Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 39. Merasa Tersakiti


__ADS_3

Pernikahan termegah malam ini akan digelar. Banyak tamu dari kalangan sosialita, pebisnis, dan beberapa owner perusahaan besar. Will pun turut ambil bagian dalam acara ini. Dia hadir bersama Paul, asistennya.


Sepasang pengantin memang belum memasuki ruangan, tetapi Will sudah memindai ke segala arah. Berharap menemukan mantan istrinya karena rasa penasaran yang cukup tinggi.


"Secantik apa dirimu malam ini, Olive? Aku tahu kalau meninggalkanmu adalah sebuah kesalahan, tetapi setidaknya aku masih memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu," lirih Will.


"Tuan, apa yang Anda bicarakan?" tanya Paul.


Paul merasa kalau tuannya itu sedang berbincang dengannya, tetapi dia tidak bisa mendengarnya sama sekali.


"Ah, lupakan, Paul! Itu bukan apa-apa."


Saat semua orang sedang menanti kehadiran sepasang pengantin, tidak lama sebuah suara memberikan informasi bahwa sebentar lagi mereka akan memasuki ruangan.


Tidak lama tampak Ethan dan Olivette memasuki ruangan. Diiringi orang tua, bridesmaid, dan groomsmen. Tampak penampilan Olivette sangat memukau dengan gaun pengantin yang sangat mewah dan melekat pas ditubuhnya. Selain Olivette melingkarkan tangannya pada tangan suaminya, salah satu tangannya membawa buket bunga mawar paling indah yang khusus dipesan untuk pernikahan luar biasa ini.


Tatapan mata Will tidak lepas dari mantan istrinya. Olivette memang layak mendapatkan Ethan, pria yang baik. Sementara dirinya harus menelan pil pahit karena merasa cemburu melihat mantan istrinya berbahagia.


Sambutan demi sambutan yang ditujukan kepada tamu undangan pun telah usai. Kini, saatnya pengantin mendapatkan ucapan selamat dari para tamu undangan sebelum mereka membaur.


Giliran Paul lebih dulu yang mengucapkan selamat kepada Olivette. Asisten Will itu terlihat berbahagia atas pernikahan Olivette.


"Nyonya, selamat atas pernihakanmu! Aku ikut bahagia akhirnya kau mendapatkan pria yang tepat," ucap Paul antusias. Dia tidak peduli walaupun di sebelahnya ada Will, bosnya.


"Terima kasih, Paul. Kau sudah menyempatkan diri untuk datang," ucap Olivette.


"Sama-sama, Nyonya. Melihat Anda berbahagia, aku pun merasa sangat senang."


Ungkapan kebahagiaan Paul sengaja digaungkan untuk menyindir Will. Sekarang, Paul beralih ke Ethan untuk mengucapkan selamat. Namun, yang menjadi pusat perhatian kali ini adalah saat Will berada di depan Olivette. Hatinya bergetar hebat. Cemburunya sangat kuat dan menggebu.

__ADS_1


"Selamat, ya! Rupanya kau cepat sekali move on dari mantan suamimu," ucap Will lirih. Tetap saja masih terdengar jelas di telinga Olivette.


"Terima kasih. Justru kau yang lebih dulu move on sebelum perceraian. So, aku belajar banyak darimu, Tuan Will!"


Ungkapan Olivette barusan sangatlah jelas bahwa dirinya sengaja menyindir Will agar pria itu sadar dan tidak menyudutkannya lagi.


"Tetap saja kau termasuk wanita yang cepat move on," ucap Will yang tetap berusaha menyudutkan Olivette.


"Oh, ya? Ck, aku hampir lupa. Selamat atas pernikahan kalian hari ini. Kurasa istrimu itu ingin berlomba denganku, ya? Atau, dia memang sengaja agar anniversary kita sama? Oh, atau dia masih cemburu pada mantan suaminya yang memilih menikah denganku?" Olivette terus saja melontarkan kata-kata yang menyakiti hati Will. Tujuannya cuma satu, agar pria itu tidak kurang ajar lagi pada wanita yang saat ini ada di hadapannya.


"Ya, baiklah. Apa pun ucapanmu, asalkan kau masih tinggal di sini bukan masalah untukku."


"Oh, oke. Baiklah. Bisakah kau lekas bergeser? Para tamu undangan lainnya banyak yang sedang mengantre." Olivette sengaja mengusir secara langsung.


"Ya, baiklah. Aku minta maaf sudah mengganggumu."


Olivette tidak lagi menjawabnya. Will bergeser ke depan Ethan. Tatapan mata suami mantan istrinya itu seolah mengintimidasi.


"Terima kasih, Tuan Will. Kuharap Anda benar-benar rela melepaskan Olivette untukku. Selamat berbahagia atas pernikahanmu dengan Wileen. Semoga aku lekas menyusul kalian bisa memiliki bayi," ucap Ethan.


Kenapa rasanya sakit saat Ethan berniat memiliki bayi dari mantan istrinya? Rasanya Will masih tidak terima dengan pernikahan ini. Mereka pasti akan terus terlibat dalam suatu pertemuan. Terlebih Wileen juga tidak mau kalah dari Olivette. Justru ini akan menjadi persaingan yang memusingkan bagi Will.


Saat Will masih bertatapan dengan Ethan, Sophia segera menegur kedua pria itu. Pasalnya, Zion tidak suka jika keduanya berada di pelaminan dalam kondisi seperti itu. Terlebih Zion juga sudah muak memandang wajah Will.


"Will, tolong kau lekas turun! Para tamu undangan sedang menunggu di belakangmu!" pinta Sophia.


"Ah, maaf. Aku terlalu fokus pada pengantin prianya. Sekali lagi terima kasih, Mama." Will sengaja mempertegas panggilan mama pada mantan mertuanya itu agar Ethan mendengarnya dengan jelas.


Ethan tidak peduli. Justru dia malah memberikan kejutan romantis pada istrinya. Dia meminta Olivette untuk turun ke tengah-tengah para tamu undangan. Suasana akan diubah menjadi pesta dansa yang romantis.

__ADS_1


"Sayang, aku tidak bisa kalau menggunakan gaun seperti ini," tolak Olivette.


"Letakkan buket bunganya. Aku akan membantumu turun. Pelan-pelan, ya!"


Tetap tidak bisa. High heels-nya akan membuat Olivette kesulitan. Ethan terpaksa memintanya untuk duduk di pelaminan sejenak.


"Duduklah! Aku akan melepaskan sepatumu," ucap Ethan dengan segala tindakannya.


Saat Ethan melepaskan sepatu Olivette, tatapan mata Will seolah memindai tidak suka pada pasangan pengantin baru itu. Terlebih perhatian Ethan yang ternyata jauh melebihi perhatian Will pada Olivette kala itu. Bahkan, Will saja belum pernah melepaskan high heels milik istrinya saat mereka masih bersama.


"Ethan, ini sangat berlebihan. Tidak seharusnya kau melepaskan sepatuku di hadapan orang banyak!" protes Olivette.


"Kau istriku. Aku akan membuatmu nyaman di mana pun kau berada. Maka, jangan tolak semua yang kuminta atau apa pun yang kuperintahkan."


Clara, Sophia, dan Zion memandangi tingkah Ethan. Mereka merasa kalau Ethan sangat menyayangi Olivette sehingga tidak merasa risih harus melepaskan sepatu istrinya.


Sementara tatapan para tamu undangan sangat cemburu melihat Olivette yang sangat diperhatikan oleh suaminya. Hingga Paul sendiri pun mengelukan pria itu di hadapan bosnya.


"Beruntungnya menjadi Nyonya Olivette. Suaminya sangat perhatian dan terlihat sekali kalau Tuan Ethan sangat mencintainya. Ah, rasanya ingin menggantikan posisi Tuan Ethan," ungkap Paul tanpa sadar bahwa di sebelahnya ada Will.


"Apa katamu? Kau mau menggantikan Ethan? Lebih baik berkaca dulu sebelum berbicara!" tegur Will yang merasa cemburu.


Ethan sendiri segera menarik tangan istrinya agar kembali berdiri. Kemudian turun secara perlahan dari pelaminan bersamaan dengan suara musik pengantar dansa dibunyikan. Beberapa tamu undangan pun mulai mengikuti irama musik itu untuk bergabung dengan pasangan pengantin.


Lagi-lagi Paul dibuat heran saat Will merasa seperti pria yang merasa tersakiti. Dia cemburu buta pada suami mantan istrinya. Rasanya benar-benar aneh sehingga dia memutuskan untuk keluar dari ballroom tersebut sebelum acara usai. Terlebih ponselnya sedari tadi sudah berdering tanda panggilan dari istrinya. Sebentar lagi Wileen pasti akan mengamuk saat tahu Will datang ke pernikahan mantan suaminya.


...🍒🍒🍒...


Sambil menunggu update, yuk mampir ke rekomendasi keren karya teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️

__ADS_1



__ADS_2