Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 74. Pernikahan Wileen


__ADS_3

Sebuah hotel bintang lima yang akan menjadi tempat pernikahan Yuval dan Wileen. Pernikahan termegah tahun ini. Semua tamu undangan dari kelas sosialita turut hadir di sana.


Tidak hanya keluarga besar Soenser dan Phoenix, Will beserta asistennya pun turut hadir. Selain itu Bella dan beberapa tamu undangan lainnya pun hadir di sana. Tidak hanya itu, rupanya Vincent pun hadir di sana. Sayang sekali, Grace tidak ikut hadir. Dia harus mengubah jadwalnya sampai Austin benar-benar siap.


"Hai, Vincent. Apa kabar?" sapa Ethan saat keduanya bertemu.


"Wah, kita bertemu lagi, Ethan. Setelah sekian purnama kita dipisahkan jarak dan waktu," balas Vincent.


"Berterimakasihlah pada Tuan Yuval, Tuan," sahut Olivette.


Ini sangat lucu sekali. Kala itu Yuval lah yang memulai pertempuran dengan para koleganya hanya untuk memperebutkan para wanita yang mereka cintai. Saat ini, Yuval pula yang mempersatukan mereka ke dalam acara sakralnya, yaitu pesta pernikahan.


"Setidaknya dia menyadari bahwa mantan istrimu lah yang berhasil menundukkan taringnya," canda Vincent.


Sungguh, Olivette sama sekali tidak cemburu. Kenyataannya Wileen adalah wanita masa lalu suami dan mantan suaminya. Tidak ada alasan untuk cemburu atau apa pun. Sementara Will, dia berusaha berbincang dengan Olivette. Dengan izin Ethan, akhirnya Will berhasil berbincang berdua saja dengan wanita masa lalunya.


"Olive, mungkin ini pertama dan terakhir kalinya kita bertemu. Aku akan membawa Zack pergi jauh dari sini dan menjual perusahaanku pada suamimu. Banyak hal yang sudah kupertimbangkan. Terlebih tentang Zack," jelas Will.


"Apa ini karena keputusan Wileen yang menikah dengan Tuan Yuval?" selidik Olivette.


"Ya, salah satunya itu. Aku ingin membuka usaha baru di tempat baru. Selain itu, hak asuh Zack sudah menjadi milikku. Aku tidak mau ribut lagi dengan Wileen hanya untuk memperebutkan Zack."


Olivette mengangguk. Ini merupakan keputusan yang bagus untuk Will dan juga keluarga Olivette.


"Baguslah kalau itu keputusanmu. Aku akan mendukungnya. Namun, ingatlah satu hal bahwa masa lalu perlu dilupakan, Will. Tidak pantas kau terus mengingat aku atau mencintaiku saat aku sudah menjadi milik orang lain," jelas Olivette.

__ADS_1


Perbincangan mereka harus berakhir saat sepasang suami istri yang baru saja disahkan di kantor catatan sipil itu telah hadir. Ya, Yuval dan Wileen tampak serasi. Keduanya sangat bahagia sekali. Mereka berjalan dengan anggun menuju ke pelaminan.


Olivette sudah kembali kepada suaminya. Ethan merangkul pinggangnya untuk melihat acara yang sedang berlangsung.


"Apa yang dibicarakan padamu?" bisik Ethan.


"Will akan meninggalkan kota ini. Katanya dia akan menjual perusahaannya kepadamu. Apa itu benar?" selidik Olivette.


"Sebenarnya iya, tetapi aku tidak bisa memutuskannya sendiri. Kalau kau setuju, aku akan membelinya," jawab Ethan.


"Tentu saja aku setuju, Sayang. Kasihan Will. Demi putranya, dia rela melepaskan seluruh perusahaannya. Apa kita tidak akan membantunya?" tanya Olivette.


Olivette sangat baik sekali. Dia bahkan sudah melupakan masa lalunya. Terlebih ini adalah hari bahagia Wileen. Tidak sepantasnya Olivette atau Ethan merusak suasana ini. Sehingga mereka pun membaur dengan para tamu undangan.


Suasana semakin semarak saat Yuval dan Wileen bertukar cincin pernikahan. Kemudian keduanya melangsungkan potong kue pernikahan yang begitu indah. Setelahnya, para tamu undangan diizinkan untuk mengucapkan selamat.


Keluarga Ethan juga melakukan hal yang sama seperti tamu undangan lainnya. Setelah itu mereka berfoto bersama. Anggota keluarga besar Soenser dan Phoenix berjajar menjadi satu di pelaminan.


"Ayo, lekaslah! Jangan buat pasangan pengantin kita menunggu lama," teriak Vincent.


Vincent adalah orang yang paling heboh di dalam setiap acara. Terlebih saat dia diberikan kesempatan untuk mengambil foto mereka menggunakan ponsel Ethan. Tidak hanya itu, Vincent juga yang membuat candaan konyol agar semua orang tertawa. Dia sama bar-barnya seperti Grace.


Setelah melakukan foto bersama, mereka kembali membaur. Selain menunggu acara usai, ini adalah kesempatan orang-orang untuk saling mengenal. Keluarga Olivette pun terlihat akrab dengan para tamu undangan yang lain. Mereka memberikan selamat atas keputusan Zion memberikan perusahaan kepada menantunya, Ethan.


"Selamat, Tuan Zion. Kau memberikan perusahaan kepada orang yang tepat," puji salah satu tamu undangan.

__ADS_1


Kebetulan Will berada di tempat yang begitu dekat. Dia pun mendengar percakapan antara mantan mertuanya dengan tamu undangan itu. Terasa nyeri rasanya. Will mendapatkan imbas setelah apa yang dilakukan di masa lalu. Saat semua orang memutuskan untuk bahagia, maka dirinya pun harus seperti itu.


Setelah semua orang, kini Will memberanikan diri untuk maju lalu mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin.


"Yuval, aku tahu pernah mengecewakan Wileen di masa lalu. Kuharap kau akan menjaganya dengan baik. Aku juga mau minta maaf kepada kalian semua. Setelah ini, kita tidak akan pernah bertemu lagi. Selamat atas pernikahan kalian," ucap Will. Dia kemudian memberikan pelukan hangat kepada Yuval.


"Terima kasih, Will. Kau pasti akan berbahagia dan menemukan wanita lain lagi di masa depan," balas Yuval.


"Terima kasih, Yuval."


Will berpindah ke depan Wileen. Mantan istrinya memberikan pelukan terakhir karena Will sudah memutuskan untuk pergi ke luar negeri.


"Kutitipkan Zack padamu. Jaga dia dengan baik. Jangan pernah kau sakiti dia. Apalagi sampai memberikannya pada orang lain. Ingat, aku akan menghantuimu," ancam Wileen.


Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi. Setelah pertemuan terakhir antara Will dan Wileen, sepasang pengantin bersiap untuk acara terakhirnya. Seperti biasa, yaitu pelemparan buket bunga pengantin.


Para kaum muda sudah berada di sana. Terutama Will dan Paul yang sama-sama singel, tetapi beda status. Saat semuanya siap, semua orang pikir Will akan mendapatkan bunganya, ternyata salah. Paul lah yang mendapatkan bunganya.


Olivette sangat bahagia saat asisten mantan suaminya itu mendapatkan hal yang ditunggunya selama ini. Setiap ada acara seperti ini, tidak pernah sama sekali mendapatkannya.


"Wah, Paul. Selamat, ya!" seru Olivette.


"Terima kasih, Nyonya. Doakan agar aku segera menyusul ke pelaminan," jawabnya.


Untuk mengantarkan kepergian Will, Yuval meminta semua relasi bisnisnya untuk naik ke pelaminan. Mereka akan melakukan sesi foto bersama untuk kenangan Will di tempat barunya. Tidak ada lagi pertengkaran antara Yuval dengan siapa pun karena duda rumit itu akhirnya menemukan jodohnya.

__ADS_1


Rumor kepergian Will sudah didengar oleh semua orang. Hanya saja yang paling sedih adalah Paul. Dia akan kehilangan pekerjaan sekaligus bos yang selama ini sudah baik kepadanya. Olivette lah wanita yang bisa memahami Paul di masa lalu. Sia meminta Ethan untuk menariknya bekerja di perusahaan jika Will sudah resmi melepaskan perusahaannya. Semua akan berubah seiring perjalanan waktu.



__ADS_2