakit hatinya pada Wileen. Namun, dari jauh Ethan sudah memanggilnya karena acara segera dimulai.
Satu demi satu acara dimulai. Pembukaan, sambutan sejenak dari Ethan untuk para tamu undangan, dan kemudian berlanjut pada acara inti, yaitu penyematan cincin pertunangan.
Wajah bahagia Ethan dan Olivette terlihat jelas. Terlebih saat keduanya memamerkan cincin masing-masing yang diiringi dengan sorak-sorai ucapan para tamu undangan.
"Terima kasih, Grace. Kau dan suamimu sudah menyempatkan untuk datang," balas Ethan.
"Tentu. Setelah menikah, datanglah ke negaraku. Aku akan memberikan kalian honeymoon gratis dan semua fasilitas yang akan kami berikan," sahut Vincent.
"Ck, kau selalu begitu, Vincent. Seolah aku tidak bisa membahagiakan istriku nantinya," tolak Ethan.
"Jangan menolak hadiah! Atau, bisnis kita akhiri sampai di sini," ancam Vincent.
Kalau sudah begini, Ethan pun setuju saja. Terlebih Clara juga memberikan semangat padanya.
Kini giliran Will dan Wileen yang maju untuk memberikan selamat. Semula Will menolak, tetapi Wileen terus memaksanya.
"Selamat! Kau sudah berhasil mengambil mantan suamiku, Olive. Kupikir, apa bedanya kau dan aku?" cibir Wileen. Dia menjabat tangan Olivette sambil melirik ke arah Ethan.
"Terima kasih sudah melepaskan pria hebat dan penyayang seperti mantan suamimu. Aku takut khilaf jika kau belum menceraikannya, bukan? Setelah kau bercerai, aku masuk dalam kehidupannya dan akan membuat kenangan baru yang paling indah,' jelas Olivette.
__ADS_1
Sial! Wileen malah dibuat kesal saat berhadapan dengan rivalnya. Setelah itu Wileen bergeser ke depan Ethan kemudian menyalaminya.
"Wow, selamat! Aku tidak menyangka akan bertukar pasangan seperti ini. Kurasa kau harus memikirkan ulang untuk menikah dengannya." Wileen menyindir Olivette.
"Kenapa? Apa kau menyesal sudah bercerai dariku?"
"Tidak. Justru aku kasihan padamu, Ethan. Kau menikahi wanita yang tidak subur. Lihat saja kau pasti akan menyesalinya."
Wileen terus saja membuat Ethan kesal. Namun, pria itu tidak peduli. Hal itu sudah dibahas sebelumnya bersama Olivette.
Sementara Will, dia mengucapkan selamat dengan berat hati. Ada rasa cemburu menggerogotinya.
"Selamat, ya! Kau berhasil move on dariku. Boleh aku bertanya sesuatu?"
Will penasaran. Saat di luaran sana banyak pria, mengapa harus Ethan?
"Terima kasih. Mau tanya apa?"
"Kenapa harus Ethan? Apa kau sengaja ingin balas dendam padaku?"
Olivette tersenyum. Mantan suaminya itu sepertinya mulai merasa tersaingi sekarang. Baguslah! Ini yang paling ditunggu Olivette.
"Kenapa harus selingkuh jika tidak ingin kehilangan?" tanya Olivette.
Will kemudian beralih ke arah Ethan. Setelah menjabat tangan Ethan, Will juga memberikan selamat padanya.
"Selamat, ya! Kenapa tidak tanya padaku saja jika menginginkan mantan istriku?"
Will masih saja sombong. Padahal Olivette sudah mengingatkannya ribuan kali.
"Wah, terima kasih, Tuan Will. Aku hanya ingin membahagiakan orang yang tidak bisa Anda bahagiakan. Itu saja. Kalau Anda menganggap ini sebuah kebetulan, tidak juga. Aku sengaja mengejar mantan istri Anda, agar tahu rasanya membahagiakan wanita yang sudah disia-siakan. Jadi, selamat bertukar pasangan!" balas Ethan sinis.
Will semakin kesal. Dia memutuskan untuk turun dan kembali menuju ke tempat jamuan makan yang sedang berlangsung. Tidak hanya Olivette, Ethan pun sepertinya kompak membuat pasangan Will dan Wileen kesal.
"Awas saja kau, Ethan! Aku akan merebut kembali Olivette dari tanganmu. Bagaimanapun caranya, aku akan mendapatkannya," ucap batin Will.
Kalau sampai Wileen tahu bahwa Will berencana merajut kembali hubungannya dan mengabaikan Wileen. Wanita hamil itu pasti akan mengamuk.
...🌾🌾🌾...
__ADS_1
Sambil menunggu update, yuk mampir ke karya rekomendasi dari Emak. Gak kalah serunya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️🥰