Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 32. Gugup


__ADS_3

Tanpa disadari, Grace menarik kesimpulan bahwa Wileen melakukan hal demikian karena merasa cemburu pada kedekatan Olivette dengan Ethan. Namun, apakah Wileen tahu jika Olivette akan bertunangan dengan mantan suaminya? Ini akan menjadi pertunjukan yang menarik.


Niat Grace untuk mempermalukan Wileen sebenarnya tidak ada. Saat dia tahu bahwa Wileen datang dan menuding hal negatif terhadap Olivette yang baru saja menjalin pertemanan dengannya. Rasanya perlu melakukan konfrontasi langsung.


"Wileen, sepertinya kau tidak senang dengan teman baruku?" sindir Grace di dalam pertanyaannya.


Selain itu, sesekali Grace melirik ke arah pria yang bersama Wileen.


"Oh, atau jangan-jangan ini pria yang kau rebut dari istrinya?" tuding Grace.


Seketika Wileen tidak bisa berkata apa-apa lagi. Rasa malunya baru terlihat saat Grace menuduhnya demikian. Memang kenyataannya seperti itu sehingga tatapan mata Wileen mulai sedikit tertunduk. Namun, belum sempat menunduk, Wileen mengangkat kepalanya lagi. Dia menarik Will sehingga tepat berada di sampingnya.


"Oke, kurasa aku tidak perlu lagi menutupi ini semua dari kalian. Olivette juga sudah bercerai dari Will, bukan? Grace, ini kekasihku, Will. Kau juga sudah tahu alasan kami bercerai, bukan? Oh ya, ada kabar baik. Sebentar lagi kami akan menikah. Aku sedang mengandung anak mantan suamimu," jelasnya tanpa malu.


Olivette merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Walaupun dia sudah berusaha untuk melepaskan Will, tetapi 6 tahun bersamanya bukan hal yang mudah. Di dalam hatinya, Olivette mencoba untuk tetap tenang agar tidak terpancing emosi menghadapi Wileen.


"Wow, itu kabar bagus, Wileen!" seru Olivette. "Will, diam-diam kau sudah menitipkan benihmu pada wanita yang belum sah menjadi istrimu. Tidak masalah. Kuharap kalian bisa datang pada pesta pertunanganku. Undangan akan dikirim ke kantormu! Tunggu saja," tegas Olivette tanpa ragu. Jika Wileen bisa memamerkan mantan suaminya, Olivette juga bisa.


"Kau mau bertunangan? Dengan siapa?" tanya Will heran. Dia pikir, setelah bercerai darinya, Olivette pasti susah sekali move on.


"Aku akan bertunangan dengan Tuan Ethan Reagan Soenser, Tuan Will. Kau pasti mengenalnya, bukan?" tanya Olivette.


Sontak Will dan Wileen terkejut. Mana mungkin mantan suami Wileen itu berubah pikiran dengan cepat? Terlebih saat Wileen tahu bahwa wanita yang dipilih mantan suaminya adalah mantan istri kekasihnya sekarang.


"Itu tidak mungkin, Olive. Atau, jangan-jangan kau sudah menjalin hubungan dengannya sebelum kita bercerai? Katakan!"


Sebenarnya Grace juga geram, tetapi bukan ranahnya untuk mencampuri urusan mereka. Grace juga menyesalkan sikap Wileen yang sebenarnya dari kalangan konglomerat, tetapi dia menghancurkan reputasinya sendiri.


"Jangan playing victim, Mantan suamiku! Buktinya sudah jelas kalau kau yang bertingkah lebih dulu, tapi bukan masalah bagiku. Aku berharap Tuan Ethan akan menggantikan kesedihan yang kalian torehkan kepadaku. Oh ya, Grace, kalau gaunnya sudah dipilih, mari kita bayar! Aku tidak ingin calon tunanganku menunggu terlalu lama. Dia pasti sudah merindukanku juga, kan?"

__ADS_1


Pembalasan Olivette ini patut diacungi jempol. Grace sebentar lagi akan memujinya menjadi wanita kuat dan hebat. Tidak salah Ethan memilih Olivette yang notabene adalah wanita berkelas yang tahu aturan para sosialita.


Setelah kepergian dua wanita itu, Wileen tampak kesal. Harusnya dia tidak ke butik. Kalau sudah seperti ini, dia harus buru-buru meminta Will mengesahkan pernikahannya.


"Will, sudah jelas, bukan? Kapan kau akan menikahiku? Mantan istrimu saja akan bertunangan. Jangan sampai kita kalah darinya!"


Will tidak menjawab. Dia memilih keluar dari butik tanpa mengindahkan larangan Wileen. Sementara Wileen belum mendapatkan apa pun dari dalam butik. Fokusnya hanya tertuju pada Olivette yang kelihatan hidupnya jauh lebih bahagia.


"Apa aku harus merebut Ethan kembali? Will tidak memberikan kepastian padaku. Rasanya aku mengerti, mengapa Ethan buru-buru meninggalkan aku?" batin Wileen.


"Will, tunggu!"


Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil. Will belum mengemudikan mobilnya. Pikirannya kacau. Saat pertemuannya dengan Olivette, rasanya ada penyesalan yang sudah terlambat. Wanita itu akan dimiliki pria lain yang masih ada hubungan dengan Wileen. Rasanya Will tidak sanggup untuk memijak kakinya di bumi.


"Kau belum bisa melupakannya, bukan? Will, ingat satu hal! Aku sedang mengandung. Kau harus bisa memahami itu!"


"Cukup, Wileen! Biarkan aku berpikir!" bentak Will.


Vincent saat ini berada di mansion Ethan. Rekan bisnisnya itu mengajak untuk bertemu dengan Clara. Tak lupa Vincent pun mengirimkan pesan pada Grace agar menyusulnya ke mansion.


"Kurasa kita tidak akan pergi ke restoran lagi, Olive," ucap Grace setelah memasukkan ponselnya.


"Memangnya mau ke mana?"


"Langsung ke mansion Ethan. Vincent ada di sana."


Hemm, rasanya Olivette tidak nyaman harus ke sana. Terlebih saat Ethan terus saja menebar pesona padanya. Olivette khawatir kalau dia akan khilaf sebelum waktunya.


"Tidak bisakah kau turunkan aku di depan sana? Aku akan kembali ke hotel menggunakan taksi."

__ADS_1


"Olivette, ayolah! Itu tidak pantas kau lakukan. Ethan akan bertanggung jawab mengantarkanmu kembali. Oh ya, di butik tadi aku ingin mengacungkan dua jempol padamu. Aku senang kau membalas wanita yang pernah merebut pria hebat dalam hidupmu. Aku yakin masih ada sisa cintamu padanya, bukan? Kalau aku jadi dirimu, mungkin tidak hanya amarah saja, tetapi juga tamparan. Ya, agar mereka tahu dan layak mendapatkan itu!" ungkap Grace.


Olivette tersenyum melihat Grace masih mengangkat dua jempolnya.


"Turunkan jempolmu, Grace! Papaku tidak pernah mengajarkan hal demikian. Walaupun aku ingin, tetapi untuk apa? Semesta akan bekerja dengan sendirinya membalas semua perbuatan mereka. Kalau mereka bisa mengambil kebahagiaanku, tetapi aku akan membagikan kebahagiaanku pada mereka. Aku sudah berjanji akan mengirimkan surat undangan, bukan?"


Grace benar-benar terkejut. Selain cantik, Olivette juga tipikal wanita hebat yang bisa mengendalikan dirinya dengan sangat baik. Grace salut padanya.


"Ethan beruntung membuang wanita seperti Wileen kemudian mendapatkanmu, Olivette. Semoga kau selalu bahagia!"


Grace bersyukur bisa memiliki teman sebaik Olivette. Tidak hanya itu, Grace juga memujinya karena perilaku yang mencerminkan sisi sosialita kelas atas.


Saat sampai di mansion, rupanya Clara sudah menyambutnya. Terlebih saat dia tahu Olivette akan datang. Dia pun akan menanyakan perihal undangan yang akan dikirimkan pada Will dan Wileen.


"Selamat datang, Sayang! Grace, selamat datang!" sapa Clara.


"Terima kasih, Aunty. Oh ya, di mana Vincent?" tanya Grace.


"Kau masuk saja, Grace! Aku akan. Berbicara sebentar dengan Olive."


"Baik, Aunty."


Sebelum memutuskan masuk, Grace kembali ke Limosin untuk meminta sopir menurunkan semua belanjaannya. Sementara Clara sudah mengajak Olivette ke ruang tamu dan mereka duduk di sana.


"Sayang, aku ingin bertanya padamu. Sebenarnya ini agak menyakitimu, tetapi mau bagaimana lagi. Aku harus mengatakannya, bukan?" ungkap Clara.


Perasaan Olivette semakin tidah menentu. Dia gugup dan penasaran dengan apa yang akan diucapkan Clara sebentar lagi. Apa ini ada hubungannya dengan Ethan atau hal lain yang akan membuatnya terluka lagi?


...🌾🌾🌾...

__ADS_1


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya teman Emak yang tak kalah kerennya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️



__ADS_2